Berita Ciamis (harapanrakyat.com).- Bencana alam pergerakan tanah kembali terjadi di Rancah, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat Senin (27/1/2020) sore tepatnya di Dusun Karangtanjung, RT 17 RW 06, Desa Dadiharja, Kecamatan Rancah.
Akibat pergerakan tanah tersebut, tembok penahan tebing (TPT) ambrol terbawa longsor dan mengancam rumah milik Sarli yang ada dibawahnya.
Ketua Forum Koordinasi Taruna Siaga Bencana (FK Tagana) Kabupaten Ciamis, Ade Waluya mengatakan, bencana pergerakan tanah terjadi akibat hujan deras yang terus mengguyur wilayah Rancah dan sekitarnya.
“Rancah memang wilayah yang masuk dalam daerah rawan pergerakan tanah, musim hujan ini, sejumlah rumah rusak akibat bencana pergerakan tanah,” katanya.
Beruntung tidak ada korban luka atau jiwa dalam musibah tersebut. Hanya saja, rumah Sarli terancam bahaya, karena berada tepat dibawah lokasi pergerakan tanah.
“Apabila hujan deras kembali terjadi, ditakutkan terjadi longsor susulan. Makanya kami imbau pemilik rumah agar mengungsi sementara jika terjadi hujan deras,” ungkapnya.
Pihaknya pun mewanti-wanti kepada masyarakat Kabupaten Ciamis, agar selalu mewaspadai ancaman pada bencana musim hujan ini. Karena Ciamis termasuk daerah rawan bencana ke 16 tingkat Nasional.
“Bencana alam di Ciamis didominasi puting beliung, tanah longsor, pergerakan tanah dan banjir, kita harus tetap waspada,” pungkas Ade Waluya. (Jujang/R8/HR Online)