Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) memang ditunda. Namun, masyarakat masih mempercayai cerita mistis “Pulung” atau “cahaya keberuntungan”, yang berkaitan dengan perhelatan Pilkades.
Konon menurut cerita turun-temurun di masyarakat Kecamatan Cipaku dan Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, calon kepala desa yang akan terpilih akan ditandai dengan memperoleh seberkas cahaya keberuntungan dari langit.
Cahaya itu meluncur ke samping rumah calon kepala desa yang bersangkutan. Cahaya tersebut menjadi pertanda bahwa orang tersebut bakal terpilih menjadi kepala desa.
Pulung Meluncur ke Samping Rumah Calon
Rusmana, warga Desa Sagalaherang, Kecamatan Panawangan, membenarkan cerita orang-orang terdahulu tersebut.
Menurut Rusmana, sebelum menjalankan titah, calon kepala desa yang akan terpilih akan memperoleh seberkas cahaya biru dari langit yang meluncur ke samping rumah calon.
Meski, tidak semua orang bisa melihatnya, tapi banyak yang meyakini kalau itu sebagai pertanda calon kepala desa akan menang dalam pemilihan.
“Sehingga dalam setiap pelaksanaan Pilkades, banyak yang penasaran ingin melihat kemana berkas cahaya itu jatuh,” katanya.
Memang irasional, kata Rusmana, tetapi hal itu merupakan kearifan lokal dengan mitologi-mitologi warisan dari para leluhur.
Sementara itu, Anda lesmana, warga Desa Mekarbuana, mengamini masih adanya mitos dalam perhelatan pemilihan kepala desa. Untuk melihat siapa yang akan jadi kepala desa, biasanya terlihat ada seberkas cahaya yang disebut pulung jatuh ke samping rumah calon.
Namun, lanjut Anda, menurut cerita hanya orang-orang yang punya kelebihan supranatural yang bisa dan dapat membuktikan dengan mata batinnya.
Pulung Dipercaya Turun-temurun
Senada dengan itu, Usman, warga Desa Gereba, Kecamatan Cipaku, membenarkan cerita yang sifatnya turun-temurun di wilayah tersebut.
Menurutnya, sebelum melakukan pemilihan kepala desa, akan adan kejadian mistis yang disebut pulung. Konon, pulung merupakan bola bermata hijau keemasan yang melayang-layang di langit kemudian akan jatuh ke salah satu rumah calon kepala desa.
“Pulung merupakan keberkahan, anugerah bagi yang menerimanya, yang dianggap dapat mengangkat derajat orang yang mendapatkannya,” katanya.
Cerita tersebut, lanjut Usman, masih melekat di masyarakat. Namun hanya ada pada perhelatan pemilihan kepala desa. Meski cerita tersebut masih beredar di masyarakat, ia sendiri belum pernah melihatnya.
Sementara itu, Emus Muslih, warga Desa Selacai, mengatakan, beberapa tahun silam ketika Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Selacai, sempat beredar kabar ada seberkas cahaya yang memutar-mutar di atas gedung balai desa kemudian turun ke sekitar rumah calon kepala desa.
“Menurut cerita pada saat itu, calon kepala desa berasal dari Dusun Ciheras. Tapi setelah itu tidak ada lagi beritanya,” katanya.
Emus mengatakan, benar apa tidaknya memang sulit dibuktikan. Namun cerita mitos adanya pulung selalu jadi pembicaraan. Percaya tidaknya dikembalikan ke diri masing-masing.
“Terlebih, jaman sekarang ada survey yang bisa dijadikan tolak ukur menang kalahnya seorang calon kepala desa,” pungkasnya. (Dji/R4/HR-Online)