Muntahan ikan paus yang bernama embergis disebut-sebut mempunyai harga yang sangat mahal. Muntahan ikan yang langka ini juga ternyata memiliki manfaat yang baik.
Bentuknya serupa seperti bebatuan atau karang yang terbuat dari lilin berada di bibir pantai berwarna kuning dan abu-abu seperti kotoran.
Namun, jika embergis sudah lama di laut dan sudah mengalami oksidasi maka warnanya akan berubah menjadi abu-abu.
Penemuan ini sempat membuat heboh Indonesia yang mana seorang nelayan dari Bengkulu menemukannya di pantai, dan ketika dijual harganya sangat mahal, bahkan bisa mencapai Rp 30 juta per kilogramnya.
Baca juga: Jenis Ikan Paus Terbesar di Dunia yang Pernah Ditemukan
Asal-Usul Muntahan Ikan Paus
Ikan paus merupakan hewan yang sudah familiar di telinga semua orang, meskipun tidak semua orang pernah melihatnya.
Embergis ini berasal dari hewan tersebut, hanya saja tidak semua ikan paus yang kita ketahui bisa menghasilkannya.
Terdapat satu spesies yang bisa menghasilkan benda ini, yaitu jenis Cetacea atau biasa disebut dengan paus sperma.
Ada beberapa pendapat yang mengatakan kalau embergis bukan muntahan ikan paus, akan tetapi keluar dari anusnya lantaran bentuknya lebih mirip kotoran.
Selain itu, ketika baru keluar dari tubuh hewan besar ini mengeluarkan bau busuk sebelum kemudian mengalami oksidasi dan berubah menjadi berbau wangi.
Lantas kenapa ikan ini bisa mengeluarkan benda yang biasa digunakan untuk campuran bahan parfum dan memiliki bau wangi.
Paus sperma menghasilkan benda seperti ini ketika salah makan, seperti memakan benda-benda yang besar atau keras dan sulit untuk dicerna.
Ketika seperti itu, mereka akan mengeluarkan zat sejenis lemak untuk mempermudah pencernaannya. Tetapi ketika sudah terlalu lama benda itu akan mengeras.
Kemudian terbentuklah embergis yang dikeluarkan dari anus, muntahan ikan paus inilah yang harganya sangat mahal dan memiliki manfaat yang baik.
Baca juga: Makhluk Terbesar di Bumi, Mamalia Ini Terancam Punah
Manfaat Embergis
Terdapat beberapa manfaat yang dapat dirasakan manusia dari benda ini, meskipun sulit didapatkan, namun sudah banyak dimanfaatkan.
Manfaat pertama yang sering dibicarakan adalah untuk bahan pembuatan parfum sebagai penguat aroma.
Bangsa China dan Arab mengolahnya selain untuk bahan parfum, embergis digunakan dengan cara dibakar, baik untuk pewangi ruangan ataupun dupa.
Selanjutnya benda ini bermanfaat sebagai sanitasi udara. Orang yang pertama kali memanfaatkannya sebagai sanitasi udara adalah bangsa Eropa di abad ke 14.
Selain itu, embergis juga bisa digunakan untuk penguat rasa makanan, di beberapa restoran di Eropa bahkan memanfaatkannya untuk campuran koktail dan kue.
Terakhir, muntahan ikan paus ini juga bisa dimanfaatkan sebagai obat herbal dan afrodisiak yang dapat mengobati penyakit otak, jantung hingga penyakit indera. (Muhafid/R6/HR-Online)