Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),– Anak yang tenggelam di Pantai Karapyak, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat ternyata seorang penghafal Al-Qur’an (tahfidz).
Hal itu terungkap saat Walikota Banjar Ade Uu Sukaesih meninjau lokasi tenggelamnya Muhammad Usamah Salahudin (13), korban tenggelam asal Kota Banjar, Kamis (4/11/2021).
“Ini anak soleh bahkan Tahfidz Al-Qur’an 20 juz, saya tergerak untuk datang langsung ke lokasi,” kata Ade Uu.
Walikota Banjar ini juga mendoakan agar korban yang saat ini masih dalam pencarian tim SAR gabungan cepat ditemukan. “Yang penting saat ini kita berdoa dan ikhtiar, semoga cepat ditemukan,” katanya.
Baca Juga: Terseret Ombak, Dua Bocah Tenggelam di Pantai Karapyak Pangandaran
Selain Walikota Banjar, sebelumnya Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata juga meninjau Pantai Karapyak lokasi tenggelamnya anak asal Kota Banjar.
Jeje juga memberi motivasi kepada orang tua korban agar selalu tabah dan sabar. Ia berjanji akan mengurus asuransi korban melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Pangandaran.
Sementara itu orang tua korban tenggelam Adi Hadianto (39) mengucapkan terima kasih atas perhatian dan motivasi dari pemerintah Kabupaten Pangandaran dan Pemkot Banjar.
Guru Madrasah Ibtidaiyah sekaligus Dosen STIT Muhammadiyah Kota Banjar ini mengatakan, akan menunggu sampai hari ketujuh di Pantai Karapyak bersama keluarganya yang lain.
“Mudah-mudahan ini menjadi doa serta kebaikan untuk anak saya. Kalaupun tidak ketemu jasadnya, semoga husnul khotimah ahli surga,” kata Adi Hadianto.
Adi juga membenarkan anak satu-satunya itu adalah penghafal Al-Qur’an 20 juz yang sekolah di Madrasah Tsanawiyah Karyamukti Kota Banjar.
“Memang benar anak saya sudah tahfidz Al-Qur’an 20 juz. Semoga ini sebagai amalan jihad anak saya yang meninggal karena tenggelam,” singkatnya. (Madlani/R7/HR-Online/Editor-Ndu)