Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar, Jawa Barat, sudah mulai mendistribusikan pasokan air bersih. Sampai hari ini, BPBD sudah menyalurkan sebanyak satu tangki ke wilayah terdampak musim kemarau, di Dusun Priagung, Desa Binangun, Kecamatan Pataruman.
Menurut Kas Darurat dan Logistik BPBD Kota Banjar, Kuslan Parman, pendistribusian air bersih ke wilayah Dusun Priangan, sudah pihaknya lakukan mulai hari Kamis (20/5/2021).
“Kami sudah mulai pendistribusian, karena ada permohonan dari pihak lingkungan setempat adanya krisis air bersih,” kata Kuslan kepada HR Online, Sabtu (22/5/2021).
Lanjut Kuslan mengatakan, untuk pendistribusian ke wilayah lain yang terdampak musim kemarau, BPBD Kota Banjar masih harus menunggu rapat koordinasi lintas sektoral.
Baca Juga: BPBD Kota Banjar Siaga Kemarau, Ingatkan Potensi Krisis Air Bersih
Selain itu, pihaknya juga akan memastikan stok ketersediaan bahan baku air bersih dengan Perumda Tirta Anom, sebagai pihak yang akan diajak bekerjasama membantu ketersediaan bahan baku air bersih.
“Untuk pendistribusian di wilayah yang lain nanti menunggu hasil rapat koordinasi. Sekalian kita menunggu SK Kesiapan Siagaan musim kemarau selesai, baru kita lanjutkan pendistribusian,” ujar Kuslan.
Daerah Terdampak Kemarau Lainnya di Kota Banjar
Terpisah, Kepala Dusun Priagung, Desa Binangun, Heri Kiswanto mengatakan, sejauh ini di Dusun Priagung baru lingkungan RT 1 RW 1 yang mengalami krisis air bersih. Dan itupun karena lokasinya berada di pegunungan.
“Di lingkungan kami baru satu RW yang mengajukan. Kemarin sudah ada tindaklanjut pendistribusian air bersih dari BPBD Kota Banjar,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Neglasari, Setiaman, mengatakan, sejauh ini baru ada dua RT di wilayahnya yang mengalami krisis air bersih. 2 RT tersebut sudah mengajukan permohonan suplai air ke BPBD Kota Banjar.
Setiaman menyebutkan 2 RT di wilayahnya yang terdampak kemarau dan mengalami krisis air tersebut, berada di Dusun Cilengkong. Sedangkan dua wilayah lainnya yaitu Dusun Warungbuah dan Cikapundung masih aman.
Menurutnya, 2 wilayah RT yang mengalami krisis air bersih tersebut karena memang letak geografis wilayahnya berada di atas perbukitan. Sehingga sering mengalami krisis air ketika musim kemarau tiba.
“Untuk Dusun Cilengkong itu karena memang letaknya berada di dataran atas. Kalau wilayah yang lain sejauh ini masih aman, dan belum ada laporan lagi,” katanya. (Muhlisin/R5/HR-Online)