Sabtu, April 5, 2025
BerandaBerita CiamisPeternak Kelinci Hias di Ciamis Untung Jutaan, Pesanan dari Malaysia

Peternak Kelinci Hias di Ciamis Untung Jutaan, Pesanan dari Malaysia

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Tedi Setiawan, seorang peternak kelinci hias dari Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat sukses raup untung jutaan rupiah per bulannya. Bahkan ia juga mendapat pesanan kelinci hias dari berbagai kota di Indonesia sampai pesanan dari Malaysia.

Pria yang tinggal tepat di belakang terminal angkot Cisaga ini awalnya mendapat bibit kelinci hias dari Dinas Peternakan Kabupaten Ciamis sepuluh tahun yang lalu. Dengan bimbingan Dinas Peternakan Ciamis, kini Tedi memiliki puluhan induk kelinci hias dengan omzet Rp 4 juta sampai Rp 5 juta sekali panen.

Tedi mengatakan, saat ini ia memiliki 40 kandang yang diisi oleh kelinci hias, untuk pakannya Tedi menghabiskan pelet khusus kelinci sekitar Rp. 1.200.000 per bulan.

“Dari 40 kandang saat ini, jumlah kelinci hias betina ada 30 ekor. Setelah dikawinkan rata-rata mendapat 4 sampai 5 ekor dari satu indukan betina,” katanya kepada HR Online, Minggu (21/11/2021).

Menurut Tedi masa hamil kelinci sekitar 1 bulan, dilanjutkan dengan masa menyusui 45 hari. Sehingga dalam setahun satu indukan kelinci bisa empat kali panen.

“Setahun per indukan kelinci bisa empat kali panen dengan jumlah anakan satu sampai 11 ekor, tetapi jarang yang di atas 7 ekor,” jelasnya.

Harga Kelinci Hias di Peternak Ciamis Ini Ada yang Jutaan Rupiah

Terkait harga, Tedi menjelaskan satu anak kelinci dijual dengan harga Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu. Namun, ada juga kelinci hias yang harganya mencapai Rp 800 ribu sampai Rp 1.500.000.

“Dalam sebulan memang tidak tentu berapa penjualan, tapi kalau buka lapak setiap buka lapak ada 4 sampai 5 kelinci yang terjual,” katanya.

Kelinci hias. Foto: Kelinci Ciamis 27

Jenis kelinci hias yang diternak Tedi English Angora, Fuji Lop, American Rex sampai Holand Hop.

Pantauan HR Online di kandang kelinci milik Tedi, kelinci-kelinci tersebut terlihat lucu dengan bulu tebal seperti kucing angora. Sedangkan warnanya, selain putih polos, ada juga yang berwarna putih hitam seperti sapi serta kelinci dengan bulu coklat.

Sementara bentuk kupingnya juga unik, berbeda dengan kelinci lokal yang biasa dipelihara pada umumnya.

Tedi biasa memasarkan kelinci hiasnya di Alun-alun Banjar Patroman atau seputar Waterpark Banjar Patroman setiap hari Minggu.

“Tapi ada juga yang sudah langganan datang ke rumah langsung,” kata Tedi seraya menyebutkan pelanggannya berasal dari berbagai kalangan, termasuk dosen hingga polisi.

Menurut Tedi ada risiko yang harus ia tanggung jika memasarkan langsung di Alun-alun Banjar, karena kelinci bisa stress di perjalanan.

“Kemarin ada yang mati satu karena stress di jalan, makanya saya nggak berani bawa ke Ciamis dan dipasarkan di Ciamis,” katanya.

Dapat Pesanan dari Malaysia

Selain pemasaran secara langsung, Tedi juga menjual kelincinya secara online. Jika harga sudah disepakati, pembeli mentransfer uang pembayaran, baru Tedi akan mengirim kelinci hias pesanannya.

“Paling jauh itu sampai Riau, alhamdulillah selamat. Bulan depan itu ada pesanan dari Malaysia, tapi barangnya lagi nggak ada,” katanya.

