Sejarah Dinasti Abbasiyah mempunyai peranan penting dalam persebaran agama Islam. Seperti yang sudah kita ketahui bahwasanya Khilafah Abbasiyah itu merupakan khalifah yang ketiga dalam Islam, meneruskan Nabi Muhammad SAW.
Setelah peninggalan Rasulullah dan para sahabat, Islam berkembang di bawah pimpinan khalifah Bani Umayyah serta Bani Abbasiyah.
Baca juga: Biografi Ibnu Sina, Bapak Pengobatan Modern dari Islam
Peranan kedua khalifah ini sangatlah penting dalam peradaban agama Islam. Bahkan sampai sekarang ini.
Untuk Bani Abbasiyah sendiri, merupakan kelompok orang yang mempunyai keturunan dengan Nabi SAW. Keturunan melalui paman nabi yang bernama Al Abbas bin Abdul Muthalib Ibn Hasyim.
Kemudian kelompok inilah yang membentuk Khilafah serta menggantikan Dinasti Umayyah setelah keruntuhannya tahun 750 Masehi.
Sejarah Islam mencatat, dinasti tersebut melahirkan banyak ilmuwan yang cerdas. Bahkan ilmuwan tersebut juga terkenal di dunia.
Adanya ilmu pengetahuan serta pendidikan mulai berkembang pesat pada masa pemerintahan tersebut. Sehingga tidak heran apabila banyak orang yang menganggap bahwa dinasti ini membawa peranan penting bagi peradaban agama Islam.
Sejarah Dinasti Abbasiyah dalam Islam
Kekuasaan Bani Abbasiyah ini sendiri, juga berlangsung cukup lama. Lebih tepatnya dari tahun 750-1258 Masehi. Sedangkan untuk puncak popularitasnya sendiri berada pada zaman Harun Ar-rasyid tahun 786 sampai dengan 809 Masehi.
Baca juga: Sejarah Fathu Makkah, Bukti Kekuatan Peradaban Islam
Tidak hanya pada pemerintahan Harun saja, melainkan juga putranya yakni Al-ma’mun tahun 813 sampai 833 Masehi.
Sudah menjadi kewajiban kita untuk mengetahui bagaimana ilmu-ilmu tentang agama Islam. Begitu juga mengetahui bagaimana sejarah peradaban agama Islam.
Sehingga sampai saat ini kita berada pada zaman yang terang benderang. Tidak ada paksaan untuk memeluk agama Islam, tidak ada peperangan, dan tidak ada pembunuhan sama seperti masa-masa Rasulullah SAW dan para sahabat dahulu.
Untuk mengetahui bagaimana sejarah Dinasti Abbasiyah secara rinci, berikut ini penjelasannya untuk Anda.
Masa Pengaruh Persia
Periode pertama sejarah Dinasti Abbasiyah, mengalami banyak kemajuan. Bahkan sudah mencapai pada masa kejayaan mereka.
Pada periode ini, di bawah pimpinan Abu Abbas sampai Al-watsiq. Tepatnya tahun 750 sampai 847 Masehi. Adanya kemajuan tersebut juga berpengaruh terhadap beberapa faktor.
Baca juga: Sejarah Berdirinya Ka’bah, Perjuangan Keras Ibrahim dan Ismail
Beberapa diantaranya adalah terjadinya asimilasi dalam dinasti tersebut. Hal tersebut yang menyebabkan banyak orang ikut berpartisipasi.
Bahkan orang-orang non-arab juga ikut dalam perkembangan dinasti ini. Terkhusus lagi bagi orang Persia. Sehingga periode pertama ini juga bisa dikatakan fokus pada pembangunan peradaban agama Islam.
Pengaruh Turki
Kemudian pada periode 2, sejarah Dinasti Abbasiyah masuk pada masa pengaruh Turki. Periode kedua ini pastinya juga berbeda dengan periode pertama.
Karena pada periode ini Bani Abbasiyah mengalami kemunduran. Pada masa pengaruh Turki ini terjadi selama 98 tahun. Kekhalifahan ini dipimpin oleh Al Mutawakkil yang lemah dalam menjalankan pemerintahannya.
Baca juga: Kisah Abu Nawas, Penyair Islam Termasyhur di Masa Kejayaan Islam
Sebab itulah, kondisi ini dimanfaatkan oleh orang Turki pada masa pemerintahan Al mu’tashim. Adanya perebutan kekuasaan ini juga menyebabkan terjadinya ketidakstabilan politik.
Sehingga Bani Abbasiyah mengalami kemunduran. Meskipun begitu kekacauan ini mampu diatasi. Sehingga sudah tidak ada lagi perebutan kekuasaan antara khalifah.
Dinasti Buwaihi
Tidak berhenti di situ saja sejarah dinasti Abbasiyah. Masuk pada periode ketiga, merupakan pengaruh dari dinasti Buwaihi.
Periode ketiga sendiri terjadi tahun 945 sampai 1055 Masehi. Semakin tua justru menyebabkan dinasti ini mengalami kemunduran.
Penyebab terjadinya hal tersebut adalah dinasti Buwaihi terlalu mendominasi. Sehingga menyebabkan banyak masalah politik.
Bukan hanya itu saja, pusat pemerintahan pindah ke Syiraz. Padahal semula berada di Baghdad.
Pemindahan tersebut dilakukan oleh khalifah Ali Bin Buwaihi. Meskipun pada masa ini politik kacau, namun Bani Abbasiyah tetap konsisten untuk mengembangkan ilmu pengetahuan serta peradaban Islam.
Pada masa ketiga ini juga banyak ilmuwan yang lahir. Ada Al Farabi, Ibnu Sina, serta Ibnu Maskawaih.
Dinasti Seljuk
Selanjutnya masuk pada periode keempat, sejarah Dinasti Abbasiyah mulai tahun 1055 sampai 1199 Masehi. Setelah berhasil lepas dari dinasti Buwaihi, Khilafah Bani Abbasiyah terpengaruh oleh Bani Seljuk.
Adanya paham Syiah yang sudah Bani buwaihi bawa mulai ditinggalkan. Meskipun begitu, dominasi dari Bani Seljuk juga tidak berlangsung lama walaupun banyak terjadi konflik internal.
Karena konflik itulah yang menyebabkan Dinasti Abbasiyah terbebas dari adanya pengaruh dinasti lainnya. Kebebasan dari dinasti lain tersebut masuk pada periode ke-5.
Baca juga: Kumpulan Artikel Sejarah Islam
Kekuasaan berlangsung dari tahun 1199 sampai 1258. Periode kelima inilah yang menyebabkan Dinasti Abbasiyah terbebas dari adanya pengaruh dinasti lain.
Walaupun begitu, tetap saja Abbasiyah mengalami kemunduran. Sebab perluasan wilayah terhenti dan kondisi politik malah kacau. Sehingga menjadi faktor tersendiri kemunduran Dinasti Abbasiyah.
Hingga pada akhirnya, sejarah Dinasti Abbasiyah runtuh tahun 1258 Masehi. Tetapi perjuangan mereka tetap meninggalkan kesan tersendiri bagi umat Islam. Melahirkan banyak ilmuwan, pemikiran yang modern, serta ilmu pengetahuan juga bangunan bersejarah. (R10/HR-Online)