Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Sudah beberapa pekan sejumlah wartawan kelimpungan ketika mencari informasi terkait Covid-19 di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Hal ini terjadi lantaran Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dibubarkan. Tugasnya kemudian diganti oleh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Ciamis.
Dalam SK Bupati Ciamis bernomor 443.2/Kpts.483-Huk/2020, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dikomandoi langsung oleh Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya.
Sementara BPBD Ciamis menjadi sekretariat pertama penanganan Covid-19, baru kemudian Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis menjadi dinas kedua penanganan Covid-19.
Hal ini sebenarnya sudah sesuai dengan instruksi dari Presiden Joko Widodo. Penanganan Covid-19 di tingkat pusat sendiri langsung dikomandoi oleh BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana).
Namun, yang terjadi di daerah, tidak ada juru bicara (jubir) yang biasanya menjawab pertanyaan masyarakat terkait kasus Covid-19. Termasuk para wartawan. Inilah yang terjadi di Kabupaten Ciamis.
Satgas Covid-19 Ciamis Tanpa Jubir, Kasus Covid-19 Terus Meningkat
Sementara itu, kasus harian Covid-19 terus meningkat. Kasus konfirmasi Covid-19 berdasarkan data yang diolah oleh Humas Kabupaten Ciamis sudah tembus 200 orang lebih.
Data Covid-19 di Kabupaten Ciamis yang HR Online dapatkan pada Sabtu, 31 Oktober 2020, kasus konfirmasi Covid-19 sudah mencapai 212 orang.
Rinciannya, 118 orang sembuh, 11 orang meninggal dunia. Sementara kasus aktif mencapai 83 orang. Sebanyak 7 orang di antaranya dirawat di Rumah Sakit, dan 76 orang menjalani isolasi mandiri.
Biasanya, dr Bayu Yudiawan, yang dulu bertugas sebagai Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 yang menjadi sumber informasi. Namun kini dr Bayu enggan berbicara, lantaran dirinya bukan lagi Jubir.
Terakhir kali, HR Online mewawancarai dr Bayu saat penambahan kasus Covid-19 per hari mencapai 18 orang, pada 6 Oktober 2020. Saat itu kasus konfirmasi Covid-19 di Kabupaten Ciamis totalnya mencapai 111 orang.
Saat itu pun, dr Bayu sudah mewanti-wanti agar dirinya tidak lagi disebut sebagai Jubir. Namun, kembali ke posisinya semula sebagai Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis.
Berita Terkait: Jumlah Positif Corona di Ciamis Tembus 111 Kasus, Rekor Sehari 18 Orang
HR Online mendapatkan kabar bahwa saat ini juru bicara dipegang oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Dalam struktur Satgas Covid-19 pada SK Bupati, Diskominfo merupakan dinas yang ditunjuk sebagai Bidang Data dan Informasi serta Bidang Komunikasi Publik. Baru kemudian disusul Dinkes dan Humas.
Sayangnya saat HR Online mengonfirmasi hal tersebut, pihak Diskonimfo membantah jika Jubir Satgas Covid-19 berasal dari pihaknya.
Sementara BPBD Ciamis yang ditunjuk sebagai ‘tulang punggung’ penanganan Covid-19, sibuk menangani banjir yang melanda Kecamatan Banjarsari dan Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis.
“Pusing dilempar ke sana kemari, padahal kemari ada pasien Covid-19 yang meninggal,” ungkap Fahmi, salah seorang wartawan HR Online.
Hal senada juga diungkapkan oleh Dadang, wartawan lainnya. “Dari Dinkes suruh ke BPBD, dari BPBD jawabnya sibuk ngurus banjir,” kata Dadang.
Satgas Covid-19 Ciamis Tanpa Jubir, Apa Dampaknya?
Kurangnya informasi Covid-19 di Kabupaten Ciamis membuat masyarakat abai terhadap protokol kesehatan.
Fenomena antrian bantuan UMKM di sejumlah bank, bisa jadi bukti abainya masyarakat terhadap protokol kesehatan.
Selain itu, banyak yang lebih percaya teori konspirasi dan menyebut Covid-19 bohong dan sebenarnya tidak ada.
Salah satunya kasus baru-baru ini saat seorang warga Dusun Cihideung 2, Desa Budiasih, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis terkonfirmasi positif Covid-19.
Berita Terkait: Tak Dapat Bukti Hasil Lab, Keluarga Pasien di Ciamis Tak Percaya Corona Keluarga Pasien Tak Percaya Covid-19, Ini Penjelasan Dinkes Ciamis
Komunikasi yang kurang membuat keluarga tidak percaya kepala keluarga mereka positif Covid-19. Apalagi pasien sejak lama menderita asma.
Belum lagi stigma negatif pada pasien Covid-19 membuatnya terkucilkan. Begitu juga dengan keluarga pasien.
Kepala Bidang Layanan Kesehatan, Dinkes Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, dr Eni Rochaeni, mengatakan, penanganan Covid-19 merupakan tanggung jawa bersama.
“Makanya saya selalu bilang lakukan dengan Cinta supaya saling mengerti dan memahami. Sekarang tiap desa harus ada desa siaga tangguh Covid-19. Jadi Satgas Desa nanti bareng-bareng mengubah stigma tersebut di masyarakat. Sekali lagi Covid-19 tanggung jawab semua, yang ada di tim Satgas harus bergerak bersama sesuai peran masing-masing,” katanya.
Namun, jika tidak ada pihak yang bisa ditanyai, bagaimana informasi yang betul itu bisa tersampaikan kepada masyarakat? (Ndu/R7/HR-Online)
Editor: Ndu