Sabtu, April 5, 2025
BerandaBerita TerbaruKoran Doenia Bergerak, Corong Pribumi Suarakan Kemerdekaan

Koran Doenia Bergerak, Corong Pribumi Suarakan Kemerdekaan

Doenia Bergerak adalah koran pribumi yang eksis pada awal abad ke-20. Pelopor koran revolusioner ini bernama Mas Marco Kartodikromo.

Belanda mengenal media cetak tersebut sebagai penyebab kerusuhan yang memicu pemberontakan pribumi di pulau Jawa.

Oleh sebab itu Belanda takut dengan Doenia Bergerak. Pemerintah kolonial terusik dengan Doenia Bergerak yang berubah jadi corong perjuangan pribumi merealisasikan kemerdekaan. Karena itu pula koran ini terkena Persdelicten (Pembredelan) dan larangan terbit.

Percetakan koran Doenia Bergerak mendadak berhenti, pelopor sekaligus penulis artikel yang revolusioner, Mas Marco Kartodikromo ikut terkena imbasnya.

Baca Juga: Kisah Mas Marco Kartodikromo dan Surat Kabar Doenia Bergerak yang Dibredel Belanda

Sebab selain melarang terbit Doenia Bergerak, Belanda juga memenjarakan Mas Marco karena terbukti bersalah membuat gejolak api pribumi memberontak Belanda.

Pemerintah kolonial dendam dengan koran tersebut, oleh karena itu mereka mencari beberapa koran dan penulis lain yang pernah bekerjasama dengan Mas Marco dan Doenia Bergerak.

Namun pemerintah kolonial tak berhasil menemukannya, begitu juga dengan Mas Marco. Saat polisi menginterogasinya, ia diam dan tidak memberi tahu siapa saja yang jadi kontributor penulis koran Doenia Bergerak. Mas Marco sengaja melakukan ini untuk menjaga semangat perjuangan bangsa menuntut kemerdekaan Indonesia.

Awal Koran Doenia Bergerak Terkena Persdelicten

Awal koran Doenia Bergerak terkena Persdelicten terjadi ketika Mas Marco Kartodikromo sering menulis artikel tentang kemerdekaan. Dalam tulisannya yang terkenal itu, Mas Marco membuat semangat pribumi bergejolak.

Tak sedikit para pribumi terlibat pemogokan dan pemberontakan terhadap pemerintah kolonial akibat tulisan Mas Marco dalam Doenia Bergerak.

Konon wartawan junior Tirto Adisoerjo ini memiliki salam semangat yang tersemat dalam tulisannya yakni “Kita Semua Manusia”. Salam yang berarti menuntut kesetaraan sosial sebagai manusia.

Selain memuat tulisannya sendiri, Mas Marco yang merangkap jadi Redaktur Doenia Bergerak menampung pula tulisan-tulisan temannya yang radikal.

Mereka revolusioner namun bergerak di bawah tanah. Mas Marco menyamarkan nama-namanya dalam koran tersebut.

Sahabat Mas Marco, Ki Hadjar Dewantara merasa beruntung dengan aksi memalsukan nama penulis. Sebab ketika ia tertangkap oleh polisi kolonial karena bertindak radikal, nama-nama kontributor tulisan dalam Doenia Bergerak tak satu pun yang diketahui Belanda.

Baca Juga: Profil Ki Hadjar Dewantara, Pencipta Semboyan Tut Wuri Handayani

Mereka bebas dan bisa melanjutkan perjuangan. Bahkan tulisan-tulisannya lebih liar dalam selebaran-selebaran koran illegal. Belanda terus menyelidiki siapa sebetulnya penulis radikal tersebut.

Namun karena keterbatasan bukti dalam peristiwa ini, sampai Indonesia merdeka tak tahu siapa “Sang Pemberani” tersebut.

Menurut Takashi Shiaraishi dalam buku berjudul “Zaman Bergerak, Radikalisme Rakyat di Jawa 1912-1926” (1997), kejaksaan kolonial menjatuhi hukuman penjara pada Mas Marco Kartodikromo. Pengadilan negeri Belanda memvonis Mas Marco 7 bulan penjara.

Namun bukannya sedih, pemenjaraan tersebut membuat Mar Marco justru senang dan bahagia. Mas Marco rupanya memanfaatkan situasi tersebut untuk membuktikan ia tidak bersalah.

Sebab reaksi massa yang memberontak Belanda adalah akibat dari sebuah tindakan sewenang-wenang Belanda yang nyata.

Doenia Bergerak Bayangan

Kendati koran Doenia Bergerak sudah kena persdelicten, koran corong perjuangan bangsa Indonesia kala itu ternyata masih eksis dalam benak masyarakat luas.

Mereka menghidupkan kembali Doenia Bergerak bayangan melalui penerbitan pledoi (pembelaan) mas Marco ketika menghadapi pengadilan.

Takashi menilai pidato-pidato Mas Marco begitu berapi-api. Bahkan lebih berapi-api dari pada pledoi Bung Karno ketika terlilit kasus yang sama dalam Partai Nasionalis Indonesia (PNI).

Selama kalian, rakyat Hindia tidak punya keberanian, kalian akan terus diinjak-injak dan hanya menjadi seperempat manusia”.

