Berita Ciamis (harapanrakyat.com).- Warga Desa Ciherang, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, kembali mengeluh akibat kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kg.
Selain langka, gas melon pun kini harganya melambung tinggi, sehingga perlu adanya pengawasan khusus terkait peredaran gas bersubsidi tersebut.
Warga Dusun Kubangpari RT 06 RW 05 Desa Ciherang, Ibnu Yafi Laili Nahar, mengaku baru bisa mendapatkan gas melon setelah ia berkeliling ke luar wilayah.
“Seharian penuh saya keliling ke warung maupun pangkalan. Namun gas ukuran 3 kg kosong,” ujarnya, Rabu (7/10/2020).
Ibnu pun terpaksa harus pergi keliling mencari gas elpiji 3 kg ke wilayah desa lain.
“Alhamdulillah tadi sore baru bisa dapat gasnya, namun harganya jadi mahal, yaitu Rp 30 ribu,” katanya.
Baca Juga: Warga Ciamis Keluhkan Isi Gas LPG 3Kg Berkurang
Meski mahal, kata Ibnu, ia terpaksa harus membelinya lantaran kebutuhan.
“Ya mau gimana lagi, karena butuh untuk masak meski mahal ya saya beli,” ucapnya.
Warga lainnya Angga mengatakan hal serupa. Ia mengaku lelah mencari gas elpiji 3 kg.
“Sudah cape mencari kesana kemari nggak dapat juga, ini gak tahu kenapa gas melon jadi susah,” katanya.
Angga berharap, pemerintah bisa segera mengatasi kelangkaan gas elpiji bersubsidi tersebut. Ia meminta pihak terkait turun ke lapangan mencari akar permasalahan.
“Jangan sampai ada ulah mafia yang sengaja mempersulit pasokan gas bagi warga miskin tersebut,” pungkasnya. (Suherman/R8/HR Online)
Editor: Jujang