Minggu, April 6, 2025
BerandaBerita TerbaruFaktor yang Mempengaruhi Tekanan Osmotik, Apa Manfaatnya?

Faktor yang Mempengaruhi Tekanan Osmotik, Apa Manfaatnya?

Faktor yang mempengaruhi tekanan osmotik sangat penting. Anda akan menemukan faktor tekanan osmotik ini di dalam pelajaran Kimia. Kali ini Anda tidak hanya akan belajar mengenai faktornya, tetapi juga pengertian dari tekanan osmotik.

Dalam pelajaran kimia, Anda akan menemukan bab yang secara khusus membahas tekanan osmotik ini. Tekanan osmotik dalam pelajaran kimia memiliki arti sebagai tekanan yang berfungsi untuk menghentikan terjadinya peristiwa osmosis.

Apa itu osmosis? Osmosis sendiri merupakan gerakan air yang melalui membran semipermeabel dari area yang memiliki konsentrasi zat terlarut rendah ke area berkonsentrasi zat pelarut lebih tinggi.

Baca Juga: Pengertian Ikatan Ion, Sifat, dan Ciri-cirinya!

Definisi dan Faktor yang Mempengaruhi Tekanan Osmotik

Tekanan osmotik menjadi salah satu sifat koligatif dari larutan yang timbul karena adanya membran semipermeabel, suatu barier dengan pori berukuran kecil.

Semipermeabel tersebut memungkinkan pelarut untuk melalui pori tetapi tidak untuk molekul dan ion.

Pelarut akan bergerak dari sisi konsentrasi rendah menuju ke konsentrasi zat terlarut yang lebih tinggi. Osmotik berkaitan dengan peristiwa osmosis.

Ketika osmosis didemonstrasikan menggunakan tabung U yang berisi air murni pada bagian kiri dan larutan glukosa dalam air di bagian kanan, maka laju aliran air melalui membran akan terjadi.

Hal tersebut akhirnya menyebabkan penambahan tinggi cairan pada tabung terhenti yang kemudian mengindikasikan bahwa telah terjadi keseimbangan.

Membran semipermeabel berada di bagian bawah membagi tabung menjadi dua, lalu membran tersebut membuat air melaju ke arah lain dengan konsentrasi yang lebih tinggi.

Jelaskan Apa yang Dimaksud dengan Tekanan osmotik?

Sebelum membahas mengenai faktor yang mempengaruhi tekanan osmotik, Anda harus paham pengertiannya terlebih dahulu.

Tekanan osmotik merupakan tekanan hidrostatik yang terbentuk di dalam larutan lebih pekat ketika osmosis terjadi. Osmotik ini akan mempertahankan keseimbangan osmotik antara suatu larutan dengan pelarut murninya yang terpisah oleh membran semipermeabel.

Apabila larutan pelarut dengan molekul terlarut dan pelarutnya berada di satu sisi membran, sedangkan pelarut murni lainnya berada di sisi lain membran, maka akan terjadi aliran dari pelarut murni ke larutan melalui membran penghalang.

Dalam banyak kasus, air menjadi pelarut yang umum digunakan meski bisa juga menggunakan pelarut lain, yaitu berupa zat cair atau bahkan gas.

Faktor yang Mempengaruhi

Dalam penerapannya, ada beberapa faktor yang mempengaruhi tekanan osmotik. Agar dapat memahami lebih jelas, berikut ini penjelasannya:

1. Temperatur

Faktor pertama adalah temperatur. Ini merupakan suatu faktor yang dapat mempengaruhi pergerakan partikel di dalam suatu larutan.

Hal itu terjadi karena pada suhu yang tinggi, pergerakan partikel akan lebih cepat. Alhasil, molekul pelarut menjadi lebih mudah dalam melalui membran semipermeabel.

Baca Juga: Struktur Ikatan Peptida, Sifat, dan Fungsinya, yuk Simak di Sini!

2. Ukuran Molekul Pelarut

Ukuran dari molekul pelarut tersebut juga akan mempengaruhi proses terjadinya osmotik. Molekul pelarut yang memiliki ukuran besar, lajurnya akan terhambat.

Sebagai informasi, pelarut air cenderung mempunyai ukuran yang kecil, sehingga mereka lebih leluasa dalam melalui membran semipermeabel.

