Berita Banjar, (harapanrakyat.com),– Dua orang gepeng (gelandang dan pengemis) yang terjaring razia penertiban Satpol PP kota Banjar beberapa waktu lalu ternyata anak putus sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar Lukmanul Hakim melalui Kabid Dikdas Ahmad Yani, mengatakan, pihaknya selaku instansi yang menaungi pendidikan siap menindaklanjuti jika pihak keluarganya berkeinginan untuk menyekolahkan lagi anak tersebut.
Adapun untuk jenjang pendidikan yang diberikan akan disesuaikan dengan usia dan pendidikan yang dulu pernah diselesaikan oleh kedua anak tersebut.
Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pihak keluarga serta menelusuri asal tempat sekolah kedua anak tersebut.
“Kami dari Dinas tentu siap memfasilitasi jika ingin ke sekolah lagi. Namun sebelum itu dari pihak keluarga dan kedua anak tersebut juga harus mendukung,” kata Ahmad Yani kepada wartawan, Senin (1/11/2021).
Baca Juga: Gepeng Terjaring Razia Satpol PP Kota Banjar, Ada 2 Anak Putus Sekolah
Lanjutnya, untuk anak atas nama Fajar menurutnya dulu sudah pernah ditemui dan sempat juga ditawari sekolah. Saat itu, yang bersangkutan tidak memiliki keinginan untuk sekolah.
Sedangkan untuk yang anak perempuan, kata Ahmad Yani, memang baru terlihat sekarang. Namun untuk solusinya nanti akan dipulangkan terlebih dahulu ke pihak keluarganya supaya terang permasalahannya.
“Kalau orang tuanya misalkan berkeinginan menyekolahkan lagi kami juga mau memfasilitasi lagi. Cuma ya itu harus ada keinginan dari orang tua dan anaknya. Karena biasanya anak yang seperti ini karena kurangnya perhatian dari keluarga,” jelasnya.
Dua Gepeng yang Putus Sekolah Sudah Didata dan Dibina
Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial P3A Kota Banjar, Kokom Komala melalui Kasi Rehsos Risma Septiandani, mengatakan, dari hasil razia yang dilakukan oleh Petugas Satpol PP ada empat orang yang berhasil diamankan.
Dua orang manusia silver tersebut masing-masing dari Garut dan Tasikmalaya sementara yang dua anak itu warga Cipadung Kelurahan Purwaharja dan warga lingkungan Sumanding Kelurahan Mekarsari.
Risma menambahkan, keempat orang yang terjaring razia tersebut sudah dilakukan pendataan dan pembinaan. Semuanya akan dipulangkan ke keluarganya masing-masing.
“Untuk yang Fajar itu dulu orang tuanya juga pernah dilakukan pendataan dan sekarang sudah bekerja. Kalau yang Fika kakaknya juga dulu pernah dilakukan pembinaan. Setelah ini akan kami pulangkan ke keluarganya masing-masing,” katanya. (Muhlisin/R7/HR-Online/Editor-Ndu)