Gaya gesek kinetis atau yang juga memiliki nama gaya gesek dinamis terjadi karena dua benda saling bergesekan.
Di kehidupan sehari-hari, kita sering melakukan menemukan berbagai jenis gaya. Gaya gesek merupakan salah satu jenis yang memiliki peran cukup penting.
Baca Juga: Gaya Dalam Fisika: Pengertian, Macam-Macam, dan Jenisnya
Adapun gaya gesek sendiri terdiri dari dua jenis yang berbeda yaitu statis dan kinetis. Saat ini kita akan membahas mengenai gaya kinetisnya.
Gaya Gesek Kinetis dan Definisinya
Kamu pasti pernah mengendarai sepeda motor, mobil, ataupun kendaraan lainnya bukan? Pada saat mengendarai itu, maka kamu akan membutuhkan dua hal yang cukup penting, yakni pegas dan rem.
Pegas tentu saja berguna untuk menjalankan kendaraan milikmu dengan menggunakan konsep daya dorong.
Sedangkan rem akan berfungsi untuk membantu kendaraan berhenti. Kendaraan tersebut berhenti salah satunya karena ada gesekan kuat pada dua permukaan benda.
Lantas, apa itu gaya gesek? Gaya gesek merupakan sebuah gaya yang memiliki arah berlawanan dengan gerak benda atau kecenderungan benda bergerak.
Benda-benda tersebut adalah tidak harus padat, tetapi juga bisa berbentuk cair maupun gas.
Besaran dari gaya gesek akan sangat terpengaruh oleh berat benda dan kekasaran dari permukaan yang saling bersentuhan. Untuk permukaan licin, pengaruh gaya gesek akan sangat kecil atau bahkan tidak ada.
Baca Juga: Contoh Gaya Pegas pada Benda: Pengertian, Rumus, dan Kegunaannya
Ada dua jenis gaya gesek, yakni statis dan kinetis. Gaya gesekan kinetis atau Fk merupakan jenis gaya yang terjadi ketika benda sudah bergerak.
Gaya kinetis juga terkenal dengan gaya gesek dinamis. Artinya, gaya ini muncul ketika dua benda saling bergesekan.
Lalu koefisien gesek kinetis pada umumnya memiliki lambang μk. Gaya gesekan ini juga umumnya lebih kecil dari statis untuk material yang sama.
Rumus Gesek Kinetis
Besaran dari gaya gesek kinetis dapat kamu hitung dengan sebuah rumus fisika yang cukup mudah. Berikut ini rumusnya:
Fk = μk N
Keterangan:
- Fk = gaya gesekan
- μk = koefisien gesekan kinetis
- N = gaya normal
- μk < μs
- Fg = Fs atau Fk
Hal yang perlu kamu perhatikan dalam menentukan besaran gaya gesekan kinetis adalah bahwa koefisien yang mereka miliki akan berjumlah tetap.
Dari Mana Asal Gaya Gesek?
Gaya gesek adalah sebuah akumulasi dari interaksi makro antara kedua permukaan benda yang saling bersentuhan.
Baca Juga: Contoh Gaya Gesek di Kehidupan, Ternyata Banyak Manfaatnya!
Kemudian, gaya-gaya yang bekerja adalah gaya elektrostatik yang ada di masing-masing permukaan benda.
Konstruksi makro atau nano yang ada di permukaan benda tersebut dapat menyebabkan gesekan menjadi lebih minimum atau bahkan cairan tidak dapat lagi membasahinya atau yang disebut efek lotus.
Itulah kenapa, gaya gesek sangat berguna di kehidupan kita ini. Bahkan, kita bisa berjalan tanpa terpeleset adalah karena keberadaan gaya gesek.
Kamu dapat menemukan contoh gaya gesek kinetis dengan mudah pada bola yang bergerak. Bola akan terus mendapatkan gesekan kinetik untuk mengurangi kecepatannya. (R10/HR-Online)