Berita Pangandaran (harapanrakyat.com),- Anggota DPR RI dari Partai Golkar, Agun Gunadjar Sudarsa, menilai, kemajuan dan perkembangan Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, terbilang pesat.
Namun, Agun yang membidani lahirnya Kabupaten Pangandaran itu juga melihat adanya indikasi yang tidak harmoni di Pangandaran saat ini. Dirinya menilai, menjelang kontestasi Pilkada hal itu jelas terlihat.
“Saya melihat, menjelang konstestasi Pilkada, ada indikasi tidak harmoni. Ini jelas berbahaya. Padahal, kehidupan yang sangat kuat di Selatan itu adalah sifat guyub, sifat gotong-royong, dan sikap keberaniannya menantang laut. Kalau sifat dan sikap tersebut tidak dikelola, jelas berbahaya,” kata Agun, saat ditemui usai kegiatan resesnya di Kabupaten Pangandaran, Senin (18/05/2020).
Ia juga menegaskan, yang harus disikapi ke depan adalah bagaimana merawat Pangandaran menjadi kabupaten yang rakyatnya harmoni. Agun prihatin melihat kondisi ketidak harmonian yang terjadi di Pangandaran.
Munculnya partai-partai di Pangandaran justru bukan menambah solid. Padahal, modal dasar masyarakat adalah harmoni kebersamaan, dan tidak acuh satu sama lainnya.
Keberanian jika tidak dimenej dan kelola dengan sikap saling menghargai dan menghormati satu sama lainnya, bisa menjadi cikal bakal yang dampaknya akan luar biasa.
“Hidup itu enaknya damai, saling menghargai, saling menghormati. Itu harus mulai dipikirkan. Ke depan aspek harmoni itu yang harus dijaga. Sekarang tanda-tanda harmoni semakin sedikit terabaikan di Pangandaran. Saya sebagai bidan pemekaran merasa prihatin,” ujarnya.
Agun menegaskan, modal dasar Kabupaten Pangandaran lahir adalah harmoni. Jangan sampai ketidak harmonian itu terus dikembangkan. (Madlani/R3/HR-Online)