Gaya hidup masyarakat Indis menjadi salah satu fakta klasik di masa lampau yang begitu menarik untuk kita pelajari. Apalagi, orang-orang asing ini beradaptasi dengan kebudayaan setempat di Indonesia.
Kelompok masyarakat itu biasanya hidup di sekitar Batavia, dan pulau Jawa pada umumnya. Masyarakat Indis tidak lain dan tidak bukan adalah orang Belanda yang sudah beradaptasi dengan budaya setempat.
Masyarakat Indis memiliki tradisi dan kebudayaan yang cenderung menarik. Dalam catatan sejarah kolonial, keberadaan mereka adalah salah satu bentuk akulturasi budaya dari Belanda yang bercampur dengan Jawa.
baca juga: Sejarah Kriminal di Batavia, Dahulu Preman Disebut Jago
Beberapa Gaya Hidup Masyarakat Indis Tahun 1800-an
Meski mereka berasal dari Eropa, ternyata yang menarik perhatian adalah gaya yang mereka gunakan sehari-hari justru seperti masyarakat setempat. Berikut beberapa potret masyarakat Indis.
Terhanyut dalam Nuansa Kolonial Masa VOC
Gaya hidup mereka pada tahun 1800-an diketahui masih terbawa nuansa kolonial era VOC, yaitu tahun 1600-an.
Hal ini terlihat dari cara seseorang di antara kelompok ini ketika memakai pakaian, dan berdandan. Selain itu, terlihat juga pada tradisi keseharian dan gaya dari arsitektur pembangunan rumah.
Namun kebudayaan nuansa VOC ini perlahan-lahan mulai ditinggalkan. Penyesuaian ini setelah mereka menemukan budaya yang cocok dengan tradisi mereka sebagai orang Indis bernama “Kebudayaan Indische”.
Perkembangan budaya Indis mulai tahun 1800 sampai dengan 1900-an. Berawal dari Batavia, kebudayaan ini tersebar luas dan berkembang ke seluruh wilayah jajahan Hindia Belanda.
baca juga: Sejarah Batavia Tahun 1800-an, Pernah dijuluki Kota Terbesar dan Terkaya
Senang Berpesta Pora
Gaya hidup masyarakat Indis abad ke-19 juga senang melalukan pemborosan. Hal ini sering terjadi karena mereka sering menggelar pesta pora sebagai salah satu tradisi yang menjadi suatu keharusan.
Kebiasaan berpesta orang Indis ini kemudian menjadi semacam tradisi wajib pada setiap momen-momen tertentu dalam penanggalan orang Belanda.
Hal ini sebagaimana catatan sejarawan kolonial, Djoko Soekiman, dalam bukunya berjudul, “Kebudayaan Indis: Dari Zaman Kompeni Sampe Revolusi”, (2014: 99).
Biasanya kelompok ini yang hobi berpesta pora ini, berasal dari Batavia dan ada dalam lingkungan elit, tempat di mana para petinggi kolonial tinggal. Orang Indis menamakan tempat ini dengan sebutan Weltevreden.
baca juga: Karakter Unik Raja Jawa tahun 1800-an, Senang Bagi-bagi Jabatan
Meniru Tradisi dalam Kehidupan Elit Jawa
Gaya masyarakat Indis yang didominasi oleh ras kulit putih orang Belanda, dan berasal dari Batavia, terkadang mencari pengakuan dari masyarakat pribumi.
Mereka memiliki cara dengan meniru tradisi dalam kehidupan elit Jawa seperti ningrat, menak dalam tradisi masyarakat Sunda, bahkan meniru tradisi orang-orang Keraton.
Orang Indis meniru para pejabat keraton antara lain terlihat pada perabotan rumah tangga, seperti halnya penggunaan payung sebagai lambang status sosial yang tinggi pada masyarakat Jawa.
Selain itu, mermeka juga meniru elit Jawa yang biasa menggunakan pengiring saat berkunjung pada tempat atau tamu tertentu.
Membangun rumah mewah, dan mencari budak untuk dipekerjakan, juga adalah salah satu tradisi yang mereka tiru dari kehidupan elit Jawa.
Orang Indis Tetap Kaya
Salah satu hal yang paling miris adalah ketika orang Indis ini melakukan hedonisme di Hindia Belanda justru tidak mempengaruhi pendapatan ekonomi mereka secara siginifikan.
Hal ini karena mereka punya kehidupan sosial dan ekonomi yang rata-rata lebih baik, jika dibandingkan dengan kehidupan sosial masyarakat pribumi pada umumnya.
Hasil Akulturasi dengan Kebudayaan Jawa
Kebudayaan masyarakat Indis merupakan adaptasi antar budaya oleh masyarakat Eropa, khususnya Belanda dengan tradisi masyarakat pribumi Jawa.
Hal ini terlihat dari beberapa bentuk arsitektur rumah yang dibangun oleh masyarakat Indis di beberapa sudut kota di Jawa, khususnya Batavia.
Di Batavia, banyak bangunan rumah orang Belanda yang hampir mirip dengan arsitektur klasik masyarakat Jawa, seperti pemilihan fentilasi untuk memperoleh udara yang baik bagi tubuh.
Maka orang Indis meniru arsitektur bangunan Jawa yang menaruh beberapa daun jendela di rumah nya.
Gaya hidup masyarakat Indis adalah salah satu cerminan dari masyarakat modern Eropa yang ada di Belanda, dan terpaksa hidup di tanah jajahannya, yaitu Hindia Belanda. Orang Indis merupakan produk asli dari adanya akulturasi budaya antara orang Belanda dengan tradisi masyarakat pribumi Jawa. (Erik/R6/HR-Online)