Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Hari kedua pencarian Nenek Empi (76), warga RT. 38, RW. 18, Lingkungan Siluman Baru, Kelurahan/Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat, oleh tim gabungan dari BPBD Kota Banjar bersama BPBD Kabupaten Ciamis, relawan PMI, Tagana, serta sejumlah relawan, lainnya belum membuahkan hasil.
Tim petugas gabungan masih akan berusaha melakukan proses pencarian Nenek Empi yang diduga hilang terbawa arus Sungai Citapen, pada Sabtu tanggal 23 Januari dini hari lalu.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjar, Kusnadi, mengatakan, pada pencarian hari kedua ini, tim gabungan menyebar anggotanya yang terbagi dalam empat titik zonasi pencarian.
“Pada hari kedua pencarian Nenek Empi, kami bagi empat tim dengan lokasi pencarian yang berbeda. Mulainya dari jam 9 pagi sampai jam 4 sore,” katanya, kepada HR Online, Selasa (26/01/2021).
Lanjut Kusnadi, untuk tim pertama bertugas menyisir ulang Sungai Citapen dari titik awal wilayah Lingkungan Siluman Baru (Pulo Majeti), sampai titik klep bendungan Sungai Citapen.
Kemudian, tim 2 bertugas sebagai tim darat yang melakukan pencarian di darat, dan menyuplai kebutuhan logistik para personil.
Selanjutnya, tim 3 bertugas melakukan pencarian dengan menyisir sepanjang Sungai Cijolang sampai Bendungan Manganti, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Sedangkan, tim 4 standby di kelp bendungan, sekaligus pembersihan bendungan klep Sungai Citapen.
Baca Juga : Pencarian Nenek yang Diduga Hilang di Sungai Citapen Kota Banjar Dihentikan
“Dari hasil penelusuran anggota tim sampai tadi sore, petugas belum berhasil menemukan Nenek Empi. Kami juga dibantu oleh warga dan pihak keluarga,” terang Kusnadi.
Proses Pencarian Berlanjut Rabu Besok
Rencananya, besok pagi proses pencarian ini masih akan berlanjut. Tim petugas juga akan mendapatkan bantuan personil tambahan, serta bantuan logistik perahu karet dari relawan Tagana Kabupaten Ciamis, serta relawan lainnya.
Mereka juga akan terbagi dalam beberapa titik lokasi pencarian yang sudah petugas tentukan. Seperti area perbukitan Pulomajeti wilayah sungai, dan rawa area perkebunan sekitar Pulo Majeti.
“Tadi sore kondisi cuaca hujan deras dan proses pencarian kami hentikan sementara. Besok Rabu pagi akan kami lanjutkan karena pihak keluarga juga berharap Nenek Empi bisa segera ditemukan,” pungkas Kusnadi. (Muhlisin/R3/HR-Online)