Memahami dan mengamalkan adab ke kamar mandi adalah suatu kewajiban bagi setiap Muslim. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa tindakan tersebut sesuai dengan ajaran-ajaran agama Islam yang mengandung nilai-nilai yang baik. Oleh karena itu, penting bagi umat Islam untuk menelusuri dan memperdalam pemahaman mereka tentang adab ini.
Baca juga: Adab Berhias bagi Muslimah Sesuai dalam Syariat Islam
Ketika seorang Muslim hendak menggunakan kamar mandi, ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan. Mereka yang beriman dan menghormati aturan-aturan agama Islam seharusnya juga menerapkan prinsip-prinsip mengenai adab di kamar mandi ini. Agama Islam telah mengajarkan berbagai aspek dengan sangat rinci, termasuk adab yang terkait dengan kamar mandi ini.
Pentingnya Adab ke Kamar Mandi
Dalam hadis, Nabi Muhammad mengajarkan bahwa kamar mandi adalah tempat jin berada. Oleh karena itu, sebelum memasuki kamar mandi, umat Islam dianjurkan untuk memperhatikan adab yang sesuai. Termasuk berdoa dan meminta perlindungan kepada Allah SWT dari gangguan makhluk gaib, serta menjaga kesucian dan kebersihan.
“Pembatas antara jin dengan aurat bani Adam (manusia) manakala seorang di antara mereka masuk ke kamar mandi, adalah agar ia mengucapkan ‘Bismillah’.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Etika ke Toilet Sesuai Ajaran Agama Islam
Terkadang, dalam kesibukan dan kegiatan yang terburu-buru, kita mungkin melupakan hal-hal yang kita anggap sepele seperti adab masuk dan keluar dari kamar mandi. Namun, memahami dan mengamalkan adab-adab tersebut adalah bagian penting dari menjalani kehidupan berdasarkan prinsip-prinsip agama Islam.
Ini merupakan bentuk penghormatan terhadap agama dan juga sebagai wujud kesadaran spiritual kita. Dengan demikian, kita dapat menjalani kehidupan yang lebih bermakna dan lebih sesuai dengan ajaran Islam.
Adab yang perlu seorang Muslim perhatikan saat berada di dalam kamar mandi memang memiliki kepentingan yang besar dalam agama Islam. Berikut adalah beberapa adab sesuai dalam ajaran Islam:
Dahulukan Kaki Kiri
Ketika hendak memasuki toilet, hendaklah memberi prioritas pada kaki kiri. Namun, saat meninggalkan kamar mandi, berikan prioritas pada kaki kanan.
Baca juga: Adab Berjabat Tangan dan Maknanya dalam Islam
Hal ini karena kamar mandi merupakan salah satu tempat yang kotor. Oleh karena itu sesuai sunnah, untuk memasukinya dengan memberi prioritas pada kaki kiri.
Sebagaimana yang tercantum dalam Hadis Riwayat Bukhari Muslim:
“Rasulullah SAW cenderung untuk memberi prioritas pada kaki kanan saat mengenakan sandal, menyisir rambut, bersuci, dan dalam setiap hal yang baik.”
Gunakan Tangan Kiri saat Bersuci
Adab ke kamar mandi berikutnya ialah menggunakan tangan kiri ketika bersuci. Dalam Islam, tangan kanan dianggap lebih baik untuk melakukan berbagai kegiatan. Namun, dalam hal beristinja atau bersuci, sebaiknya menggunakan tangan kiri.
Dalam Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim menyebutkan:
“Jika salah seorang di antara kalian minum, janganlah ia bernapas di dalam bejana. Jika ia buang hajat, janganlah ia memegang kemaluan dengan tangan kanannya. Juga, janganlah ia beristinja’ dengan tangan kanannya.”
Baca juga: Adab Menghadiri Undangan Jamuan dan Pernikahan yang Baik Menurut Islam
Diam di Toilet
Saat berada di toilet, terkadang kita tanpa sengaja melakukan kegiatan yang mengeluarkan suara, seperti bernyanyi. Namun, akan lebih tetap diam saat berada di toilet.
Ibnu ‘Umar Radhiyallahu ‘anhuma menyampaikan:
“Ada seseorang yang melewati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang buang air. Dia mengucapkan salam, tetapi Rasulullah tidak membalasnya.” (HR. Muslim).
Hindari Menghadap Kiblat
Ini juga termasuk adab ke kamar mandi. Saat buang air, sebaiknya tidak menghadap kiblat. Hal ini tercantum dalam Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim yang menyatakan:
“Jika kalian pergi ke toilet, jangan menghadap kiblat atau membelakanginya. Sebaliknya, hadaplah ke arah timur atau barat.”
Jangan Bawa Benda yang Mengandung Asma Allah atau Nabi dan Rasul
Ketika berada di dalam kamar mandi, hendaknya hindari membawa barang-barang yang memiliki tulisan asma Allah atau yang berkaitan dengan nabi dan rasul. Bahkan, menurut beberapa sumber di Islam NU, melafalkan bismillah di dalam toilet sebaiknya kita hindari.
Hal ini tercantum dalam Al Mawsu’atul Fiqhiyyah yang menyatakan:
Ibnu ‘Abidin menyatakan bahwa jika seseorang berwudhu di toilet, apakah dia harus membaca bismillah dan doa-doa wudhu lainnya untuk menjaga kesucian atau meninggalkannya mengingat tempatnya?
Menurut Ibnu ‘Abidin, pendapat yang lebih jelas adalah meninggalkan doa-doa tersebut karena mayoritas ulama lebih memprioritaskan larangan daripada perintah. Hal ini sesuai dengan pendapat ulama dari Madzhab Hanbali yang menyatakan bahwa membaca bismillah adalah wajib dalam wudhu.
Namun, tetap berzikir di dalam hati tidak dilarang, sementara menurut ulama Madzhab Maliki, berdzikir di toilet dianggap makruh. Merujuk pada ajaran tersebut, lebih baik tidak membaca bismillah saat berwudhu ketika berada di dalam toilet.
Doa Masuk Toilet
Doa Keluar Toilet
Baca juga: Adab Sebelum Ilmu, Lebih Bermanfaat dan Dihargai
Itulah adab ke kamar mandi yang dapat seorang muslim pahami dan laksanakan. Bagi sebagian orang masuk ke kamar mandi mungkin terlihat sebagai hal yang sepele. Akan tetapi, dalam agama Islam, tindakan sekecil apapun pun memiliki nilai yang mendalam ketika kita lakukan dengan kesadaran kepada ajaran agama. (R10/HR-Online)