Kampus Univeristas Galuh (Unigal) Ciamis. Photo : Dok/ HR
Ciamis, (harapanrakyat.com),-
Civitas akademika Universitas Galuh (Unigal) Ciamis, Jawa Barat dihimbau untuk menjaga netralitas lingkungan kampus, pada perhelatan politik, Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) yang digelar tahun 2014 ini.
Rektor Unigal, Prof. DR. Suherly Kusmana, MPd, ketika dihubungi HR, melalui telepon selulernya, Selasa (21/1), mengatakan, keberpihakan terhadap Calon Anggota Legislatif (Caleg) dan Calon Presiden (Capres) tertentu akan membuat rancu kampus sebagai ranah akademis.
Akan tetapi, kata Suherly, bukan bararti insan akademis harus ‘buta’ terhadap politik. Kesadaran sebagai warga Negara untuk memilih harus tetap ada. Kebutaan politik malah akan mengkerdilkan kampus sebagai ranah akademis yang proaktif dalam memberikan sumbangsih pemikiran.
“Kami justru akan mengundang para Caleg dari berbagai partai untuk memaparkan visi misinya di kampus ini,” paparnya.
Menurut Suherly, hal itu sebagai bentuk penyadaran politik bagi kalangan kampus. Dengan begitu, civitas akademika tidak akan salah dalam memilih, bahkan lebih jauh lagi masuk dalam ketegori ‘Golput’.
Pada kesempatan itu, Suherly menambahkan, saat ini Unigal merasa mendapat perlakuan diskriminatif oleh Pemerintah Pusat melalui Kopertis. Dimana bantuan fasilitas dan subsidi bagi Perguruan Tinggi Swasta (PTS), nilainya jauh lebih kecil dibandingkan bantuan untuk PTN (Negeri).
“Padahal dalam UU No 12 tahun 2012, dikatakan Pemerintah wajib memfasilitasi pendidikan bagi warga negaranya. Mahasiswa PTS juga memiliki hak yang sama untuk menikmati kebijakan pemerintah. Nah, para Caleg harus memahami juga permasalahan seperti ini,” tandasnya. (DK/Koran-HR)