Berita Tasikmalaya, (harapanrakyat.com),- Aksi tiga orang mahasiswa yang tergabung dalam PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Kota Tasikmalaya, Jawa Barat menarik perhatian. Ketiga orang mahasiswa tersebut menggelar aksi diam dan tutup mulut di depan Mako Polres Tasikmalaya, Selasa (2/2/2021).
Aksi teatrikal tersebut bertujuan memprotes polisi yang dianggap tidak serius menangani kasus Curanmor.
Mereka membentangkan kertas bertuliskan, “Polres tutup mata an telinga Curanmor merajalela.”
Sementara kertas yang lain bertuliskan, “Kota Tasik Darurat Curanmor.”
Muhaemin Abdul Basit, Korlap aksi mengatakan, polisi bagian dari fungsi pemerintahan negara di bidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
“Begitupun dengan Polres Tasikmalaya Kota yang memiliki tugas di antaranya memelihara keamanan yang ada di Kota Tasikmalaya,” kata Muhaemin..
Selanjutnya, Muhaemin juga mengatakan, Kota Tasikmalaya sering dijuluki sebagai kota transit.
“Kota yang tidak sedikit masyarakatnya adalah urban dari desa ke kota atau dari kota-kota lainnya. Tentu ini seharusnya menjadi perhatian lebih untuk Polres Tasikmalaya Kota khususnya dalam memelihara keamanan,” katanya.
Muhaemin juga menyoroti banyaknya orang yang lalu lalang masuk dan keluar Kota Tasikmalaya.
“Kami memandang keamanan yang ada di kota terbilang rapuh. sehingga banyak terjadi kejahatan. Khususnya dalam kasus pencurian motor yang marak terjadi di Kota Tasikmalaya,” ucapnya.
Namun, lanjut Muhaemin, Polres Tasikmalaya Kota dalam beberapa bulan terakhir ini kurang memperhatikan kasus curanmor.
“Hal ini yang kami lihat kerja-kerja Polres Tasikmalaya Kota lebih memfokuskan sosialisasi tindakan preventif dalam penanganan Covid-19. Sehingga kami sulit membedakan mana kerja polisi dan mana kerja Satgas,” katanya.
Laporan 10 Motor Hilang Diterima PMII Tasikmalaya
Polres Tasikmalaya Kota dianggap Muhaemin tidak hadir untuk menjamin keamanan masyarakat, saat perekonomian masyarakat mengalami keterpurukan.
“Banyak sekali data faktual mengenai kasus pencurian motor bahkan tidak kurang dari 10 motor yang hilang masyarakat melaporkan kepada kami PMII,” ungkapnya.
PMII Tasikmalaya, kata Muhaemin, sudah mengawal dari mulai melakukan pelaporan. Namun, sayangnya tidak ada kejelasan tindak lanjut dari penanganan kasus curanmor tersebut.
“Kami rasa Polres Tasikmalaya Kota tidak serius dan tidak ada tindakan lanjutan dalam kasus yang terus menghantui masyarakat sampai saat ini,” tegasnya.
Muhaemin juga mengingatkan tugas Kepolisian bukan hanya melakukan imbauan akan tetapi tindakan yang tegas kepada pelaku.
“Agar kejahatan yang sama tidak lagi terulang dan tidak terus menerus menghantui masyarakat Kota Tasikmalaya,” pungkasnya. (Apip/R7/HR-Online)
Editor: Ndu