Bacaan ikhfa syafawi termasuk dalam pembahasan ilmu tentang tajwid. Kapan kita mempelajari ilmu tersebut? Sudah seharusnya kita mempelajari ilmu-ilmu yang berkaitan tentang tajwid sejak dini.
Sebab jika kita mempelajarinya sejak dini, kelak semakin dewasa kita akan lebih mudah untuk mengamalkannya.
Ilmu tajwid bisa kita dapatkan saat sekolah maupun di Taman Pendidikan Al-Qur’an. Kebanyakan orang mempunyai pemikiran, hendaknya kita mengajarkan tentang ilmu tajwid setelah mereka lulus iqro.
Faktanya, menginjak iqro 4 sampai 5, terkadang sudah ada bacaan ikhfa. Lantas, masihkah kita harus menunggunya setelah lulus iqro?
Seperti yang sudah kita ketahui bahwasanya terdapat 12 aturan dalam hukum tajwid. Sebagai seorang muslim, sudah menjadi kewajiban kita untuk mempelajari itu semua.
Namun semua itu juga sudah dikelompokkan berdasarkan hukum bacaannya. Ada yang merupakan hukum bacaan nun mati atau tanwin. Ada juga yang termasuk sebagai hukum bacaan mim mati.
Baca juga: Puasa Arafah dan Tarwiyah Beserta Bacaan Niat dan Keutamaannya
Penjelasan Tentang Bacaan Ikhfa Syafawi
Sebelum kita lanjut lebih dalam untuk membahas kaidahnya dalam ilmu tajwid, perlu Anda ketahui bahwa ikhfa syafawi termasuk dalam pembagian hukum bacaan mim sukun. Dalam pembagian ini, terdapat tiga hukum bacaan. Ada ikhfa syafawi, idgham mitslain, serta idzhar syafawi.
Untuk hukum bacaan izhar syafawi, mempunyai pengertian apabila ada mim sukun bertemu dengan huruf selain mim dan ba, maka cara membacanya harus jelas tanpa adanya ghunnah. Hal ini juga berlaku apabila bertemu dengan huruf ف dan و. Contoh: أَنْعَمْتَ عَلَيْهِم.
Lanjut ke idgham mitslain, artinya adalah jika ada mim sukun bertemu dengan mim mati, maka cara untuk kita mengucapkannya adalah mim tersebut harus kita sertai dengan ghunnah. Misalnya: إنّها عَلَيهِم مّؤْصَدَةٌ.
Kemudian untuk bacaan ikhfa syafawi, mempunyai makna jika ada mim sukun bertemu dengan huruf ba. Dengan demikian, cara membacanya adalah mim tersebut nampak samar, namun juga disertai dengan ghunnah.فَإذَ هُمْ بِاالسّاهِرَةِ.
Secara harfiah, ikhfa artinya adalah menyembunyikan dan menyamarkan. Sedangkan syafawi artinya adalah bibir. Jadi, bisa kita simpulkan bahwa bagian dari hukum mim sukun ini mempunyai arti menyamarkan bacaan dengan bibir atau di bibir.
Mengapa demikian? Alasannya adalah mim sukun dan ba merupakan huruf yang tempat keluarnya itu mempunyai makhorijul huruf di kedua bibir kita.
Baca juga: Bacaan Dua Kalimat Syahadat Memiliki Keutamaan Membawa Ke Surga
Huruf dalam Hukum Bacaan
Untuk huruf dari bacaan ikhfa syafawi, seperti yang sudah dijelaskan pada bagian sebelumnya, ada مْ dan ب. Kedua huruf hijaiyah tersebut mempunyai tempat keluar pada kedua bibir kita atau dalam ilmu tajwid seringkali disebut dengan syafatain.
Untuk mengetahui kebenarannya, Anda bisa membuktikan sendiri. Caranya cukup mudah, Anda lafadzkan saja kedua huruf tersebut. Anda akan mendapatkan jawaban yang benar.
Baca juga: Bacaan Niat dan Tata Cara Sholat 5 Waktu, Perhatikan Dengan Baik
Contoh Bacaan
Untuk lebih mudah mendapatkan contoh bacaan yang terdapat dalam Al-Qur’an, maka kita harus mengetahui arti atau makna dari ikhfa syafawi itu sendiri.
Nah, dengan adanya penjelasan bagian sebelumnya tadi, ternyata juga mempermudah kita dalam menentukan mana bacaan Al-Qur’an yang tergolong sebagai hukum ikhfa syafawi dan mana yang bukan.
Contoh-contoh hukum bacaan ini pun bukan tidak mungkin akan kita temukan dalam satu surat, tetapi jumlahnya banyak. Misalnya saja kita mencari pada Al-Qur’an surat Al-Baqarah.
Tujuan Belajar Tajwid
Ketika kita mempunyai kemauan untuk memahami bacaan ikhfa syafawi, berarti kita juga sudah berniat mempelajari ilmu tajwid. Sebenarnya untuk apa sih kita mempelajari ilmu tajwid?
Mengenai tujuannya, sudah pasti sangatlah beragam. Akan tetapi, pada intinya sebagai upaya untuk kita menghindari kesalahan-kesalahan yang terjadi saat membaca Al-Qur’an.
Kesalahan-kesalahan itu sendiri juga tergolong menjadi dua. Ada lahn jali. Artinya adalah kesalahan yang terjadi saat membaca Al-Quran, baik itu yang mengubah arti maupun tidak, sehingga menyalahi kelaziman serta tradisi ulama qiroat.
Lahn khafi maknanya adalah kesalahan terjadi ketika kita membaca Al-Qur’an yang tidak sampai menyalahi urf qurra. Sudah pasti kita tidak mau jika amalan ibadah kita itu tidak diterima oleh Allah bukan?
Sebab membaca Al-Qur’an merupakan salah satu amal ibadah, maka hendaknya kita mempelajari ilmu tajwid. Salah satunya adalah hukum bacaan ikhfa syafawi. (MUhafid/R6/HR-Online)