Minggu, April 6, 2025
BerandaBerita TerbaruSejarah Idul Adha, Kisah Nabi Ibrahim Harus Korbankan Ismail

Sejarah Idul Adha, Kisah Nabi Ibrahim Harus Korbankan Ismail

Sejarah Idul Adha di dalam Islam sangat menarik. Sebagai umat muslim, wajib mengetahui sejarah dari Idul Adha ini. Tentu saja karena dalam ajaran Islam Idul Adha adalah salah satu hari raya penting bagi umat muslim.

Di dalam Islam, ada dua hari raya yang sangat penting, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Keduanya terjadi satu kali selama satu tahun, jadi sangat spesial.

Hari Raya Idul Adha jatuh pada 10 Dzulhijjah. Nama lain dari Idul Adha sebenarnya adalah Hari Raya Haji, karena bertepatan dengan ibadah haji.

Sejarah Idul Adha dalam Islam

Sejarah Idul Adha

Sebagai umat muslim, tentu saja kita perlu mengetahui apa itu Hari Raya Idul Adha. Hari raya satu ini identik dengan qurban.

Tentunya Hari Raya Idul Adha juga sudah tidak asing karena terjadi setiap tahun. Semua umat muslim di seluruh dunia pasti merayakannya.

Jangan sampai kita merayakan Hari Raya Idul Adha tanpa tahu maknanya. Untuk memahami makna tersebut, kita perlu mempelajari sejarahnya yang tepat.

Idul Adha terjadi beberapa bulan setelah hari Raya Idul Fitri. Perayaan dari Idul Adha ini juga berbeda karena identik dengan qurban.

Qurban sendiri adalah pemotongan hewan ternak. Orang yang berkurban akan mendapatkan berbagai keutamaan dari Allah SWT.

Ternyata, semua amalan di Idul Adha ini ada maknanya. Berikut penjelasan lengkap mengenai sejarah Hari Raya Haji ini.

Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail

Sejarah Idul Adha ini bermula dari kisah teladan Nabi Ibrahim dan juga sang anak, Nabi Ismail. Keduanya merupakan Nabi yang wajib umat Islam ketahui.

Peristiwa bermula saat Nabi Ibrahim mendapat perintah untuk mengorbankan putranya, Nabi Ismail. Hal tersebut ia lakukan sebagai bentuk kepatuhannya kepada Allah SWT.

Kala itu, Nabi Ibrahim berusia lanjut, bahkan suatu riwayat menyebutkan usia Ibrahim saat itu berusia 85 tahun, belum memiliki anak bersama sang istri yang bernama Siti Hajar.

Nabi Ibrahim pun berdoa kepada Allah SWT untuk mendapatkan keturunan. Doa tersebut ada di dalam Al-Qur’an surat Ash-Shaffat ayat 100:

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

Artinya: Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.

Melalui doa tersebut, Allah SWT akhirnya mewujudkan keinginan Nabi Ibrahim. Pada akhirnya, lahirlah seorang anak laki-laki bernama Ismail.

Mendapat Mimpi

Setelah kelahiran Nabi Ismail, sejarah Idul Adha dimulai. Ketika Nabi Ismail masih bayi, sang ibu Siti Hajar dan Nabi Ibrahim harus berpisah.

Nabi Ibrahim saat itu mendapatkan tugas besar dari Allah SWT. Pada akhirnya, keluarga tersebut bertemu kembali di padang Arafah.

Dalam perjalanan pulang, mereka bermalam di Masya’ir Haram karena kelelahan. Pada saat itu, Nabi Ibrahim bermimpi.

Di dalam mimpi tersebut, Nabi Ibrahim AS diminta untuk membunuh sang anak. Bahkan ketika rindu kepada sang anak ia tinggalkan hingga dewasa karena tugas mulia belum terbayarkan.

Pada saat itu nabi Ibrahim merasa Allah SWT memberikan ujian yang berat untuknya dan keluarganya.

Menyembelih Anak Kandung

Sejarah Idul Adha tertuang di dalam Al-Qur’an surat As-Saffat ayat 102 yang menjelaskan perintah Allah SWT agar Ibrahim mengorbankan Ismail.

