Berita Tasikmalaya (harapanrakyat.com),- Gara-gara 1 pasien positif di Tasikmalaya, Jawa Barat, tepatnya di Perum Kacapi, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya mengikuti arisan RT, 19 orang yang ikut dalam arisan dan kontak erat dengan pasien tersebut harus menjalani isolasi, Jumat (26/02/2021). Sebelumnya 19 orang warga itu menjalani swab PCR.
Kepala Puskesmas Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, H. Arif Prianto, mengatakan, pada tanggal 23 Februari 2021, 1 orang pasien positif Covid-19 itu datang ke Puskesmas Mangkubumi, Kota Tasikmalaya.
Saat itu pasien memiliki keluhan anosmia atau hilang penciuman. Pasien tersebut rujukan dari Klinik Carmel. Oleh petugas Puskesmas diedukasi yang dilanjutkan dengan pemeriksaan swab tanggal 24 Februari 2021.
“Kemudian tanggal 25 Februari hasilnya swab-nya keluar dan terkonfirmasi positif Covid-19. Selanjutnya, kita langsung lacak yang sebelumnya pernah kontak erat dengan pasien. Lalu kita tindak lanjuti dengan kunjungan ke rumahnya, karena pasien tersebut saat ditelepon tidak diangkat,” terang Arif Prianto, Jumat (26/02/2021).
Baca Juga: Ngeri, Konvoi Ambulans di Tasikmalaya Bawa Ratusan Santri Positif Covid-19
Setelah itu, lanjutnya, pada hari Kamis 25 Februari, petugas Puskesmas Mangkubumi mendapatkan data pasien. Saat petugas ke rumahnya, ternyata pasien tersebut masih mobilisasi keluar rumah.
Bahkan sebelumnya pada hari Minggu 21 Februari 2021, pasien yang positif Covid-19 itu mengikuti arisan RT, jumlah peserta yang hadir dalam arisan tersebut sebanyak 10 orang.
Petugas Puskesmas Mangkubumi langsung melakukan koordinasi dengan ketua RT setempat dan Gugus Tugas Kelurahan. Sementara itu, pasien positif dibawa ke RS Dewi Sartika Tasikmalaya untuk menjalani isolasi.
“Warga Perum Kacapi yang kontak erat dengan 1 pasien positif itu kita lakukan swab langsung di lokasi. Jumlahnya ada 19 orang yang kita swab PCR. Sementara yang sudah swab, kita suruh untuk isolasi mandiri dulu di rumahnya masing-masing, sampai hasil swab-nya keluar,” pungkas Kepala Puskesmas Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, H. Arif Prianto. (Apip/R3/HR-Online)