Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Capaian PAD Kota Banjar, Jawa Barat, masih rendah menjelang akhir tahun 2021, yaitu baru tercapai sekitar 6,92 persen atau Rp 84.096.158.260,00.
Adapun target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Banjar pada tahun 2021 jumlahnya sebesar Rp 138.053.491.482,00.
Berdasarkan data realisasi PAD Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Banjar, sejumlah instansi atau OPD penghasil PAD yang masih rendah diantaranya BLUD RSU Kota Banjar dan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3).
Terkait hal itu, Dirut BLUD RSU Kota Banjar, dr. H. Agus Budiana Eka Putra, membenarkan belum maksimalnya capaian realisasi target PAD Tahun 2021 tersebut.
Ia mengatakan, tahun ini dari target PAD sebesar Rp 100.000.000.000, sampai bulan Desember ini baru tercapai sekitar 51,78 persen atau sebesar Rp 51.783.899.457.
Agus menjelaskan bahwa, yang menjadi kendala belum maksimalnya realisasi target PAD tersebut yaitu karena keterlambatan pembayaran klaim pembiayaan Covid-19 dari Kementerian Kesehatan.
Selain itu, dari sektor pendapatan yang lain seperti pelayanan pasien peserta BPJS (BPJS InHealth) juga mengalami penurunan. Karena saat pandemi Covid-19 mengutamakan penangan pasien Covid-19, sehingga mempengaruhi nilai pendapatan.
“Cuma dua sektor itu yang masih belum maksimal. Tapi kalau dari sektor pendapatan yang lain rata-rata sudah terealisasi secara maksimal,” terangnya.
Ia juga mengatakan, saat ini dari pihak RSUD sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk klaim pembayaran tersebut. Karena secara administrasi sudah lengkap.
Bahkan dari pihak RSUD juga sudah melakukan verifikasi dan validasi data dengan BPJS Kesehatan. Tinggal menunggu dari Kementerian Kesehatan.
“Secara administratif kita sudah lengkap, karena sudah verifikasi juga sama BPJS Kesehatan. Harapan kami pertengahan Desember sudah masuk dan target PAD RSUD bisa terealisasi,” ungkap Agus.
Baca Juga : Pemkot Banjar Lelang Kendaraan Dinas Harga Mulai Rp 200 Ribuan
Capaian PAD DKP3 Kota Banjar Baru 56,07 Persen
Sementara itu, Kepala DKP3 Kota Banjar, drh. H. Aswin mengatakan, untuk realisasi PAD sektor pertanian dari target sebesar Rp 1 miliar, baru terealisasi 56,07 persen atau sebesar Rp 560.701.000.
Adapun yang menjadi kendala itu karena dari tiga sektor pendapatan yang menjadi penghasil PAD pada DKP3, seperti penjualan benih ikan dan bibit padi mengalami perlambatan.
“Faktornya itu untuk penjualan bibit pada dua bulan lalu kurang maksimal, dan sekarang itu masih proses berjalan. Kami upayakan nanti sebelum akhir bulan target bisa tercapai maksimal,” kata Aswin.
Terpisah, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Banjar, Dedi Suardi mengatakan, untuk realisasi PAD Disporapar terpenuhi maksimal dari nilai yang ditargetkan.
Meskipun untuk target PAD jumlahnya tidak besar, namun bisa terealisasi sebesar Rp 21.750.000, dan itu bukan pendapatan dari sektor pariwisata.
Menurut Dedi, hal itu karena pendapatan dari sektor wisata masih terkendala regulasi. Yaitu belum terbentuknya Perda Pariwisata yang saat ini Rancangan Induk Pariwisata Daerah (RIPDA) tersebut tengah menunggu proses finalisasi DPRD.
“Untuk retribusi pariwisata kami masih terkendala Perda. Nanti setelah Perda terbentuk baru kami akan memaksimalkan potensi yang ada. Termasuk membentuk Badan Promosi Wisata Daerah,” ujar Dedi. (Muhlisin/R3/HR-Online/Editor-Eva)