Proses pembentukan planet sejauh ini masih sekedar spekulasi. Ada beberapa teori mengenai proses pembentukan objek planet tersebut. Adapun proses terbentuknya planet juga berlangsung pada kurun waktu yang tidak sebentar.
Planet merupakan sebuah objek yang ada di alam semesta. Bumi ini juga merupakan salah satu planet dari sistem Tata Surya.
Objek planet ini sangat berhubungan erat dengan gaya gravitasi bintang induknya.
Baca Juga: Asal Mula Cincin Planet Saturnus Muncul Akhirnya Terungkap!
5 Tahapan Proses Pembentukan Planet yang Berhubungan dengan Gravitasi
Sejauh ini manusia hanya bisa melihat proses akhir dalam sebuah pembentukan planet. Itu karena proses awal pembentukannya terjadi pada jutaan atau bahkan milyaran tahun lalu.
Hal itu menjadi sebuah pertanyaan menarik. Bagaimana sebenarnya proses terbentuknya planet?
Ada 5 tahap dari proses pembentukannya yang juga berhubungan erat dengan gaya gravitasi. Berikut ini tahapannya.
Kehadiran Bahan Baku Berkat Big Bang
Sejauh ini, teori pembentukan alam semesta yang paling terpercaya adalah Big Bang. Perkiraannya peristiwa ini terjadi sekitar 13,7 miliar tahun lalu.
Pada saat itu kondisi alam semesta terus mengembang hingga akhirnya terjadi ledakan hebat yang mengeluarkan berbagai bahan baku alam semesta.
Salah satu bahan baku yang muncul adalah energi dan empat kekuatan fundamental alam, seperti hidrogen, helium, proton, neutron, dan lainnya.
Baca Juga: Planet Terdingin di Tata Surya Disandang Uranus, Ini Alasannya!
Gravitasi Bintang yang Runtuh
Setelah Big Bang, hidrogen, dan partikel lain membentuk bintang yang sangat panas. Pada masa itu, bintang juga bisa mati dan gravitasinya runtuh sehingga membuat objek baru.
Objek tersebut adalah cakram gas dan debu yang terus berputar akibat gravitasi di intinya. Debu-debu tersebut menjadi bahan penting proses pembentukan planet tahap awal.
Debu Menjadi Partikel yang Lebih Padat
Gumpalan gas dan debu yang terus berputar membuatnya terbentuk semakin padat. Mereka akan terus membesar dari waktu ke waktu.
Gravitasi berperan menjadi kekuatan yang menarik dan menyatukan partikel pada tersebut agar tetap menjadi satu kesatuan sesuai rotasinya.
Proses perputaran ini terjadi dalam waktu yang sangat lama hingga membentuk layaknya bola batu raksasa.
Turunnya Temperatur di Planet yang Jauh
Kemudian proses tersebut terus berlanjut hingga suhu atau temperatur planet turun secara drastis hingga menjadi lebih dingin. Ini dapat terjadi ketika planet terbentuk jauh dari posisi bintang.
Kondisi dingin ini akan terus menyimpan gas di sebuah planet besar. Bukti dari pemodelan ini adalah Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus yang berada jauh dari Matahari sehingga suhunya menjadi sangat rendah.
Baca Juga: Ciri Planet Jovian, Si Kelompok Planet Besar di Tata Surya Kita
Planet yang Lebih Dekat pada Bintang Akan Terus Berkembang
Jika planet yang jauh akan semakin dingin hingga terdiri dari banyak gas, maka planet yang lebih dekat akan memiliki suhu cukup hangat dan terus berkembang hingga memungkinkan untuk menampung kehidupan.
Salah satu contoh dari hasil proses pembentukan planet ini adalah Bumi yang sangat ideal karena posisinya dianggap pas dari Matahari. (R10/HR-Online)