Filosofi nama Kelinci Ciamis 27 berasal dari dua kelinci menjadi 7 kelinci dan seterusnya. Foto: Ndu/HR

Mengirim kelinci hias ke luar kota bahkan ke luar negeri, lanjut Tedi, memiliki risiko kelinci mati di jalan. “Karena itu kita suka ada kesepakatan sebelumnya, kalau misalnya mati apa diganti semua atau diganti setengahnya, sesuai kesepakatan. Kalau misalnya pesan 20 ekor, terus mati di jalan dan sebelumnya ada kesepakatan diganti semua, ya kita ganti semua,” jelas Tedi.

Selain beternak kelinci, peternak yang memiliki brand Kelinci 27 ini juga biasa merawat kelinci pelanggannya yang sakit.

“Suka ada yang minta dirawat karena misalnya kelincinya jamuran,” katanya.

Selain itu, Tedi juga memanfaatkan air seni kelinci dan kotorannya untuk pupuk. “Itu pupuknya bisa untuk pupuk tanaman, untuk penumbuh daun jadi rimbun dan sehat,” katanya.

Sebelum sukses seperti saat ini, usaha Tedi yang sudah berjalan selama 10 tahun ini bukannya tanpa tantangan.

“Pernah dulu ditipu, beli kelinci dibilangnya jenis ini, ternyata bukan. Sehingga saat ini saya selalu mengingatkan pembeli yang datang tentang kelinci yang tak layak dibeli,” katanya.

Tedi tidak ingin pelanggannya kena tipu seperti dirinya. Karena itu, Tedi mengaku selalu mengedepankan edukasi terlebih dahulu bagi pembeli kelincinya.

“Biasanya saya tunjukkan, kelinci yang seperti ini tak layak dibeli. Jadi biar yang lain gak ketipu seperti saya dulu,” katanya.

Terakhir Tedi berharap pandemi segera berlalu, ia mengaku sudah kangen berkumpul dengan peternak lainnya di Ciamis dalam Festival yang rutin digelar oleh Dinas Peternakan. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Hari Jadi Desa Jajawar

Mengintip Keseruan Warga Ngubyag Balong Saat Hari Jadi Desa Jajawar Kota Banjar

harapanrakyat.com,- Mengintip keseruan masyarakat saat ngubyag balong atau menangkap ikan bersama-sama di empang dalam merayakan Hari Jadi Desa Jajawar ke-19, di Kecamatan Banjar, Kota...
Ratusan Penumpang Berdesakan Naik Bus di Terminal Ciakar Sumedang

Arus Balik Lebaran, Ratusan Penumpang Berdesakan Naik Bus di Terminal Ciakar Sumedang

harapanrakyat.com,- Lima hari pasca Lebaran, penumpang arus balik di Terminal Tipe A Ciakar Sumedang, Jawa Barat, mengalami lonjakan, Sabtu (5/4/2025). Bahkan, ratusan penumpang tampak...
Obyek Wisata Batu Peti

Obyek Wisata Batu Peti Kota Banjar Mulai Diminati Pengunjung Saat Libur Lebaran

harapanrakyat.com,- Momen libur Lebaran 2025, obyek wisata Batu Peti yang berlokasi di Dusun Muktiasih, Desa Sukamukti, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, mulai banyak...
Kabinet Prabowo

Rumor Najwa Shihab Masuk Kabinet Prabowo, Diduga karena Absen Kritik Pemerintah

Jurnalis Najwa Shihab baru-baru ini menjadi perbincangan. Pasalnya Najwa dirumorkan akan masuk kabinet Prabowo. Dugaan tersebut muncul karena Najwa yang biasanya vokal mengkritik pemerintah,...
Tarian Bagi-bagi THR

Viral Tarian Bagi-bagi THR Mirip Tarian Bangsa Yahudi, Begini Asal Usulnya!

Salah satu tradisi masyarakat muslim di Indonesia yang tak bisa dihilangkan saat momen Idul Fitri yakni bagi-bagi tunjangan hari raya atau THR. Pada Lebaran...
Maxime Bouttier Melamar Luna Maya, Cinta Bersemi di Bawah Bunga Sakura

Maxime Bouttier Melamar Luna Maya, Cinta Bersemi di Bawah Bunga Sakura

Maxime Bouttier melamar Luna Maya belum lama ini. Kabar bahagia datang dari pasangan selebriti ternama Tanah Air. Maxime Bouttier resmi melamar kekasihnya, Luna Maya,...