Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Sandi Supriadi, seorang warga Utama, tepatnya warga RT 04, RW 02, Dusun Wetan, Desa Utama, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengaku tidak bisa tidur setelah turut serta dalam evakuasi korban tenggelam siswa-siswi MTs Harapan Bunda Cijantung.
Sandi mengaku tak bisa tidur karena terbayang terus wajah jenazah yang berhasil ia angkat dari dasar Sungai Cileueur.
“Sebelum ikut melakukan evakuasi korban tenggelam, saya dikasih tahu oleh warga lain melalui grup WhatsApp bahwa di Leuwi Ili banyak siswa yang tenggelam. Saya pun langsung datang ke lokasi,” ungkapnya, Sabtu (16/10/2021).
Lebih lanjut Sandi mengatakan, ketika datang ke lokasi, Sandi melihat kondisi Sungai Cileueur yang airnya tidak menandakan telah terjadi korban tenggelam. Karena airnya tenang, bahkan alirannya juga tidak deras.
Berbeda jika sedang terjadi hujan, yang mana aliran air sungai deras dan membahayakan kalau melakukan aktivitas berenang.
Meski sudah datang ke sungai, namun Sandi dan warga lainnya tidak langsung turun, karena harus menunggu tim Basarnas dari Tasikmalaya.
“Bahkan sempat terjadi adu argumen dengan petugas tersebut, karena kalau ingin mengetahui ada korban harus dengan cara menyelam,” kata Sandi.
Baca Juga : Polisi Masih Dalami Tragedi Susur Sungai Cileueur Ciamis
Kedalam Leuwi Ili di Sungai Cileueur Ciamis
Setelah lama terjadi adu argumen dengan petugas Basarnas, tiba-tiba muncul salah seorang korban ke permukaan sungai. Kemunculan jasad seorang korban tersebut seolah memberi tanda.
“Tubuh korban pun langsung dievakuasi ke pinggir sungai. Setelah itu saya yakin kalau di bawah banyak korban. Karena kondisi Leuwi Ili ini kedalaman dasarnya ada tiga meter, empat meter, dan enam meter,” terang Sandi.
Selain itu, ada palung yang menyebabkan pusaran air. Sehingga, bagi yang tidak bisa berenang maka akan terbawa arus ke dalam, dan sepertinya ke 11 siswa-siswi yang menjadi korban tersebut tidak bisa berenang.
Warga yang ikut membantu Basarnas dalam evakuasi korban, semuanya sudah terbiasa melakukan kegiatan di Leuwi Ili ketika mencari ikan.
“Artinya, karena kondisi korban posisinya berada di bawah air, maka harus dengan menyelam untuk bisa menemukannya. Saat itu saya berhasil mengangkat tiga jenazah ke permukaan sungai,” jelasnya.
Sandi menambahkan, tiga korban yang berhasil diangkatnya dari dasar Leuwi Ili semuanya sudah tersangkut pada bebatuan. Sehingga untuk mengangkatnya harus dengan cara menyelam ke dasar sungai. (ES/R3/HR-Online)
Editor : Eva