Hukum Faraday kimia ditemukan oleh Michael Faraday. Ia merupakan seorang ilmuwan asal Inggris. Pada dasarnya, hukum ini menjelaskan mengenai hubungan antara massa zat yang electrode hasilkan dengan muatan listriknya.
Baca Juga: Perbedaan Sel Volta dan Sel Elektrolisis Beserta Penerapannya
Pengertian Hukum Faraday kimia
Kimia merupakan salah satu cabang ilmu yang menarik. Hukum Faraday adalah satu dari hal yang dipelajari di dalamnya.
Hukum Faraday sendiri memprediksi bagaimana suatu medan magnet saling berinteraksi dengan rangkaian listrik sehingga dapat menimbulkan gaya gerak listrik. Hal itu juga akrab dengan nama fenomena induksi elektromagnetik.
Hukum ini masuk ke dalam bab elektrolisis memiliki definisi sebagai reaksi peruraian zat oleh arus listrik. Prinsip kerja sel elektrolisis adalah dengan menghubungkan kutub negatif dari sumber listrik ke kutub positif di anoda.
Kutub negatif akan mendorong elektron untuk bergerak ke katode sehingga menjadi negatif. Sementara sumber positif akan menarik elektron dari anode sehingga bermuatan positif.
Sel elektrolisis memiliki materi penyusunnya, yaitu:
- Sumber listrik yang merupakan sumber arus searah atau DC. Sebagai contoh baterai atau aki.
- Elektroda yang terdiri dari anoda dan katoda. Anoda merupakan elektroda tempat terjadinya oksidasi. Sedangkan elektroda adalah tempat terjadinya reduksi.
- Elektrolit yang merupakan zat penghantar listrik. Elektrolit dapat berupa lelehan atau larutan. Maksud elektrolit adalah asam, garam dan basa.
Terdapat dua jenis Hukum Faraday, yaitu Hukum Faraday I dan Hukum Faraday II.
Baca Juga: Pengertian Reaksi Redoks dalam Pembelajaran, Ini Penjelasannya
Hukum Faraday I
Pada hukum pertama ini berbunyi:
“Massa zat yang suatu elektrode hasilkan (w) selama proses elektrolisis akan berbanding lurus dengan muatan listrik (Q) yang digunakan”.
Secara sistematisnya, hukum kimia Faraday I ini dapat kita simpulkan dengan persamaan:
w ≈ Q
Keterangan :
- w = massa zat
- Q = muatan listrik elektron
Jumlah penggunaan muatan listrik (Q) akan sama dengan hasil kali antara kuat arus listrik (i) dan selang waktu (t)
Q = i x t
Keterangan:
- i = arus listrik (ampere)
- t = waktu (detik)
Persamaan tersebut akhirnya menghasilkan rumus w ≈ I x ta. Berdasarkan eksperimen yang terjadi, 1 mol elektron akan sama dengan 1 faraday dengan muatan listrik 96.500 Coulomb. Sehingga, hubungan tersebut dapat menjadi rumus Q = ne × F.
Baca Juga: Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit, Ciri-Ciri, Contoh, dan Perbedaannya
Hukum Faraday II
Faraday II berbunyi “massa zat yang elektrode hasilkan selama elektrolisis (w) akan tetap berbanding lurus dengan massa milik ekivalen penggunaan zat (e)”.
Kesimpulan persamaan Hukum Faraday Kimia II secara sistematis adalah:
w ≈ ME
Keterangan:
- w = massa zat
- ME = massa ekivalen zat
Massa ekivalen merupakan massa atom yang relatif (Ar) kemudian terbagi dengan perubahan bilangan oksidasi atau muatan atomnya sehingga menjadi:
ME = Ar/biloks atau muatan ion
Pahami penjelasan dari Hukum Faraday kimia yang berada di dalam bab elektrolisis. Kamu dapat memahaminya bersama dengan rumus kedua jenis Hukum Faraday yang tersedia. (R10/HR-Online)