Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Janda bolong banyak diburu pecinta tanaman hias di Kota Banjar, Jawa Barat, semenjak ramai diperbincangkan karena keunikannya. Tanaman hias Janda Bolong dengan nama latin monstera adanssonii variageted ini menjadi berkah tersendiri bagi para penjual aneka tanaman hias.
Karena selain memiliki keunikan yang mampu memikat konsumen, harga jualnya pun terbilang sangat mahal hingga mencapai ratusan juta rupiah.
Reno, pemilik Toko Floris yang menjual aneka tanaman hias di Kota Banjar, mengatakan, sejak booming dalam pemberitaan, di Kota Banjar pun Janda Bolong banyak diburu pecinta tanaman hias.
Bahkan, saking banyaknya warga yang mencari tanaman tersebut, toko tanaman hias milik Reno sempat kehabisan stok penjualan.
“Banyak yang nyari. Kemarin saja satu hari bisa menjual 50 polibag bibit tanaman Janda Bolong,” kata Reno, kepada awak media, Rabu (13/10/2020).
Penyebab Janda Bolong Banyak Diburu
Menurutnya, selain saat ini sedang tren, penyebab mahalnya tanaman hias Janda Bolong lantaran sulit untuk mendapatkan barangnya. Karena memang termasuk jenis tanaman langka.
Daun Janda Bolong memiliki keunikan tersendiri dengan lubang pada bagian tengah daun sejak tumbuh. Hal itu sangat berpengaruh terhadap nilai jual.
“Tanaman Janda Bolong punya keunikan tersendiri. Memang sekarang juga lagi tren, jadi wajar meskipun mahal tapi banyak yang nyari,” ujarnya.
Baca Juga : Fakta Ilmiah Janda Bolong, Tanaman Hias Harga Mahal Tapi Beracun
Tanaman Hias Jenis Aglonema
Tanaman Janda Bolong banyak diburu pecinta tanaman hias. Begitu pula tanaman hias jenis Aglonema. Reno mengatakan, kini Aglonema juga tak kalah tren, sehingga banyak pecinta tanaman hias yang memburunya.
Reno mengaku, belum lama ini tokonya sempat menjual tanaman Aglonema jenis golden hope dengan harga Rp17 juta.
“Jenis Aglonema ini juga sedang tren dan baru rilis. Harga jualnya juga ada yang sampai ratusan juta, sama seperti Janda Bolong,” terangnya.
Selama ini, untuk suplai aneka tanaman hias kebutuhan tokonya, Reno mengambil produk impor dari Tiongkok dan Hongkong. Sedangkan, untuk produk lokalnya mengambil dari Purwokerto, Jawa Tengah.
Harga yang ia banderol untuk setiap tanaman hias pun bervariatif, tergantung ukuran, jenis dan usia tanaman. Mulai dari ratusan ribu sampai belasan juta.
“Harganya beda-beda, tergantung jenisnya. Alhamdulillah, banyak peminatnya. Bahkan dari luar kota seperti Pangandaran, Cilacap, Tasikmalaya dan Ciamis juga banyak yang datang ke sini,” kata Reno.
Sementara itu, Iceu Hendraningsih (60), salah seorang pecinta dan kolektor tanaman hias yang kebetulan tengah berbelanja, mengaku mencari tanaman Aglonema untuk koleksi.
Selain sebagai penghias rumah, juga untuk mengisi waktu senggang setelah beraktivitas, sambil menyalurkan kegemarannya merawat tanaman.
“Kalau tanaman Janda Bolong kebetulan sudah punya koleksi. Sekarang lagi pengen nyari Aglonema,” kata Iceu. (Muhlisin/R3/HR-Online)
Editor : Eva Latifah