Itulah salah satu kutipan dari pledoi Mas Marco yang menjadi penyemangat massa.

Masih menurut Takashi, penyampaian pledoi ini membuat sebagian massa aksi bergetar hatinya. Mereka kemudian melakukan beberapa pemberontakan dan menginisiasi pemogokan buruh.

Artinya meskipun Doenia Bergerak telah kena Persdelicten, tetapi pemikiran, visi, dan misinya masih tumbuh subur dan mengilhami perjuangan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Musibah pemenjaraan Mas Marco membuat jaringan intelektual muda ini semakin luas. Bahkan beberapa eksil di Belanda meresponnya.

Salah satunya Ki Hadjar Dewantara. Saat itu ia sedang menjalani masa pengasingannya di Belanda, ia mendengar kabar Mas Marco kena persdelicten.

Dengan sigap dan penuh dukungan Ki Hadjar Dewantara menyampaikan turut prihatin dalam sepucuk surat.

Baca Juga: Sejarah Pembacaan Teks Proklamasi, Lapangan Ikada Gagal Jadi Tempat Kemerdekaan

Ia juga merasa pengorbanan Mas Marco saat itu tidak lah sia-sia. Sebab karena penjara itulah pemuda berkalung pena tersebut muncul dan terkenal sebagai pahlawan bangsa.

Rakyat Membela Koran Doenia Bergerak

Rakyat mendukung pengembalian koran Doenia Bergerak dari larangan edar. Mereka tidak rela corong perjuangan tersebut hilang begitu saja. Namun kekuasaan kolonial lebih mendominasi, akibatnya perlawanan pribumi tersebut sia-sia.

Mereka (rakyat) tak habis pikir. Akhirnya banyak mengalihkan perjuangan membela Doenia Bergerak pada beberapa hal.

Salah satunya mendukung Mas Marco di pengadilan. Selain itu sebagian rakyat pendukung Doenia Bergerak ada yang ikut kedalam gerakan ekstrimis kiri.

Ada yang aktif dalam gerakan ISDV (Indies Social Democratic Association) cikal bakal Partai Komunis Indonesia (PKI). Selain itu ada pula yang bergabung dengan partai Insulinde. Sebuah perkumpulan radikal yang mengutamakan ideologi sosialis dalam perjuangannya.

Sebagai penutup Takashi menyatakan Belanda telah mengambil langkah yang salah. Dengan menerapkan Presdelicten Doenia Bergerak dan memenjarakan Mas Marco sebetulnya sama dengan menyalakan bara api massa yang lebih besar lagi. (Erik/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Maxime Bouttier Melamar Luna Maya, Cinta Bersemi di Bawah Bunga Sakura

Maxime Bouttier Melamar Luna Maya, Cinta Bersemi di Bawah Bunga Sakura

Maxime Bouttier melamar Luna Maya belum lama ini. Kabar bahagia datang dari pasangan selebriti ternama Tanah Air. Maxime Bouttier resmi melamar kekasihnya, Luna Maya,...
Idul Fitri, Disnaker Ciamis Kembali Buka Pelayanan Selasa 8 April 2025

Idul Fitri, Disnaker Ciamis Kembali Buka Pelayanan Selasa 8 April 2025

harapanrakyat.com,- Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Ciamis, Jawa Barat, memberlakukan penutupan operasional pelayanan. Baik itu pelayanan...
Polres Ciamis Terapkan Rekayasa Lalu Lintas One Way Parsial di Simpang Tiga Sindangkasih

Polres Ciamis Terapkan Rekayasa Lalu Lintas One Way Parsial di Simpang Tiga Sindangkasih

harapanrakyat.com,- Dalam rangka operasi ketupat Lodaya tahun 2025, Polres Ciamis, Jabar, berlakukan sistem one way parsial di Simpang Tiga Sindangkasih Kabupaten Ciamis, pada Jumat...
Puncak Arus Balik, Jumlah Penumpang Bus di Terminal Garut Mulai Alami Peningkatan

Puncak Arus Balik, Jumlah Penumpang Bus di Terminal Garut Mulai Alami Peningkatan

harapanrakyat.com,- Lonjakan penumpang di terminal pemberangkatan bus Guntur Garut, Jawa Barat, mulai terlihat sejak Sabtu (5/4/2025) pagi. Hingga H plus 3. Petugas mencatat sudah...
Mengembalikan Chat Telegram yang Terhapus, Gunakan Fitur Undo

Mengembalikan Chat Telegram yang Terhapus, Gunakan Fitur Undo

Telegram adalah salah satu aplikasi perpesanan instan yang populer dengan berbagai fitur canggih. Namun, terkadang pengguna mengalami masalah kehilangan chat secara tidak sengaja. Jika...
Warga di Kota Banjar Keluhkan Tanah Bekas Galian Pipa Pertamina, Minta Segera Diperbaiki

Warga di Kota Banjar Keluhkan Tanah Bekas Galian Pipa Pertamina, Minta Segera Diperbaiki

harapanrakyat.com,- Warga di Kota Banjar, Jawa Barat, mengeluhkan bekas galian pemasangan pipa Pertamina di wilayah Sukarame, Kelurahan Mekarsari tepatnya di Jalan Kapten Jamhur sebelum...