Pengertian koloid liofil memberikan wawasan untuk dapat memahami secara mendalam. Barangkali masih banyak yang jarang menemukan koloid dalam kehidupan sehari hari.
Pada dasarnya, koloid itu sendiri merupakan campuran larutan dengan suspensi. Suatu bentuk campuran dua ataupun lebih zat yang memiliki sifat heterogen.
Koloid memiliki ukuran partikelnya terdispersi yang relatif besar sehingga mengalami efek Tyndall. Dengan fase pendispersi cair yaitu koloid liofil. Untuk mengetahuinya, mari simak penjelasan berikut.
Baca Juga: Perubahan Entalpi Pembentukan Standar dalam Reaksi Kimia
Apa Pengertian Koloid Liofil?
Koloid liofil merupakan koloid dengan fase terdispersi yang sering menarik fase atau medium pendispersi itu sendiri.
Hal ini karena adanya gaya tarik antara partikel terdispersi dengan mediumnya kuat. Liofil ini memiliki sifat lebih stabil pada zat terdispersi dengan konsentrasi lebih kecil ataupun besar.
Terjadi koagulasi apabila ada penambahan zat elektrolit dengan jumlah cukup banyak. Sehingga saat koagulasi, liofil ini membentuk gumpalan seperti gel.
Pada dasarnya, liofil memiliki kestabilan yang tidak terpengaruh pada dialisis. Karena bersifat reversibel.
Liofil jika dilihat dari sifat viskositas besar fase pendispersi murni jika diam dalam waktu yang lama menyerupai agar-agar. Tekanan permukaan pendispersi terpengaruh pada artikel pendispersi.
Baca Juga: Contoh Campuran Homogen Ilmu Kimia dalam Kehidupan Sehari-Hari
Contoh Koloid Liofil
Apabila fase pendispersi adalah air, maka koloid liofil disebut dengan koloid hidrofil. Dalam kehidupan sehari-hari, koloid liofil ini sering kita temui. Contoh koloid liofil adalah agar-agar, sabun, deterjen, gelatin, dan kanji.
Pengamatan secara jelas dari pengertian koloid liofil, sifatnya lebih kental. Sol hidrofil tidak akan menggumpal dengan penambahan sedikit elektrolit.
Zat yang terdispersi dari sol hidrofil dapat terpisah dengan pengendapan maupun penguapan. Apabila zat tersebut kembali bercampur air, maka dapat membentuk sol hidrofil kembali.
Sifat daya adsorpsi terhadap medium, liofil lebih kuat. Sementara dari sifat Tyndall, sol liofil terlihat kurang jelas. Dari sisi kekentalan, sol liofil lebih besar dari mediumnya.
Umumnya hidrofil atau liofil berguna dalam proses pencucian pakaian pada pemakaian sabun cuci maupun deterjen.
Deterjen berbentuk tabur maupun cair gel yang mudah larut dalam air. Hal ini dapat bermanfaat untuk kehidupan kita.
Baca Juga: Perbedaan Larutan Koloid dan Suspensi, Simak Selengkapnya
Jika terdapat kotoran yang menempel baik pada pakaian atau kain yang tidak mudah larut dengan air karena minyak atau lemak, maka dengan bantuan sabun atau deterjen, minyak tertarik oleh sabun tersebut.
Karena deterjen larut dalam air sehingga minyak maupun lemak dapat tertarik dari pakaian. Kemampuan deterjen tersebut dalam menarik minyak karena adanya molekul deterjen. Hal ini karena adanya ujung liofil. Sementara pada tarikan minyak adalah ujung liofob.
Pengertian koloid liofil hingga sifat yang ada padanya memberikan pemahaman secara jelas. Pada dasarnya pengetahuan terkait koloid penting Anda ketahui sehingga kita lebih mudah menemukannya. (R10/HR-Online)