Setidaknya ada lima kesalahan Attack On Titan Live Action yang dibenci fans. Film yang diadaptasi dari manga dan anime mahakarya Hajime Isayama ini menghancurkan imajinasi para penggemarnya.
Attack On Titan dalam bentuk film ini menambah sederet anime yang gagal kala dibuat versi layar lebarnya. Banyaknya anime dan game yang dibuat Live Action sering kali mengecewakan.
Sebut saja Dragon Ball dan Death Note yang gagal mendapatkan perhatian baik dari penonton. Live Action kedua anime tersebut gagal di pasaran movie.
Baca Juga: 5 Anime Paling Populer, Tak Ada One Piece dan Naruto?
Padahal anime-nya sendiri memiliki banyak penggemar. Bahkan di myanimelist, Death Note jadi anime paling populer.
Ini 5 Kesalahan Attack On Titan Live Action
Attack On Titan atau Shingeki No Kyojin memiliki banyak side cerita. Anime, chibi hingga Live Action.
Karya Hajima versi Live Action ini yang gagal. Kira-kira kenapa ya? Berikut beberapa penjelasannya:
1. Karakter EMA (Eren Mikasa Armin) Rusak
Fans Attack On Titan pasti tahu bagaimana peran yang sangat kuat dari Eren, Mikasa dan Armin. Ketiganya adalah tokoh kunci dari karya Hajime Isayama.
Haruma Miura, Kiko Mizuhara dan Kanaya Hongo gagal memerankan ketiga karakter tersebut. Dalam Live Action tersebut hanya Kiko saja yang mendekati sosok Mikasa Ackerman.
Eren, yang diperankan Miura tidak mirip sama sekali. Eren versi Live Action tidak terlihat berambisi.
Baca Juga: Apa Tujuan Eren Melakukan Rumbling di Anime Attack On Titan?
Sementara Armin yang diperankan Hongo juga sangat mengecewakan. Armin yang memiliki ciri khas rambut pirang menjadi hitam di Live Action.
2. Hilangnya Sosok Levi Ackerman
Kesalahan Attack On Titan Live Action kedua adalah hilangnya sosok kapten Levi. Padahal sosok Levi ini memiliki banyak penggemar.
Sosok yang mirip Levi hadir dalam diri Shikishima. Anehnya, karakter ini gelagat dan penampilannya mirip, hanya kelakuannya barbar.
Shikishima ini malah ingin merebut Mikasa dari Eren untuk dijadikan kekasih. Levi yang pendiam tiba-tiba peduli dengan seorang perempuan.
Karakter Shikishima ini benar-benar menghancurkan sosok Levi. Karena ia menjadi jahat, berbeda jauh dengan Levi Ackerman di Anime.
3. Alur Cerita yang Tidak Masuk Akal
Kesalahan ketiga dari Attack On Titan Live Action adalah plot ceritanya yang tidak masuk akal. Sulit memahami apa pesan yang ingin sutradara sampaikan.
Jadi di awal, Mikasa tewas karena ada Titan yang memakannya. Mungkin di anime, ibunya Eren ini yang meninggal.
Namun, i tengah-tengah cerita Mikasa muncul lagi dan kembali hidup. Kemudian, Mikasa juga tanpa alasan yang jelas benci kepada Eren.
Baca Juga: Manusia Terkuat di Attack On Titan, Dari Bocah Gabi Hingga Si Cebol Levi
Apa maunya coba? Bangkit dari kubur terus membenci orang yang paling Ia cintai? Dari plot ini saja, penggemar Attack On Titan pasti sangat kecewa.
4. Ada Adegan Mantap-mantap
Kesalahan Attack On Titan Live Action ketiga ini yang paling parah dan merusak citra Eren Jaeger.
Jadi ada salah satu prajurit wanita bernama Hiana, seorang janda anak satu. Nah dia ini menggoda Eren ketika bersembunyi dari Titan yang mengejar.
Yaah, Eren pun kemudian “mantap-mantap” dengan Hiana. Semua adegannya tak ada yang terlewat.
Setelah beres, tiba-tiba ada Titan menemukan mereka berdua. Kemudian Hiana ini akhirnya mati karena Titan memakannya.
Sedih? Enggak! Malah hadirnya adegan tersebut malah merusak citra Eren. Kita tahu Eren itu hanya memikirkan masa depan dunia dan bukan hawa nafsu sesaat saja.
5. Animasi yang kurang Pas
Dari segi visualisasi, juga ada kesalahan Attack On Titan Live Action. Banyak beberapa detail yang luput dari perhatian.
Hampir seluruh alur ceritanya cuma pada malam hari. Kita nonton dengan kegelapan dan kesuraman saja.
Trus, muncul juga mobil lapis baja, tank hingga helikopter. Padahal dalam anime diceritakan, bangsa Eldia itu tertinggal karena menutup diri dari dunia luar.
Jangankan helikopter, rel kereta api saja baru ada di season keempat. Jadi buat apa mereka bawa pedang dan alat terbang yang pakai kabel?
Itulah kesalahan Attack On Titan Live Action yang mengecewakan fans anime karya Hajima ini. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)