Minggu, April 6, 2025
BerandaBerita JabarJabar Fokus Pengendalian Covid-19 Bodebek pada Klaster Keluarga

Jabar Fokus Pengendalian Covid-19 Bodebek pada Klaster Keluarga

Berita Jabar (Harapanrakyat.com),- Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyamakan langkah gerak pengendalian Covid-19 untuk wilayah Bodebek (Bogor-Depok-Bekasi). Fokus penanganan terutama untuk klaster keluarga dan klaster perkantoran.

Saat ini angka penambahan kasus positif Covid-19 Bodebek masih tinggi. Untuk itu, Ridwan Kamil akan masih bertugas dan ngantor di Depok guna koordinasi dan memastikan gerak dalam pengendalian Covid-19.

Ridwan Kamil dengan para kepala daerah Bodebek menyepakati fokus pertama adalah menangani klaster keluarga. Saat ini terdapat 200 kepala keluarga yang terkonfirmasi positif Covid-19 untuk Kota Bogor. Situasi serupa terjadi pula untuk Kota Bekasi. Rata-rata ada tiga anggota dari keluarga terkonfirmasi positif.

“Kita sepakati untuk wilayah Bodebek ini klaster keluarga paling tinggi. Maka kita fokuskan itu. Karena klaster ini awalnya berasal dari klaster perkantoran,” ungkapnya.

Ridwan Kamil pun menyingkronkan kebijakan pembatasan kegiatan hingga pukul 18.00 WIB. Karena sejauh ini kebijakan pembatasan kegiatan setiap daerah Bodebek berbeda-beda. Dengan penyamaan dan sinkronisasi ini pengendalian Covid-19 akan lebih maksimal.

Ridwan Kamil mengatakan untuk keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 Bodebek sudah mencapai angka 70 persen. Itu menandakan sudah melebihi standar WHO 60 persen. Untuk itu, Ridwan Kamil memerintahkan rumah sakit rujukan Covid-19 untuk menambah kapasitas ruang perawatan Covid-19.

Jabar pun akan memindahkan isolasi klaster keluarga yang tadinya mandiri akan terpusat. Dengan menggunakan gedung negara atau hotel. Mengingat potensi penularan klaster tersebut  termasuk tinggi apabila melakukan isolasi mandiri.

Pemprov Jabar pun terus meningkatkan intensitas pengetesan PCR atau swab test untuk wilayah Bodebek. Karena ada beberapa daeah yang masih rendah, seperti Kabupaten Bogor yang memiliki penduduk 5 juta jiwa.

Kabupaten Bogor pun harus waspada terhadap adanya klaster pesantren. Sementara Kabupaten Bekasi harus fokus untuk klaster industri. Sedangkan untuk Kota Bogor, Kota Depok dan Kota Bekasi lebih waspada terhadap klaster keluarga. (R9/HR-Online)

Wisatawan Tewas di Kolam Renang Cipanas Garut

Wisatawan Tewas di Kolam Renang Cipanas Garut, Polisi Olah TKP

harapanrakyat.com,- Seorang wisatawan kolam renang di Cipanas Garut, Jawa Barat, ditemukan tewas tenggelam saat rekreasi, Minggu (6/4/2025). Petugas kepolisian dari Polsek Tarogong Kaler bersama...
Hujan Meteor Lyrid 2025, Fenomena Langit Spektakuler di Bulan April

Hujan Meteor Lyrid 2025, Fenomena Langit Spektakuler di Bulan April

Setiap tahun, langit malam bulan April dihiasi oleh salah satu fenomena alam yang paling dinanti, yaitu hujan meteor Lyrid 2025. Hujan meteor ini berasal...
gebrakan 100 hari kerja

Tokoh Masyarakat Tasikmalaya Menanti Gebrakan 100 Hari Kerja Viman-Dicky

harapanrakyat.com,- Tokoh masyarakat menanti gebrakan 100 hari kerja Viman Alfarizi Ramadah-Diky Chandra, Walikota - Wakil Wali Kota Tasikmalaya. Apalagi sejak dilantik sampai saat ini...
Objek wisata di Kota Banjar sepi pengunjung

Aktivis Prihatin Kota Banjar Sepi Wisatawan saat Libur Lebaran, Anggap Pemkot Gagal 

harapanrakyat.com,- Aktivis GMNI Kota Banjar, Jawa Barat, prihatin dengan kondisi sepinya wisatawan yang berkunjung ke sejumlah destinasi wisata di Banjar saat momen libur lebaran...
Longsor TPT Rumah

Longsor TPT Rumah Terekam Kamera Amatir, Warga Singajaya Garut Panik

harapanrakyat.com,- Longsor Tembok Penahan Tebing (TPT) rumah di Garut, Jawa Barat, terekam kamera amatir warga. Meski tidak ada korban jiwa, namun insiden ini membuat...
Kaleng Kue Lebaran

Balita di Garut Kepalanya Tersangkut Dalam Kaleng Kue Lebaran, Petugas Damkar Turun Tangan

harapanrakyat.com,- Seorang balita di Garut, Jawa Barat, kepalanya tersangkut ke dalam kaleng kue lebaran, Sabtu (5/4/2025). Balita tersebut menangis kesakitan sehingga orang tuanya harus...