Minggu, April 6, 2025
BerandaBerita BanjarAkibat Aturan Longgar, Banyak Kamar Kost di Banjar Jadi Tempat Mesum

Akibat Aturan Longgar, Banyak Kamar Kost di Banjar Jadi Tempat Mesum

Bentuk bangunan kost-kostan yang lebih modern memiliki daya tarik tersendiri bagi mereka yang ingin tinggal di tempat tersebut. Hal itu pun berpotensi untuk dijadikan sumber pendapatan bagi pemerintah kota. Photo: Eva Latifah/HR.

Banjar, (harapanrakyat.com),-

Seiring dengan perkembangan Kota Banjar, hingga saat ini marak berdirinya kamar kost-kostan, baik di wilayah perkotaan maupun di daerah pelosok. Kini tempat tersebut disinyalir menjadi tempat paling aman untuk melakukan aktifitas seksual oleh sejumlah kalangan.

Bahkan, pola hidup seks bebas di kalangan anak remaja juga dilakukan di kamar kost-kostan, dan kini berkembang semakin serius akibat makin longgarnya kontrol yang mereka terima.

Keberadaan rumah kost-kostan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap moral penghuninya, namun kost-kostan juga berpotensi menjadi sumber pendapatan bagi pemerintah daerah jika regulasinya sudah ada.

Menurut salah seorang pemerhati lingkungan di Kota Banjar, H. Dedi Supriatno, ST., bahwa keberadaan tempat kost bila dilihat dari sisi positifnya memang sangat membantu mereka yang membutuhkan tempat untuk tinggal sementara. Karena, mereka itu kebanyakan pelajar, mahasiswa, pegawai dan lain sebagainya.

Namun, di sisi negatifnya kost-kostan juga dijadikan alternatif untuk berbuat kegiatan di luar dari fungsi kost-kostan. Sebab, harga sewanya lebih murah daripada menyewa sebuah kamar kelas melati.

“Seperti maraknya perbuatan munkarot, ngerumpi, pesta seks atau miras. Hal ini terjadi karena tempat kost luput dari pengawasan lingkungan. Kadang induk semang tidak mendaftarkan nama penghuninya ke RT setempat dengan alasan pemukim sementara,” kata Dedi, kepada HR, Selasa (02/08/2014).

Dengan pesatnya pembangunan di Kota Banjar, lanjutnya, memungkinkan peluang baru dari luar kota untuk sekedar menetap sementara, dan juga mendorong warga melirik ke bisnis tersebut.

Bahkan, banyak rumah biasa dikembangkan menjadi rumah plus kost-kostan, tapi kurang mempedulikan sisi ketertiban, apalagi izin. Karena tempat kostan sekarang bukan hanya dianggap amal, namun sudah ke arah bisnis yang cukup menggiurkan.

Hal itu terbukti banyak investor lokal yang mengembangkan bisnis ini sebagai penghasilan tambahan. Sebab, membangun kost-kostan lebih mudah dibanding dengan membuat hotel, padahal bila dilihat dari sisi fungsinya hampir sama.

Sebagai solusinya, pemerintah perlu mendata semua rumah yang dijadikan tempat kost-kostan, harus ada regulasi khusus mengenai tempat tersebut dengan peraturan walikota yang di dalamnya mencakup izin bangunan, izin tinggal sementara.

“Pemkot tidak diuntungkan apapun dari kost-kosan, akibat belum ada regulasi mengenai kost-kostan. Padahal, tempat itu berpotensi menjadi sumber pendapatan kota bila regulasinya sudah ada. Untuk itu perlu peran lebih aktif dari pemerintah melalui aparat trantib, RT dan RW setempat,” kata Dedi.

Pendapat serupa dikatakan Yuliani, salah seorang warga Jl. Dewi Sartika, Kota Banjar. Menurutnya, ada sebagian aktifitas penghuni kostan yang dianggap mencurigakan oleh sebagian warga.

Sebab, keberadaan tempat tersebut saat ini bukan hanya digunakan oleh warga pendatang yang bekerja di Banjar sebagai tempat untuk istirahat. Namun, ada pula warga pendatang sengaja menyewa kamar kost di Banjar sebagai tempat chek in dengan pasangan selingkuhnya.

“Memang kenyataannya seperti itu, banyak mungkin. Saya sendiri tahu itu. Makanya saya berharap kepada pihak pemerintah terkait untuk digencarkan lagi melakukan razia tempat kost, jangan hotel kelas melati saja,” harapnya. (Eva/Koran-HR)

gebrakan 100 hari kerja

Tokoh Masyarakat Tasikmalaya Menanti Gebrakan 100 Hari Kerja Viman-Dicky

harapanrakyat.com,- Tokoh masyarakat menanti gebrakan 100 hari kerja Viman Alfarizi Ramadah-Diky Chandra, Walikota - Wakil Wali Kota Tasikmalaya. Apalagi sejak dilantik sampai saat ini...
Objek wisata di Kota Banjar sepi pengunjung

Aktivis Prihatin Kota Banjar Sepi Wisatawan saat Libur Lebaran, Anggap Pemkot Gagal 

harapanrakyat.com,- Aktivis GMNI Kota Banjar, Jawa Barat, prihatin dengan kondisi sepinya wisatawan yang berkunjung ke sejumlah destinasi wisata di Banjar saat momen libur lebaran...
Longsor TPT Rumah

Longsor TPT Rumah Terekam Kamera Amatir, Warga Singajaya Garut Panik

harapanrakyat.com,- Longsor Tembok Penahan Tebing (TPT) rumah di Garut, Jawa Barat, terekam kamera amatir warga. Meski tidak ada korban jiwa, namun insiden ini membuat...
Kaleng Kue Lebaran

Balita di Garut Kepalanya Tersangkut Dalam Kaleng Kue Lebaran, Petugas Damkar Turun Tangan

harapanrakyat.com,- Seorang balita di Garut, Jawa Barat, kepalanya tersangkut ke dalam kaleng kue lebaran, Sabtu (5/4/2025). Balita tersebut menangis kesakitan sehingga orang tuanya harus...
Obyek Wisata Curug Panganten

Remaja Asal Tasik Berenang di Obyek Wisata Curug Panganten Ciamis Berujung Maut

harapanrakyat.com,- Seorang remaja asal Kabupaten Tasikmalaya berenang di obyek wisata Curug Panganten, Desa Tanjungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, berujung maut. Remaja bernama Rifki...
Tersambar Petir Saat Mandi

Seorang Warga di Tasikmalaya Tersambar Petir Saat Mandi

harapanrakyat.com,- Seorang warga di Kampung Cikajar, Kelurahan Leuwibudah, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, tersambar petir saat sedang mandi di rumahnya, Sabtu (5/4/2025). Beruntung korban...