Pakan ternak fermentasi memiliki manfaat yang membantu tumbuh kembang hewan secara efektif. Pengolahan pakan untuk ternak menggunakan proses fermentasi dengan bantuan dari mikroorganisme, baik jamur dan bakteri baik. Sehingga untuk usaha ternak lebih baik mengandalkan jenis pakan seperti ini.
Baca Juga: Ternak Ayam KUB untuk Pemula, Sukses di Percobaan Pertama
Pembuatan pakan ternak tetap mempertimbangkan kandungan nutrisi. Bahkan lebih efektif dan bisa terserap dengan baik, langsung ke dalam tubuh hewan ternak. Kini sudah banyak jenis pakan fermentasi khusus untuk sapi, kambing, bebek, dan bahkan ayam.
Pakan Ternak Fermentasi untuk Cadangan Makanan
Mengenal tentang pakan ternak penting, yakni melalui proses fermentasi lalu berubahnya struktur kimia dalamnya. Penggunaan bakteri dan jamur pada proses fermentasi tersebut juga tetap membutuhkan bahan lainnya. Mulai dari leguminosa, garam, dan dedak untuk menambah kandungan nutrisi hewan.
Pengembangan jenis pakan ini membantu untuk mengefisiensi proses merumput atau mencari pakan segar. Selain itu, ketika sudah masuk proses pengolahan, beberapa bahan makanan tersebut lebih tahan untuk disimpan lama. Bagi peternak di Indonesia bisa menggunakannya dalam beberapa musim, misalnya ketika kemarau.
Hal ini akan menekan risiko kesulitan untuk mencari makanan untuk ternak. Sehingga jika mempelajarinya dengan baik, peternak akan mendapatkan banyak keuntungan. Ketahanan pakan fermentasi bisa disimpan sampai bulanan, bahkan tahunan.
Cara Pembuatan Pakan Ternak Fermentasi
Berikut ini cara membuat pakan untuk hewan ternak seperti kambing atau sapi yang memiliki jenis makanan sama. Sehingga bagi pemilik usaha ternak bisa mencoba membuatnya dengan langkah yang benar.
Siapkan Bahan
Hal paling penting adalah mempersiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan pakan ternak. Jadi usahakan untuk menyiapkan bahan berikut ini dan potong-potong ukuran sedang untuk memaksimalkan proses fermentasi.
- Jerami (batang padi) bisa juga mengganti dengan Gedebog (batang pisang)
- Garam
- Gula
- Bekatul (dedak padi)
- Air Bersih
- Ampas Tahu
- Nanas
Beberapa peternak menambahkan tambahan vitamin khusus untuk membantu pertumbuhan hewan ternak. Maka dari itulah bisa sesuaikan dengan kondisi hewan peliharaan.
Buat Larutan
Selanjutnya proses pembuatan larutan yang digunakan untuk proses fermentasi. Campurkan air, gula, dan parutan nanas. Aduk untuk membantu mikroorganisme yang dibutuhkan untuk proses pembusukan.
Baca Juga: Ternak Kelinci Pedaging, Minim Pesaing Untung Menjanjikan
Takaran campuran larutan ini 10 liter untuk membuat bahan dari jerami. Sedangkan untuk penggunaan gedebog hanya membutuhkan 1 liter larutan saja. Sesuaikan saja dengan bahan yang tersedia di lingkungan tempat tinggal.
Campur Bahan
Pakan ternak fermentasi tinggal campur saja dalam sebuah tempat besar. Ikuti langkah tepatnya berikut ini:
- Masukkan bahan jerami atau gedebok pisang, ampas tahu, dan bekatul.
- Lalu lanjut ke larutan fermentasi yang sudah dibuat sebelumnya. Takarannya sesuaikan.
- Setelah itu aduk sampai bahan-bahan tercampur rata.
- Larutkan sisa cairan fermentasi dalam 10 liter air untuk tambahan menyiramkan pada adonan tersebut.
- Pencampuran tersebut harus diaduk sampai merata.
- Terakhir tinggal menaburkan garam dan mengaduknya.
Proses Fermentasi
Semua adonan fermentasi tersebut bisa ditaruh dalam sebuah ember atau drum besar menyesuaikan banyaknya. Untuk memaksimalkan proses fermentasi perlu menutup wadah tersebut. Silahkan gunakan terpal atau plastik agar udara tidak ikut masuk.
Pada proses ini membutuhkan waktu satu hari untuk bahan jerami. Lalu untuk gedebog hanya membutuhkan satu sampai tiga jam. Perhatikan untuk menghindari kemungkinan kerusakan pada adonan tersebut.
Pakan Siap Konsumsi
Pakan ternak fermentasi yang sudah melalui proses fermentasi siap untuk dikonsumsi. Kita bisa memberikannya langsung kepada hewan. Sedangkan sisanya bisa simpan dengan membongkar adonan dari proses fermentasi tersebut, lalu angin-anginkan hingga kering.
Untuk menyimpan dalam wadah yang lebih ringkas bisa melakukan press sampai padat. Cadangan makanan ini bisa bertahan lebih lama apabila proses penyimpanannya tepat. Sebab itulah proses pembuatan dan penyimpanan sama pentingnya untuk diperhatikan.
Tujuan pembuatan pakan fermentasi ini menghindari kemungkinan kesulitan mencari pakan ternak di musim tertentu. Sehingga tidak menghambat tumbuh kembang hewan peliharaan. Apalagi beberapa waktu peternak akan menghadapi kemungkinan kenaikan bahan pakan tersebut.
Baca Juga: Cara Ternak Maggot untuk Pemula, Raup Cuan dengan Mudah
Pakan ternak fermentasi cukup efektif menjadi opsi yang membantu para pengusaha. Tidak hanya untuk kebutuhan peliharaan pribadi. Jika menghitung secara bisnis, tentu jenis pakan ini menghemat pengeluaran untuk konsumsi harian hewan ternak. (R10/HR-Online)