Berita Banjar (harapanrakyat),- Rencana pemadaman PJU jelang Nataru (Natal dan Tahun Baru) 2022 di Kota Banjar, Jawa Barat, dikhawatirkan masyarakat akan meningkatkan tindak kriminalitas.
Salah seorang warga, Entis Sutisna mengatakan, ketika pemerintah berencana melakukan pemadaman PJU tersebut, tindak kriminalitas malah meningkat, serta terjadi kecelakaan lalu lintas.
“Saya sangat tidak setuju dengan pemadaman lampu PJU menjelang pergantian tahun baru nanti. Saya khawatir banyak kejadian kriminalitas dan kecelakaan lalu lintas,” katanya kepada HR Online, Selasa (21/12/2021).
Menurut Entis, dalam mengantisipasi terjadinya kerumunan ketika malam pergantian tahun. Sebaiknya pemerintah melakukannya dengan cara yang lain, seperti rekayasa lalu lintas.
Karena jika berkaca pada perayaan malam tahun baru sebelumnya, di Kota Banjar tidak terlalu ramai dan tidak ada kerumunan.
Baca Juga : Antisipasi Euforia Nataru, Walikota Banjar Akan Lakukan Pemadaman Lampu PJU
“Toh di Banjar mah seperti yang sudah-sudah juga tidak terlalu ramai. Apalagi sekarang tidak ada hiburan malam atau acara khusus menyambut pergantian tahun baru,” ujarnya.
Namun, kata Entis, jika pemadaman lampu PJU itu tetap harus pemerintah kota lakukan, seharusnya pemerintah juga menjamin keamanan masyarakat dari aksi kriminalitas.
Misalnya dengan menambah frekuensi patroli polisi, juga memastikan bagaimana caranya supaya tidak ada kecelakaan lalu lintas.
Sebelumnya, Walikota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih, berencana melakukan pemadaman lampu PJU mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.
Tujuannya untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan massa dan euforia menyambut pergantian malam tahun baru. Sehingga dikhawatirkan terjadi gelombang ketiga penyebaran virus Covid-19. (Sandi/R3/HR-Online/Editor-Eva)