Profil John Lennon merupakan legenda musik Blues asal Inggris yang terkenal lewat grup bandnya bernama The Beatles.
Namun selain terkenal sebagai musisi, John Lennon juga merupakan seorang aktivis perdamaian. Ia memperjuangkan perdamaian melalui karyanya terutama karya lagu yang berjudul “Imagine”.
Lagu Imagine yang ditulis oleh John Lennon merupakan gambaran langsung dari arti perdamaian. Lewat lagu tersebut Lennon ingin menciptakan dunia tanpa kekerasan dan peperangan.
Belakangan idealis John Lennon yang tergambar dalam lagu Imagine menimbulkan multitafsir di kalangan para pengamat musik, politik dan budaya di Inggris.
Sebagian pengamat musik menganggap bahwa lagu John Lennon yang berjudul “Imagine” itu merupakan propaganda dari seorang “simpatisan komunis”.
Baca Juga: Sejarah Hari Perdamaian Internasional, Berkaitan dengan Perang Korea
Karena isu tersebut terus bermunculan di surat kabar, tak heran masyarakat Inggris pada tahun 1970-an menganggap Lennon sebagai seorang musisi komunis yang memberontak.
Anggapan John Lennon sebagai seorang komunis tercermin dari lirik lagu “Imagine”. Salah satunya lirik “there’s no countries, no Religion too” atau tidak ada negara dan agama.
Pernyataan “tidak ada agama” mendukung sebagian pengamat musik di Inggris berkesimpulan jika John Lennon seorang komunis. Karena dalam ajaran komunisme agama merupakan salah satu penghambat kemajuan dalam bernegara.
Profil Sang Legenda Beatles, John Lennon
John Lennon lahir di Liverpool Inggris pada tanggal 9 Oktober 1940. Sebagian sejarawan Inggris menyebut hari tersebut sama dengan hari penyerbuan Inggris ke Jerman dalam Perang Dunia II.
Lennon kecil merupakan anak yang lahir dari keluarga broken home. John Lennon pernah terabaikan dalam keluarga karena sang ibu yang selingkuh dan memilih pergi meninggalkan ia di rumah sendirian.
Perselingkuhan ibu John Lennon berawal dari profesi sang ayah yang merupakan seorang Pelaut. Ayahnya jarang pulang ke rumah, dan ibunya menduga si pelaut tersebut selingkuh di kapal.
Dugaan yang membabi buta itu kemudian dibalas oleh sang ibu. Saat itu ibu Lennon memilih “kumpul kebo” bersama pria lain di sebuah apartemen mewah milik si selingkuhan.
Baca Juga: Profil Iding Soemita: Buruh Kontrak Asal Tasikmalaya, Berpolitik di Suriname
Lennon kecil yang sendirian di rumah tadi ditemukan oleh adik ibunya ketika sang bibi berkunjung ke rumah keluarga John Lennon.
Melihat suasana di rumah yang suram dan John Lennon kecil sedang menangis di sudut kamar, akhirnya Bibi Lennon membawanya ke tempat tinggal mereka di seberang dekat dengan rumah keluarga Lennon.
Ketika diurus oleh Bibinya, John Lennon kecil perlahan-lahan mulai pulih dari perasaan broken home. Karena di rumah si Bibi ada gitar dan piano John Lennon pun tertarik. Ia pun belajar memainkan kedua alat musik itu hingga terampil menjelang dewasa.
Sejak saat itu John Lennon tertarik dengan dunia musik. Hingga pada akhirnya Lennon dewasa memutuskan hidup dari profesinya sebagai musisi yang sukses.
Musisi Merangkap Jadi Aktivis Perdamaian
Sebagian pengamat musik di London menilai John Lennon selain sebagai musisi hebat nan legendaris, tetapi juga sebagai aktivis perdamaian dunia. Pola memperjuangkan perdamaian dunia Lennon tercermin dari lagunya berjudul “Imagine”.
Lagu tersebut dipercaya sarat akan semangat perlawanan terhadap pelaku kejahatan seperti pelaku kekerasan fisik, pelaku kekerasan seksual, hingga pelaku kekerasan perang.
Perjalanan Lennon memperjuangkan perdamaian dengan menjadi Aktivis membuat kehidupannya terasa kontroversial.
John Lennon yang benci akan struktur feodalisme, peperangan, dan keserakahan dunia kapitalisme mendadak tertuduh sebagai seorang komunis.
Terlepas dari tuduhan tersebut, John Lennon terus menyuarakan semangat perdamaian melalui lagu-lagu lainnya. Ia juga membantah tuduhan berideologi komunisme.
John Lennon mengatakan bahwa gerakan yang selama ini dilakukannya tidak lain untuk menyerukan semangat perdamaian pada dunia, tidak lebih dari itu. Apalagi berhaluan politis, justru Lennon memerangi unsur politis.
Dorongan menjadi aktivis perdamaian juga diungkapkan Lennon karena dirinya punya masa lalu yang buruk dengan pelayanan hak-hak bagi orang sipil di Inggris.
Kekecewaan tersebut muncul ketika ibu John Lennon tewas tertabrak mobil polisi yang dikendarai oleh petugas yang sedang mabuk.
Alih-alih ditangkap dan diproses oleh pengadilan untuk dipenjara, namun polisi tersebut bebas alias tidak dipenjarakan. Dari peristiwa inilah John Lennon pertama kali membenci negaranya sendiri karena tidak bisa adil dalam melayani hak-hak orang sipil.
Romantis Namun Berakhir Tragis
Meskipun profil John Lennon remaja terkenal sebagai pemuda yang memberontak, akan tetapi ketika dewasa dan sudah berkeluarga ia terkenal menjadi figur yang romantis.
Perilaku romantis yang kerap diberikan Lennon terhadap anak dan istrinya berasal dari masa lalu sang Musisi Legendaris Dunia asal London ini yang kurang perhatian keluarga.
Meskipun pernah menikah dua kali, John Lennon memilih setia dan memberikan semua keromantisannya pada Yoko Ono, istri kedua Lennon yang juga seorang seniman asal Jepang.
Bentuk kecintaan Lennon pada Yoko Ono terlihat dalam keterlibatan perempuan Jepang ini di album John Lennon setelah berpisah dan memilih solo karir dari Grup Band The Beatles (1970).
Baca Juga: Rasuna Said, Pahlawan Nasional yang Bela Hak Perempuan
Dalam setiap kesempatan Yoko Ono tampil bersama Lennon, ia selalu memberikan kesan pada penontonnya bahwa Yoko adalah perempuan yang kuat, hebat, sederhana, dan penyayang. Hal ini sebagaimana yang digambarkan oleh Lennon sendiri dalam lagunya berjudul “Woman”.
Namun dibalik keromantisan rumah tangga John Lennon dan Yoko Ono, ada musibah yang menimpa mereka hingga merebut nyawa sang Legenda Beatles.
John Lennon tewas setelah tertembak 4 peluru yang bersarang di tubuhnya oleh fans fanatik The Beatles sendiri bernama Mark David Chapman.
Kejadian ini menandakan keberakhiran Lennon dalam dunia musik. Sang Legenda tewas dalam keadaan mengenaskan, bersimbah darah di sebuah apartemen.
Peristiwa tersebut sebagaimana digambarkan oleh Rosalia Puspita Sari dalam penelitiannya berjudul “Pesan Perdamaian pada Lagu Imagine John Lennon”, (Rosalia P. Sari, 2019: 38). (Erik/R7/HR-Online/Editor-Ndu)