Berita Jabar (Harapanrakyat.com),- Gugus Tugas Covid-19 Jawa Barat (Jabar) terus berupaya dalam memutus mata rantai Covid-19. salah satu upayanya, Jabar intensifkan contact tracing pasien, atau pelacakan kontak erat pasien Covid-19. Hal tersebut penting dilakukan, guna mencegah adanya ledakan kasus baru.
Ketua Gugus Tugas Covid-19 Jabar, Ridwan Kamil, menuturkan dengan diintensifkannya pelacakan kontak, menjadi salah satu faktor terkendalinya penyebaran Covid-19 di Jabar.
“Ketika ada yang terkena Covid-19 dan meninggal, lingkungan keluarga dan teman terdekat semuanya contact tracing. Itu sudah merupakan standar prosedur dari gugus tugas. Sehingga ini cukup terkendali. Karena contact tracing ini intens dilakukan,” ujar Ridwan Kamil di Jakarta, Kamis (2/7/2020).
Berli Hamdani, Kepala Dinas Kesehatan Jabar mengatakan dengan intensifkan contact tracing pasien adalah upaya strategis menghentikan penularan. Diawali dengan mengidentifikasi orang yang kontak erat dengan pasien dari 14 hari saat dilakukan swab test. Karena 14 hari merupakan masa inkubasi Covid-19.
“14 hari ini adalah masa inkubasi terpanjang dari Covid-19,” ujar Berli di Bandung, Jumat (3/7/20).
Menurutnya, setiap orang yang kontak erat dengan pasien posiif Covid-19 harus dilakukan tes. Kemudian kepada orang tersebut diharuskan isolasi diri. Melakukan pelacakan kontak tentu bukan hal mudah, karena harus dipastikan contact tracing ini terindentifikasi sesuai by name by address.
“Melakukan komunikasi dengan orang yang mengetahui siapa saja dan kapan melakukan kontak. Itu yang menjadi kendala. Termasuk menentukan ketepatan dan kecepatan kontak itu,” jelas dia.
Jabar Intensifkan Contact Tracing Pasien, Rasio Pelacakan di Angka 25,12
Jabar Intensifkan Contact Tracing Pasien dengan cara melakukan komunikasi secara persuasif dan efektif. Hal itu sangat penting dalam melakukan pelacakan kontak. Selanjutnya, identifikasi harus dilakukan secara sistematis sesuai kronologis kejadian.
“Rasio pelacakan kontak di Jabar di angka 25,12. Kami berupaya terus meningkatkan pelacakan kontak, melakukan rapid test dan swab test,” katanya.
Menurutnya, guna melancarkan pelacakan kontak, Gugus Tugas melibatkan berbagai pihak. Dari aparat TNI-Polri, Gugus Tugas Kota/Kabupaten, desa, kelurahan dan para relawan. Ia berharap bisa terus meningkatkan rasio pelacakan kontak. Agar dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19. (R9/HR-Online)