Berita Tasikmalaya, (harapanrakyat.com),- Siswa SD 2 Tugu Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, terpaksa harus melewati jalan belakang untuk masuk ke sekolah. Pasalnya, akses jalan utama ke sekolah tersebut terhalang oleh tembok.
Padahal, untuk melewati jalan alternatif lewat belakang tersebut, baik itu siswa maupun guru harus dengan susah payah ketika melewati jalan tersebut.
Sebab, akses jalan masuk dan keluar sekolah tersebut becek dan licin, terlebih setelah hujan turun. Sehingga, sesekali mereka harus berhenti dan melihat dulu medan jalan yang akan dilewati agar tidak terjatuh.
Bahkan, agar tidak tergelincir anak sekolah ini membuka sepatu, saat melewati jalan yang penuh dengan lobang air.
“Terpaksa buka sepatu karena takut tergelincir. Soalnya, jalannya licin kalau musim hujan gini. Jadi lebih aman kalau sepatunya dibuka,” kata Rasya, salah seorang siswa SD 2 Tugu Kota Tasikmalaya, Kamis (2/9/2021).
Akses ke Sekolah Dasar 2 Tugu Kota Tasikmalaya Terhalang Benteng
Untuk diketahui, akses jalan masuk ke SDN 2 Tugu yang berada di jalan SL Tobing, Kota Tasikmalaya, tertutup oleh benteng.
Pada bagian depan sekolah tersebut, ada bangunan atau benteng setinggi 2 meter. Benteng tersebut dibangun oleh pemilik lahan sekitar bulan Februari 2021.
Kepala SD Negeri 2 Tugu, Sri Mulyani mengungkapkan, pemilik lahan beralasan takut jalan itu diklaim sekolah. “Sehingga sang pemilik langsung membentengnya,” ungkapnya Kamis (2/9/2021).
Menurut Sri, sebenarnya pemilik tanah yang membenteng akses jalan ke sekolah juga sudah memberikan lahan setengah meter.
“Akan tetapi, setengah meter itu hanya cukup untuk berjalan kaki. Itu pun sambil miring,” katanya.
Pihaknya pun kemudian mencari solusi lain, yaitu lewat jalan belakang. Akhirnya pemilik tanah jalan belakang tersebut menghibahkan sebagai akses jalan masuk atau keluar sekolah.
“Jadi ada alternatif selain jalan depan, ada jalan belakang,” ucapnya.
Namun, lanjutnya, kalau melihat dari segi keamanan dengan melintasi jalan belakang, sebetulnya kurang nyaman untuk anak-anak atau orang tua.
“Bahkan ada guru yang pernah terjatuh ketika hendak ke sekolah. Karena memang kondisi akses jalan ke sekolah tersebut belum rata dan masih berbukit,” pungkasnya.
Permasalahan tersebut tentunya menjadi perhatian, salah satunya Ketua Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya, Dede Muharam.
Dede mengungkapkan, bahwa salah satu solusinya agar masalah tersebut cepat selesai, yaitu dengan melakukan pendekatan kepada pemilik tanah.
“Solusinya nanti kita akan pendekatan secara emosional kekeluargaan,” ungkapnya.
Selain itu, negara terutama Pemkot Tasikmalaya harus pro aktif untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. “Artinya, Pemkot Tasikmalaya harus hadir,” ucapnya. (Apip/R5/HR-Online)
Editor : Adi Karyanto