3. Tebal Membran Semipermeabel

Faktor yang mempengaruhi tekanan osmotik terakhir adalah ketebalan membran semipermeabel. Semakin besar ukuran membran semipermeabel yang menghalangi, maka pelarut yang melaluinya juga semakin lama dan lebih sulit.

Manfaat Tekanan Osmotik

Keberadaan tekanan osmotik ini memiliki manfaat di kehidupan. Berikut ini manfaatnya:

1. Proses Cuci Darah

Tekanan osmotik bermanfaat dalam proses pencucian darah atau dialisis. Mesin filtrasi darah akan memasukkan darah ke dalam mesin dan akan melalui membran semipermeabel untuk memisahkan kotoran di dalam darah.

2. Industri Makanan

Selain bidang medis, tekanan osmotik juga bermanfaat dalam industri makanan, terutama dalam proses pengawetan.

Pemanfaatan krenasi pada sel untuk mengawetkan makanan dengan larutan konsentrasi tinggi atau hipertonik. Air dalam bakteri akan mengalami osmosis dan keluar menuju larutan gula berkonsentrasi tinggi.

Baca Juga: Jenis Zat Aditif, Ketahui Efeknya untuk Kesehatan!

3. Pemurnian Air Laut

Agar air laut dapat dikonsumsi, maka perlu adanya proses pemurnian. Salah satu cara pemurnian tersebut adalah dengan menggunakan proses osmosis.

Prinsipnya dengan memberikan tekanan osmotik pada air laut. Sehingga, air pelarut akan melewati membran semipermeabel meninggalkan zat terlarut di dalam air laut yang tidak dapat melewati membran tersebut.

Itulah berbagai faktor yang mempengaruhi tekanan osmotik beserta pemanfaatannya di dalam bidang kehidupan yang ternyata cukup penting. (R10/HR-Online)

Pemudik arus balik

Potret Lonjakan Pemudik Saat Puncak Arus Balik di Terminal Tipe A Kota Banjar

harapanrakyat.com,- Memasuki H+6 lebaran Idul Fitri 1446 H ratusan pemudik memadati Terminal Tipe A Kota Banjar, Jawa Barat, saat puncak arus balik pemudik pada...
Pasca Banjir, Bupati Sumedang Tinjau Aliran Sungai Cimande Pastikan Jembatan Pangsor Aman

Pasca Banjir, Bupati Sumedang Tinjau Aliran Sungai Cimande Pastikan Jembatan Pangsor Aman

harapanrakyat.com,- Di tengah hujan deras yang mengguyur wilayah Sumedang, Bupati Dony Ahmad Munir turun langsung ke lapangan memantau aliran Sungai Cimande, khususnya di bawah...
Arus Balik Lebaran, Jalur Alternatif Cadas Pangeran Sumedang Jadi Pilihan Pemotor

Arus Balik Lebaran, Jalur Alternatif Cadas Pangeran Sumedang Jadi Pilihan Pemotor

harapanrakyat.com,- Jalur Cadas Pangeran Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, jadi alternatif jalur bagi pemudik motor, yang kembali ke kota asal setelah pulang kampung dari sejumlah...
Kalahkan Korsel di Piala Asia U17, Ini Komentar Pelatih Timnas Indonesia

Kalahkan Korsel di Piala Asia U17, Ini Komentar Pelatih Timnas Indonesia

Timnas Indonesia menorehkan hasil memuaskan setelah kalahkan Korea Selatan (Korsel) di Piala Asia U17 2025. Pertandingan yang berlangsung di Prince Abdullah Al-Faisal Stadium, Jeddah,...
Sejarah Tebing Breksi Jogja, Berawal dari Tambang Biasa

Sejarah Tebing Breksi Jogja, Berawal dari Tambang Biasa

Tak banyak yang tahu bahwa sejarah Tebing Breksi Jogja menyimpan kisah menarik tentang transformasi luar biasa dari sebuah tambang menjadi destinasi wisata unggulan. Tak...
Rumah Semi Permanen di Cipaku Ciamis Ludes Terbakar Rata dengan Tanah

Rumah Semi Permanen di Cipaku Ciamis Ludes Terbakar Rata dengan Tanah

harapanrakyat.com,- Sebuah rumah semi permanen di Desa Selamanik, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat ludes terbakar. Peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada Minggu (6/4/2025) sekitar...