Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Pemerintah Kota Banjar, Jawa Barat, melakukan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan terhadap pejabat pimpinan tinggi pratama. Selain itu, para pejabat baru hasil rotasi yang ada di lingkup pemerintahan Kota Banjar juga ikut dilantik.
Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan hasil rotasi tersebut bertempat di Aula Setda Kota Banjar, Senin (24/8/2020).
Walikota Banjar Hj Ade Sukaesih dalam sambutannya mengatakan, jumlah keseluruhan pejabat yang dilantik dan diambil sumpah jabatan itu ada 97 orang.
Ia menyebutkan, dari 97 orang tersebut untuk jabatan tinggi pratama sebanyak 14 orang, administrator 18 orang, dan dewan pengawas sebanyak 45 orang,.
Selanjutnya, Kepala BLUD UPTD Puskesmas pada Dinas Kesehatan 10 orang dan Kepala BLUD UPTD Sekolah Dasar Negeri dan Tingkat Menengah Pertama pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebanyak 10 orang.
“Semuanya ada 97 orang yang dilantik pada hari ini,” kata Walikota Banjar Hj. Ade Uu Sukaesih.
Dengan jabatan yang baru diemban tersebut, ia berharap kepada para pejabat yang baru dilantik senantiasa meningkatkan etos kerja. Selain itu juga meningkatkan kedisiplinan serta meningkatkan kompetensi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat secara maksimal.
“Amanah ini harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya untuk melayani masyarakat. Apabila ada yang tidak disiplin harus ditindak agar tidak menghambat proses pembangunan dan kemajuan Kota Banjar,” tegas Ade Uu Sukaesih.
Pengangkatan Jabatan Fungsional
Selain pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan, pada kesempatan tersebut juga dilakukan pelantikan pengangkatan pertama jabatan fungsional tertentu untuk PNS yang baru diangkat di lingkup pemerintahan Kota Banjar hasil pengangkatan PNS pada bulan April tahun 2020.
Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Banjar, H Kaswad, menyebutkan ada 100 PNS yang dilantik untuk menempati jabatan fungsional tertentu dalam pengangkatan pertama jabatan fungsional.
Selain itu, ia juga mengatakan, sampai saat ini masih ada kekosongan atau ada jabatan yang belum terisi di struktur eselon 2. Namun, hal itu dipastikan tidak akan menganggu proses berjalannya pemerintahan.
“Ada 100 orang yang diangkat menempati jabatan fungsional tertentu pada hari ini. Semoga mereka bisa bekerja dengan baik,” katanya. (Muhlisin/R7/HR-Online)