Bayi antariksa pertama jadi rencana baru. Ilmuwan akan menciptakan bayi pertama yang lahir di antariksa. Hal ini belum pernah terjadi sebelumnya sehingga sangat menakjubkan.
Perusahan Belanda dan penelitian Inggris-lah yang merencanakan hal ini. Mereka ingin mencoba eksperimen terbaru yang sangat menantang dan belum ada sebelumnya.
Mereka berambisi untuk menciptakan bayi manusia pertama di luar angkasa. Pada tahap awal, penelitian akan menggunakan sperma dan juga telur dari tikus sebelum benar-benar menggunakan sampel manusia nantinya.
Baca Juga: Perlombaan Luar Angkasa NASA dan China Semakin Memanas
Bayi Antariksa Pertama Akan Hadir
Para ahli kini berencana untuk melakukan sebuah eksperimen terbaru. Kali ini mereka akan mencoba untuk menghasilkan bayi luar angkasa untuk pertama kalinya di dalam sejarah.
Untuk menjalankan rencana ini, mereka akan menggunakan bantuan alat bernama fertilisasi in vitro (IVF). Tentu saja hal ini bukan sebuah misi yang mudah.
Para ahli harus benar-benar merencanakan semua tahapannya agar misi dapat meraih kesuksesan di masa depan.
Baca Juga: NASA Kirim Ragi ke Luar Angkasa, Ternyata Ini Alasannya!
Koloni Manusia Pertama di Luar Angkasa
Tujuan utama dari misi ini adalah untuk membuka jalan bagi manusia untuk dapat mendirikan koloni luar angkasa di luar planet Bumi, hal yang paling mustahil sebelumnya.
Ilmuwan Inggris bekerja sama dengan sebuah perusahaan asal Belanda, Spaceborn United dalam melakukan inseminasi buatan di satelit yang mengorbit.
Mereka menggunakan bio-satelit yang ada di luar angkasa. Pada tahap paling awal pengujian, ilmuwan akan menggunakan sperma dan juga sel telur dari tikus.
Penerbangan uji coba pertama tersebut akan berlangsung di atas Kanada dan rencananya dilakukan dalam waktu tiga bulan mendatang.
Tahap paling akhir dari bayi antariksa pertama ini adalah penggunaan teknik IVF di orbit. Apabila sukses, maka ini bisa menjadi teknik untuk menunjang ambisi pembangunan koloni manusia yang ada di planet lain.
Baca Juga: Ilmuwan Ciptakan Matahari Mini untuk Pertama Kalinya
Jadi Perbincangan Sejak Lama
Sebenarnya, kelahiran bayi pertama di luar angkasa ini sudah menjadi gagasan sejak beberapa tahun lalu. Di tahun 2019, Edelbroek pernah mengatakan bahwa bayi luar angkasa kemungkinan lahir dalam 12 tahun ke depan.
Edelbroek pada Kongres Sains dan Luar Angkasa pertama ASgardia the Space Nation yang berlangsung di Jerman menjelaskan bahwa kemungkinan tersebut bisa terjadi pada tahun 2031.
Pada kesempatan tersebut Edelbroek juga menjelaskan persyaratan untuk peserta ibu hamil dan juga tenaga medis. Dalam keterangannya ia menjelaskan bahwa mereka harus memiliki pengalaman dua kelahiran yang sempurna dan ketahanan radiasi alami yang tinggi.
Menurutnya, penelitian ini tidak bisa dilakukan hanya menggunakan satu wanita hamil saja. Kemungkinan tim peneliti membutuhkan sekitar 30 peserta.
Tidak menutup kemungkinan bahwa misi bayi antariksa pertama ini memiliki masalah dalam perencanaan, termasuk mengenai cuaca atau adanya penundaan peluncuran. Namun yang pasti, kelahiran bayi di luar angkasa kini bukanlah suatu hal yang mustahil. (R10/HR-Online)