Siapa yang tak mengenal Bob Sadino? Pengusaha sukses terkenal di Indonesia ini mengawali bisnisnya dari usaha telur ayam.
Ia menjajakan telur dari pintu ke pintu. Karena piawai bahasa Asing Bob mempunyai pelanggan orang-orang Eropa di perumahan Kemang dan sekitarnya.
Usaha gigih bisnis telur membuat Bob Sadino sukses. Selain berhasil membawahi perusahaan Kemfood dan Kemchick, dalam berbagai festival bisnis Indonesia tak jarang namanya tampil sebagai motivator.
Bob Sadino adalah bukti pengusaha tanpa pendidikan. Ia berhasil menjadi pebisnis kaya tanpa gelar akademik. Ia adalah pengusaha sukses yang tidak pernah kuliah.
Baca Juga: Soesilo Toer, Pemulung Lulusan Doktor Ekonomi di Uni Soviet
Kendati demikian keterampilan berbisnis Bob Sadino tidak usah kita ragukan lagi. Sebab hampir seluruh orang Indonesia kenal dengan Bob Sadino itu adalah pengusaha kaya.
Eksistensi ini Bob dapatkan karena sikap egaliternya dengan masyarakat. Bob pernah merasakan sengsara, tidak dapat kerja, dan tidak punya uang. Oleh karena itu sikap non-hirarkis Bob Sadino muncul dari kepekaan sosial.
Bob Sadino berasal dari keluarga sederhana. Sejak umur 19 tahun ia kehilangan sosok ayah. Oleh sebab itu ia menjadi tulang punggung keluarga. Tekad Bob menghidupi keluarga mengantarkannya sampai ke Belanda.
Ia bekerja di perusahaan Indonesia di Belanda. Namun ia memilih pulang dan bekerja serabutan di Indonesia.
Biografi Bob Sadino Pengusaha Sukses Penjual Telur
Menurut Dodi Mawardi dalam buku berjudul, “Belajar Goblok dari Bob Sadino” (2017), Bob Sadino menjadi pengusaha sukses dari hasil berjualan telur ayam.
Bob Sadino berjualan ayam awalnya terjadi sepulang dari Belanda pada tahun 1967. Selama tinggal di Belanda 9 tahun Bob bisa beli mobil mercedes 2 unit.
Ia pulang ke Jakarta bareng dengan mobil-mobilnya. Bob Sadino lantas “mempekerjakan” mobil-mobilnya itu menjadi angkutan (taksi).
Namun seiring dengan perjalanan waktu mobil Bob Sadino kena musibah. Mercedes buatan tahun 1960-an itu hancur karena tabrakan. Karena kerugian yang begitu banyak ia memilih tidak memperbaiki mobilnya dan jadi pekerja bangunan alias kuli.
Bob Sadino jadi kuli pemecah batu. Upahnya Rp. 100 per hari, meskipun punya upah yang kecil dan berkecukupan ia tetap bekerja dengan semangat.
Sebab Bob Sadino punya prinsip “mencari kerja lebih susah dari pada sudah punya pekerjaan tapi tetap mengeluh”. Selain itu ia juga merasa beruntung bisa bekerja meskipun upahnya kecil karena setidaknya upah itu bisa mencukupi kehidupan sehari-hari.
Ketika hidup berkecukupan ada teman Bob yang menawarkan ternak ayam. Ayah dua anak ini memilih berhenti jadi kuli bangunan, kini ia beralih profesi jadi tukang ayam.
Baca Juga: Profil BJ Habibie dan Alasannya Melepas Timor Leste
Hasilnya menarik, Bob bisa meraup dua keuntungan sekaligus dari uang hasil ternak ayam. Pertama mengambil ayam sebagai “pedaging” dan yang kedua mengambil telur dari hasil peternakan. Bob Sadino bisa menjual kedua-duanya.
Menjual dari Pintu ke Pintu
Ketika merintis jadi peternak ayam Bob Sadino yang kala itu sudah menikah dengan Soelami Soejoed memasarkan telur dari pintu ke pintu. Mereka berdua mengetuk pintu rumah orang asing di kemang yang notabene orang Eropa.
Karena kemampuan bahasa Inggris Bob dan istrinya cukup baik, mereka berhasil memikat hati orang Eropa itu menjadi pelanggan setia. Bob bahkan memberikan promo pembelian telur dengan sistem “ganti rugi”.
Dahulu waktu berjualan Bob pernah sengaja menaruh telur yang busuk di keranjang. Pembeli memilih sendiri telur itu dan kebetulan yang busuk ikut terbeli.
Hari esoknya Bob sengaja menunggu komplain. Dengan nada kesal pelanggan itu memaki Bob karena ada telur yang busuk. Tapi Bob tetap tenang karena ini adalah trik berdagang.
Ia menjanjikan akan mengganti rugi dua kali lipat dari kegagalan telur tersebut. Bob membawakan satu keranjang isi telur penuh untuk pelanggan tersebut. Si pelanggan tersentak, ia kaget mengapa ada penjual berani rugi untuk mengganti satu telur busuk sang pelanggan.
Peristiwa ini pun heboh, si pelanggan membocorkan rahasia ini pada teman-teman lainnya. Begitu Bob kembali ke komplek sekitar itu langsung mendapat panggilan sana sini dari pelanggan baru.
Mereka ingin belanja telur pada Bob. Berharap satu di antara telur itu ada yang busuk. Namun karena trik tentu Bob Sadino tidak mengulangi peristiwa ini kedua kalinya.
Hobi Memakai Kemeja Putih dan Celana Pendek
Dalam perjalanan hidupnya Bob Sadino terkenal sebagai pengusaha sukses yang hobi memakai kemeja putih dan celana pendek. Seperti seorang “big bos” penampilannya tidak hirarkis.
Bob yang memang mantan buruh lepas dan punya sedikit banyak pengalaman kerja di proyek bangunan terbiasa memakai pakaian sederhana ketimbang harus memakai pakaian berseragam kantor.
Baca Juga: Achmad Wiranatakusumah, Pendiri Batalyon Siluman Merah
Pria berambut putih ini juga percaya hoki usahanya memuncak karena orang tahu kalau Bob adalah orang biasa-biasa saja. Mudah bergaul dan enak diajak kerjasama oleh sesama rekan bisnis.
Nyatanya kepercayaan ini membuahkan hasil, Bob berhasil mendirikan bisnis di pasar swalayan yang berkembang dengan pesat.
Bahkan Bon Sadino adalah orang pertama yang memasukan sayur mayur, buah-buahan, hingga rempah dan bumbu dapur di mall.
Sebelumnya tidak ada yang berani memasarkan barang pokok itu ke pusat perbelanjaan modern seperti mall. Sebab di departemen store kebanyakan menjual barang-barang mewah seperti pakaian, tas, dan elektronik.
Hingga saat ini nama Bob Sadino terkenal jadi pengusaha sukses yang sederhana. Sikapnya yang merakyat dan suka pakai kemeja bercelana pendek ini menjadi ikonik sepanjang hayat.
Bahkan ketika Bob meninggal pada 2015 silam karena paru-paru kronis, ikon celana pendek berkemeja terkenal sebagai kostum dinasnya. Ya hingga sekarang Bob Sadino adalah pengusaha legendaris Indonesia yang sukses dari hasil berjualan telur ayam. (Erik/R7/HR-Online/Editor-Ndu)