Dengan bijaksana dan lembut, Ismail berkata kepada sang ayah bahwa itu adalah perintah Allah SWT. Ia meminta sang ayah untuk melakukannya.

Setelah semua ikhlas dan percaya bahwa itu adalah perintah Allah SWT yang mulia, akhirnya Ibrahim akan menyembelih Ismail.

Sebelum menyembelih, Ismail meminta Ibrahim untuk mengikatnya dengan kuat agar dirinya tidak bisa bergerak dan merepotkan ayahnya.

Ismail bahkan meminta sang ayah untuk menanggalkan pakaiannya agar tidak terkena darah dan mempercepat proses penyembelihan. Dengan demikian, ia berharap rasa sakit akan berkurang.

Terakhir, Ismail juga meminta sang ayah untuk memberikan pakaiannya kepada sang ibu untuk menghibur kesedihannya.

Setelah mencium dan memeluk ismail, Ibrahim meneteskan air mata sambil mendekatkan parang tajam ke arah leher sang anak.

Akan tetapi, secara mengejutkan benda tersebut menjadi tumpul dan tidak berfungsi. Ternyata, itulah mukjizat dari Allah SWT.

Meski ujian bagi Ibrahim dan Ismail, Allah akan senantiasa memberikan pertolongan kepada mereka. Setelah itu, Allah memerintahkan Ibrahim untuk mengganti Ismail dengan domba yang gemuk.

Pada akhirnya, domba terikat di pohon dekat Gunung Tsubait. Nabi Ibrahim pun menyembelih domba tersebut di Mina.

Itulah sejarah Idul Adha yang penuh haru. Nabi Ibrahim AS dan Siti Hajar rela mengorbankan sang anak demi perintah Allah SWT, begitu juga dengan Ismail. (R10/HR-Online)

gebrakan 100 hari kerja

Tokoh Masyarakat Tasikmalaya Menanti Gebrakan 100 Hari Kerja Viman-Dicky

harapanrakyat.com,- Tokoh masyarakat menanti gebrakan 100 hari kerja Viman Alfarizi Ramadah-Diky Chandra, Walikota - Wakil Wali Kota Tasikmalaya. Apalagi sejak dilantik sampai saat ini...
Objek wisata di Kota Banjar sepi pengunjung

Aktivis Prihatin Kota Banjar Sepi Wisatawan saat Libur Lebaran, Anggap Pemkot Gagal 

harapanrakyat.com,- Aktivis GMNI Kota Banjar, Jawa Barat, prihatin dengan kondisi sepinya wisatawan yang berkunjung ke sejumlah destinasi wisata di Banjar saat momen libur lebaran...
Longsor TPT Rumah

Longsor TPT Rumah Terekam Kamera Amatir, Warga Singajaya Garut Panik

harapanrakyat.com,- Longsor Tembok Penahan Tebing (TPT) rumah di Garut, Jawa Barat, terekam kamera amatir warga. Meski tidak ada korban jiwa, namun insiden ini membuat...
Kaleng Kue Lebaran

Balita di Garut Kepalanya Tersangkut Dalam Kaleng Kue Lebaran, Petugas Damkar Turun Tangan

harapanrakyat.com,- Seorang balita di Garut, Jawa Barat, kepalanya tersangkut ke dalam kaleng kue lebaran, Sabtu (5/4/2025). Balita tersebut menangis kesakitan sehingga orang tuanya harus...
Obyek Wisata Curug Panganten

Remaja Asal Tasik Berenang di Obyek Wisata Curug Panganten Ciamis Berujung Maut

harapanrakyat.com,- Seorang remaja asal Kabupaten Tasikmalaya berenang di obyek wisata Curug Panganten, Desa Tanjungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, berujung maut. Remaja bernama Rifki...
Tersambar Petir Saat Mandi

Seorang Warga di Tasikmalaya Tersambar Petir Saat Mandi

harapanrakyat.com,- Seorang warga di Kampung Cikajar, Kelurahan Leuwibudah, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, tersambar petir saat sedang mandi di rumahnya, Sabtu (5/4/2025). Beruntung korban...