Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Sebanyak 12 peserta OPOP atau one pesantren one produk lulus seleksi di Kota Banjar Jawa Barat mendapat hadiah pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Pemerintah Kota Banjar.
Hadiah tersebut berupa uang pembinaan guna pengembangan produk usaha dari santri pondok pesantren yang lulus seleksi tahap 1 program OPOP tingkat Provinsi.
Kepala Dinas KUKMP Kota Banjar, Edi Herdianto, melalui Kabid UMKM Tatang Nugraha, mengatakan, pada tahun ini Kota Banjar mengusulkan sebanyak 17 pondok pesantren untuk menjadi peserta OPOP tersebut.
Dari 17 peserta tersebut, hanya 12 peserta yang lulus seleksi dan mendapatkan hadiah uang pembinaan.
Masing-masing mendapatkan Rp 25 juta untuk kelas star up dan Rp 35 juta untuk kelas scale up atau mereka yang sudah berjalan.
“Ada dua belas peserta yang lulus seleksi. Terdiri dari kelas start up dan scale up. Uang pembinaan itu untuk pengembangan usaha yang mereka kembangkan,” kata Tatang kepada wartawan, Rabu (6/10/21).
baca juga: Pemuda Pelopor Asal Banjar Ikuti Penilaian Tingkat Nasional
12 Peserta OPOP yang Lulus
Lanjutnya, adapun produk dari 12 pondok pesantren yang lulus seleksi tersebut di antaranya bidang industri pertanian, peternakan, perikanan, handycraft (kerajinan), kuliner makanan dan minuman.
Nanti pada akhir bulan Oktober, juga masih akan ada seleksi tahap kedua dan produk UMKM yang mereka produksi juga akan seleksi lagi.
Dalam waktu dekat ini, kata Tatang, pihaknya akan melakukan monitoring langsung ke lapangan.
Selain untuk pembinaan, juga pendampingan produk usaha yang mereka kembangkan.
“Minggu depan kami akan lakukan monev ke lapangan untuk pembinaan. Kami harap uang pembinaan itu nantinya dapat mengembangkan produk usaha yang mereka jalankan,” katanya.
Sementara itu, salah seorang peserta dari Pondok Pesantren Riyadus Solihin, Desa Mulyasari, Rano Juanda, menyampaikan apresiasi atas hadiah tersebut.
Nantinya, kata Rano, uang pembinaan tersebut akan ia gunakan untuk tempat usaha dan pengembangan produk pengolahan limbah sampah.
Harapannya agar santri lebih mandiri dan kreatif.
“Hadiah itu akan saya buat tambahan modal beli bahan baku pemanfaatan sampah di pesantren yang sekarang ini sudah berjalan sekitar dua tahun. Semoga ajang ini bisa membawa nama pesantren lebih baik lagi ke depannya,” ucapnya. (Muhlisin/R6/HR-Online)