“Internet GRATIS 20 GB. Dapatkan 20GB internet gratis selama 60 hari setiap operator seluler”. Pesan yang menawarkan internet atau kuota data secara gratis tersebut berseliweran di WhatsApp.
Ya, pengguna WhatsApp baru-baru ini mendapatkan pesan itu yang diteruskan dari teman lain, atau lewat pesan berantai, baik di chat pribadi atau grup.
Di bagian atas pesan itu diselipi kata-kata “WhatsApp: Hari Jadi ke-9”. Tentu kata-kata itu untuk meyakinkan pengguna aplikasi pesan terpopuler ini.
Sedangkan pada bagian bawah pesan internet Gratis 20 GB itu, tertera sebuah tautan .
Apabila link tersebut diklik, maka akan menuju pada halaman tertentu, yang di tampilan laman tersebut terlihat meyakinkan.
Selain itu, sebagai pemikat agar orang yang mengunjungi situs itu lebih tertarik, maka ada penawaran yang mengatakan bahwa kuota gratis itu untuk semua operator seluler.
Bukan hanya itu, untuk memperoleh kuota gratisan itu, Anda harus mengisi kuesioner yang ada di bagian bawah.
Padahal, semua pertanyaan itu adalah jebakan, yang tujuan akhirnya yaitu mendapatkan data pribadi Anda, yang nantinya bisa disalahgunakan.
Jadi, jika Anda mendapatkan pesan berantai itu jangan sampai meng-klik tautan tersebut. itu merupakan salah satu trik penipuan dengan kedok internet gratis guna mengambil data pengguna tanpa sepengetahuannya.
Internet Gratis 20 GB Hoaks
Untuk menjawab apakan pesan berantai yang beredai di WhatsApp itu benar atau hoaks, HR Online menelusuri semua pemberitaan di internet.
Hasilnya, menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) RI, bahwa pesan yang menawarkan kuota data gratis itu adalah hoaks.
Ternyata, pesan yang mengiming-imingi internet gratis 20 GB itu sudah pernah beredar di tahun 2018.
Dan sejak itu, Kemkominfo pada tanggal 27 Maret 2019 lalu mengeluarkan pernyataan bahwa pesan berantai tersebut adalah hoaks.
Hal itu sudah dikonfirmasi Kemkominfo, dan beberapa penyedia layanan provider di Tanah Air mengklarifikasi bahwa isi dari pesan berantai itu tidak benar.
Bisa jadi, trik penipuan bermodus pishing ini memanfaatkan musibah wabah virus corona di Indonesia, yang saat ini baik pekerja maupun pelajar diharuskan untuk bekerja dan belajar dari rumah.
Pasalnya, aktivitas work from home untuk pekerja serta home learning untuk pelajar, tentu membutuhkan koneksi internet, yang merupakan salah satu bagian terpenting.
Jadi, si penipu ini mengiming-imingi atau menawarkan kuota internet gratis, dengan melalui perantara pesan di WhatsApp.
Moduk pishing yang dilakukan oleh penipu ini sebenarnya bisa dihentikan, yaitu dengan cara tidak menyebarluaskan tautan ke pengguna WhatsApp lainnya.
Kemkominfo RI juga menyarankan apabila mendapat pesan berantai menawarkan internet gratis seperti itu, sebaiknya kroscek terlebih dulu apakah isi pesannya itu benar atau hoaks.
Nah, bila isi pesan itu mencurigakan terlebih diselingi tautan, maka alangkah baiknya tidak mengklik serta tidak menyebarluaskan pesan itu.
Domain Mencurigakan
Seperti disinggung di atas, bahwa dalam peran berantai itu terdapat link atau tautan, yang diharuskan untuk diklik jika ingin kuota internet gratis.
Padahal, salah satu parameter yang patut dipertimbangkan adalah domainnya. Semua operatur seluler di Indonesia tidak mendaftarkan domian whatsinfo.club.
Bahkan, data pendaftar domain tersebut sengaja disembunyikan, sehingga tidak bisa dipertanggungjawabkan.
Bisa jadi, kemungkinan besar pesan internet gratis 20 GB yang di dalamnya ada link bukan hanya mencuri data, melainkan juga jika diakses diam-diam mengirim malware atau virus ke smartphone yang dipakai. (Adi/R5/HR-Online)