Usaha penggemukan sapi potong termasuk jenis bisnis yang sangat potensial. Usaha ternak yang fokus untuk membuat berat hewan cepat naik ini termasuk populer. Namun untuk mencapai target ternyata tak semudah bayangan orang.
Tubuh sapi yang kurus atau tidak mencapai target bisa terjadi karena pemberian pakan yang kurang tepat. Pada masyarakat kita, penggemukan sapi terkenal dengan sistem kereman atau sistem paron.
Dalam usaha ternak menggemukkan sapi ini perlu untuk meningkatkan bobot sapi sebelum menjualnya. Saat ini banyak kita jumpai para peternak tradisional yang mencari sapi sudah pubertas, tetapi dengan tubuhnya yang masih kurus.
Baca Juga: Usaha Ternak yang Menjanjikan di Masa Depan dengan Modal Kecil
Teknik Penggemukan Sapi Potong
Ada beberapa faktor yang sangat mempengaruhi sistem penggemukan pada ternak sapi. Faktor tersebut antara lain teknik pemberian pakan, luas lahan yang tersedia, umur dan kondisi sapi yang akan kita gemukkan serta lama proses penggemukan.
Jika Anda penasaran bagaimana teknik penggemukan sapi potong yang baik, maka Anda harus memperhatikan pembahasan berikut ini. Semoga ini bisa memberikan referensi khususnya untuk Anda yang masih pemula.
Pemilihan Sapi Bakalan
Langkah awal yang penting dalam usaha ini adalah pemilihan sapi bakalan yang baik. Anda harus memilih sapi jantan yang berumur 1,5 atau 2 tahun dengan bobot sekitar 260 hingga 300 kg.
Selain itu pilih sapi yang jantan dengan kriteria tertentu. Seperti mata bersinar, moncong pendek, badan tinggi, dada dalam badan lebar, kulit tipis, tidak terlalu kurus, cukup umur, dan kapasitas dalam perut besar.
Baca Juga: Usaha Ternak Bebek Petelur untuk Pemula yang Menjanjikan
Pemberian Pakan Hijauan dan Konsentrat
Penelitian menunjukkan bahwa proses penggemukan sapi potong akan cepat dengan mengkombinasi pakan hijauan dan konsentrat. Waktu pemberian pakan dapat dua kali sehari. Masing-masing pada pagi dan sore dalam bentuk pakan hijau dan konsentrat.
Untuk jenis pakan hijauan, jumlah pemberiannya kurang lebih 10 persen dari bobot badan sapi. Dalam pemberiannya lebih baik untuk kita potong-potong kurang lebih 2 hingga 5 cm agar lebih mudah hewan ternak untuk mencerna.
Pada jumlah pemberian konsentrat yaitu 1-2 persen dari bobot badan sapi. Sebaiknya Anda berikan kurang lebih 3 jam sebelum Anda memberikan pakan hijauan. Hal tersebut bertujuan agar proses pencernaan bisa berjalan secara optimal.
Untuk pakan hijauan yang biasanya kita gunakan antara lain jerami padi, daun tebu, daun jagung, alang-alang dan rumput-rumputan liar. Ini merupakan pakan yang berkualitas rendah.
Penentuan kualitas pakan tersebut bisa kita lihat berdasarkan tinggi rendahnya kandungan nutrisi atau zat pakan dan kadar serat kasar.
Untuk pakan hijauan yang berkualitas rendah mengandung serat kasar tinggi. Jenis ini bersifat sulit dicerna hewan karena terdapat lignin yang sulit larut oleh enzim pencernaan.
Sedangkan untuk pakan konsentrat pada penggemukan sapi potong bisa menggunakan ampas bir, ampas tahu, ampas tebu, bekatul, kulit biji kedelai, kulit nanas dan buatan pabrik pakan.
Pemberian konsentrat ini sebaiknya dalam bentuk kering atau tidak kita campur dengan air. Namun untuk pemberian dalam bentuk basah bisa juga Anda lakukan sesekali.
Ada yang perlu Anda perhatikan jika ingin memberikan pakan dalam bentuk basah. Yaitu konsentrat tersebut harus bisa habis dalam sekali pemberian, sehingga pakan tidak terbuang sia-sia. Untuk pemberian air minum, lakukan persediaan secara terus-menerus.
Pemberian Obat Cacing
Untuk mencegah timbulnya gangguan dalam proses penggemukan sapi potong Anda juga bisa memberikan obat cacing. Namun pemberiannya hanya satu kali selama 3 hingga 4 bulan selama pemeliharaan.
Sistem Perkandangan
Agar usaha peternakan Anda lebih efisien, sistem kandang juga perlu Anda perhatikan. Kandang yang Anda gunakan yaitu kandang komunal yang Anda bangun secara mengelompok dalam satu hamparan luas.
Dalam pengelolaannya tentunya harus Anda lakukan secara bersama dan dengan pengawas atau koordinasi oleh seorang ketua kelompok. Untuk lama penggemukan sapi yaitu sekitar 3-4 bulan.
Kebersihan Kandang
Kebersihan ternak dan kandang merupakan hal yang tak kalah penting agar ternak tetap dalam keadaan sehat. Lingkungan kandang juga harus selalu Anda jaga agar tidak bau dan juga tidak lembab.
Untuk itu Anda perlu membiasakan membersihkan lantai kandang setiap hari atau dua hari sekali. Cara membersihkannya dengan mengumpulkan kotoran yang ada pada tempat di luar kandang.
Itulah beberapa teknik usaha penggemukan sapi potong yang sebaiknya Anda perhatikan. Dengan mengelola secara efisien, usaha ternak Anda akan cepat berkembang. Keuntungan dari usaha ini juga tidak kecil. (R11/HR Online)
Editor: Jujang