Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Kasus pembunuhan Aldi Herdiana, warga Dusun Sindangsari, Desa Kalijaya, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat tak kunjung terungkap.
Heni, ibu korban mempertanyakan kelanjutan kasus yang tidak juga menemui titik terang. Menurutnya, pembunuhan anaknya terjadi pada 1 Januari 2022 lalu. Itu berarti sudah 8 bulan kasusnya menggantung begitu saja.
“Sayangnya hingga saat ini, sudah 8 bulan Polres Ciamis belum memberi informasi terbuka terkait pelaku pembunuhan anak saya itu,” katanya, Sabtu (13/8/2022).
Heni menceritakan kronologis pembunuhan Aldi pada Januari silam. Saat itu Aldi sedang bekerja di salah satu hotel di Pangandaran.
“Kebetulan almarhum saat itu sedang cuti dari kampusnya. Nah, pada hari kejadian sekitar pukul 2 pagi, almarhum mendapat kabar ada temannya yang sedang dipalak segerombolan pemuda. Kebetulan tempatnya tak jauh dari tempat almarhum bekerja,” jelasnya.
Baca Juga: Bela Teman yang Dipalak, Warga Ciamis Dikeroyok Hingga Kritis
Kronologi Kasus Pembunuhan Warga Ciamis di Pangandaran
Saat itu, lanjut Heni, Aldi langsung menuju ke lokasi pemalakan temannya. Aldi datang bersama adiknya yang kebetulan sedang liburan tahun baru di Pangandaran.
“Mungkin karena almarhum ingin membantu teman-temannya maka tak lama setelah dikabari, almarhum datang ke lokasi bersama adiknya yang sedang berlibur tahun baru di Pangandaran,” katanya.
Menurut keterangan adik korban, kata Heni, di lokasi kejadian sekitar 20 orang sedang mengeroyok temannya. Tetapi yang menusuk almarhum saat itu hanya satu orang, saat itu para pemuda yang sedang mengeroyok langsung kabur meninggalkan lokasi.
“Saat almarhum datang, terus entah siapa dari belakang menusuk bagian punggung sebanyak 3 kali dan bagian kepala 1 kali. Sehingga almarhum dilarikan ke rumah sakit Pandega Pangandaran. Sempat dirawat selama 4 hari sampai akhirnya almarhum meninggal dunia,” ungkapnya.
Heni mengaku langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pangandaran. Kemudian kasusnya dilimpah ke Polres Ciamis.
“Sudah beberapa saksi di antaranya teman maupun adik korban yang dimintai keterangan atas kejadian tersebut. Namun sudah 8 bulan ini belum ada informasi jelas tentang pengusutan kasus ini,” jelasnya.
Heni berharap Polres Ciamis segera mengungkap kasus penusukan yang menimpa anaknya hingga meninggal dunia.
“Kalau lokasinya objek wisata Pangandaran, banyak CCTV di sana terlebih pelaku lebih dari satu dan bergerombol. Minimalnya bisa terlihat di beberapa lokasi. Jangan sampai kepercayaan masyarakat terhadap Polri menurun karena kasusnya menimpa orang tak punya seperti saya,” tandasnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi HR Online, Humas Polres Ciamis belum memberikan keterangan apapun. (Fahmi/R7/HR-Online/Editor-Ndu)