Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Pemerintah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, sempat melakukan penutupan sementara kawasan Pasar Pananjung. Penutupan dilakukan untuk penyemprotan disinfektan pasca meninggalnya seorang pedagang karena Covid-19. Namun, aktivitas pasar Pananjung Pangandaran sudah dibuka kembali pada hari ini, Sabtu (21/11/2020).
Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Pangandaran, Tedi Garnida mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan HP2P (Himpunan Pedagang Pasar Pananjung).
Baca Juga: Klaster Pasar Pananjung Pangandaran: 7 Positif Covid-19, 1 Meninggal
Koordinasi dilakukan untuk melakukan penyemprotan disinfektan seluruh kawasan pasar. Hal ini dalam rangka mengantisipasi penyebaran Covid-19.
“Pagi ini sudah dibuka kembali tapi jam operasional kita kurangi dari pukul 4.00 WIB sampai pukul 15.00 WIB. Kalau operasional normal dari pukul 4.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB,” kata Tedi Garnida.
Lebih lanjut Tedi Garnida menambahkan, setelah Pasar Pananjung Pangandaran dibuka kembali, selanjutnya pada Senin, (23/11/2020) sebanyak 50 orang pedagang akan menjalani tes swab.
“Apabila dari ke 50 orang tersebut hasilnya negatif akan diberlakukan kembali jam operasional normal. Tapi kalau ada yang positif kembali, tetap kita akan kurangi jam operasionalnya,” pungkasnya.
Sementara itu, pasca meninggalnya pedagang pasar Pananjung, 7 orang yang melakukan kontak erat dengan pedagang tersebut terkonfirmasi positif Covid-19. Sedangkan 1 orang yang merupakan anak dari pasien Covid-19 yang meninggal masih menunggu hasil swab dari Labkesda Pangandaran.
Rencananya pada Senin, 23 November 2020 mendatang, Dinkes Pangandaran akan melakukan tes swab kepada 50 orang pedagang di Pasar Pananjung. (Madlani/R7/HR-Online)
Editor: Ndu