Salam untuk ahli kubur, menjadi salah satu ajaran dalam agama Islam. Mengucapkan salam ketika memasuki area kuburan termasuk adab ziarah kubur.
Apakah dalam ziarah selama ini Anda sudah mengutamakan adab-adab tersebut? Padahal ziarah sendiri merupakan warisan dari Nabi SAW yang diamalkan oleh cucunya yakni, Hasan dan Husain ziarah kubur.
Cucu nabi tersebut melakukan ziarah bukan hanya bertujuan untuk meneladani Nabi Muhammad saja. Tetapi, keduanya melakukan hal tersebut untuk mengambil pelajaran yaitu mengingat kematian.
Karena datangnya kematian itu sudah Allah janjikan bahwa Setiap yang bernyawa pasti akan mati. Sebab dalam ziarah kubur sendiri agama Islam mengajarkan adanya adab. Maka doa masuk kuburan juga menjadi hal penting untuk kita ketahui.
Tujuan mengapa kita harus membaca doa tersebut ketika memasuki kuburan adalah, untuk menghormati para leluhur atau pendahulu yang sudah wafat.
Biasanya juga, doa ataupun salam masuk kuburan itu bisa dengan melantunkan zikir ataupun membaca doa khusus. Sudah hafal kah Anda?
baca juga: Hukum Menjawab Salam Wajib, Mendatangkan 30 Kebaikan yang Haqiqi
Salam untuk Ahli Kubur, Seperti Apa?
Orang Indonesia, biasanya melakukan ziarah serentak itu ketika memasuki bulan Ramadhan menjelang hari Raya Idul fitri. Hal tersebut seperti sudah menjadi budaya ataupun kewajiban bagi mereka yang keluarganya sudah lebih dahulu wafat.
Sedangkan salam yang sering diucapkan oleh peziarah itu ” Assalamualaikum ya ahlil kubur “.
Ziarah kubur itu apakah termasuk anjuran dari Nabi Muhammad? Banyak orang juga yang memperdebatkan akan hal ini. Sebagian menganggap hal ini itu boleh Anda lakukan.
Tetapi sebagian pula beranggapan tidak perlu kita ziarah ke kuburan yang penting kita mendoakannya setiap waktu.
Namun dalam hadits riwayat Muslim menjelaskan, Rasulullah SAW telah bersabda, dulu aku Melarang kamu untuk ziarah kubur. Tetapi sekarang lakukanlah ziarah kubur, Agar kalian dapat mengingat akhirat.
Jadi tujuan kita ke saat ziarah kubur itu bukan hanya mendoakan Mereka yang sudah lebih dahulu wafat. Kita juga bisa mengingat kematian yang benar-benar nyata akan terjadi pada kehidupan kita setelah melakukan ziarah kubur. Sama seperti halnya apa yang sudah nabi Sabda kan kepada umatnya.
baca juga: Khasiat Air Daun Salam untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui
Lafadz Salam Ketika Nyekar
Kebanyakan orang beranggapan bahwa ziarah kubur itu sebatas menabur bunga saja. Padahal agama Islam sendiri sudah menjelaskan beberapa adab ketika ziarah.
Salah satunya adalah membaca salam untuk ahli kubur. Memang benar dalam ziarah tersebut kita boleh mengucapkan “Assalamualaikum ya ahlil kubur”.
Ketahuilah hadis riwayat Ibnu Majah menjelaskan, ketika Rasulullah SAW berziarah kubur, beliau membaca salam. “Assalamu’alaikum ahliddiyaari minal mu’miniina walmuslimiina, wainna In Syaa Allahubikim Laa hifuuna, nasalullaha lanaa walakumul’afiyata”.
Artinya adalah, semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada kalian, para penghuni kubur, dari kaum mukminin serta Muslimin, sungguh Kami Insya Allah akan menyusul kalian. Kami mohon keselamatan kepada Allah SWT untuk diri kami dan kalian.
Sangat mudah bukan salam untuk ahli kubur itu? Jadi, mari bersama menjadi umat muslim yang mengamalkan semua yang menjadi anjuran dari Allah serta sunah-sunah Nabi Muhammad SAW.
Oh iya, Ucapan salam tersebut hanya berlaku ketika kita memasuki kuburan ataupun mayat orang muslim. Sedangkan jika kita memasuki kuburan orang kafir, seorang muslim itu tidak boleh untuk mengucapkan salam bagi mereka. Tidak boleh pula untuk mendoakan. Sebagaimana dalam hadits riwayat Ibnu Majah nomor 1562.
baca juga: Keutamaan Mengucapkan Salam Menurut Ajaran Rasulullah SAW
Adab Ziarah
Seperti yang sudah jelas sebelumnya, bahwa agama Islam tidak hanya menganjurkan kita mengucapkan salam untuk ahli kubur. Tetapi kita juga perlu memperhatikan serta mengamalkan adab ketika ziarah. Apa saja adab nya, berikut ini penjelasan lengkapnya.
Pertama adalah, hendaknya kita mengucapkan salam kemudian membaca surat pendek. Lalu membaca doa ahli kubur. Tidak boleh untuk menangis berlebihan serta tidak boleh mencium batu nisan.
Paling penting lagi adalah tidak boleh berdiri maupun duduk atas kuburan. Rasulullah juga berpesan melarang para peziarah untuk menggunakan sandal ataupun alas kaki lain. Hal ini juga bertujuan untuk menghormati mereka yang sudah lebih dahulu wafat.
Larangan tersebut juga tertera pada hadits riwayat Abu Dawud yang artinya adalah, Wahai orang yang menggunakan sandal, Celakalah engkau maka Lepaskanlah sandalmu. Orang tersebut melihat dan kemudian menengok bahwa yang menegur itu adalah Rasulullah, maka dengan segera ia melepas dan melemparkan sandal tersebut.
Tidak hanya membaca salam untuk Ahli kubur saja tetapi kita juga harus mengamalkan adab ziarah kubur seperti yang sudah Rasulullah contohkan.