Minggu, April 6, 2025
BerandaBerita CiamisNelayan Bubu di Sungai Citanduy Ciamis Panen Ikan

Nelayan Bubu di Sungai Citanduy Ciamis Panen Ikan

Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Memasuki musim penghujan ternyata membawa berkah bagi “tukang naheun bubu” (nelayan ikan yang menggunakan alat bernama bubu) di aliran Sungai Citanduy.

Setiap hari, puluhan kilogram ikan udikan atau ikan Citanduy ditangkap nelayan dari Sungai Citanduy. Seperti diungkapkan Iwa (58), warga Blok Cibatok, Dusun Guha, RT. 22, RW. 09, Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Jum’at (06/12/2019).

Iwa mengaku, setiap hari dirinya memasang bubu di bantaran Sungai Citanduy yang loaksinya berdekatan dengan lokasi proyek Bendungan Leuwi Keris.

“Pasang malam hari, pagi-paginya diangkat, alhamdulillah dari satu bubu bisa mendapat puluhan kilogram ikan udikan atau ikan Citanduy ukuran kecil campuran,” tuturnya, kepada HR Online.

Kendati di sejumlah wilayah Ciamis tidak turun hujan, namun di daerah lain seperti Tasikmalaya, Cihaurbeuti, Panjalu, dan lainnya hujan lebat. Hal itu membuat air di Sungai Citanduy meluap. Saat volume air meluap, maka ikan Citanduy mudah ditangkap dengan alat bubu.

Iwa juga mengatakan, memasang bubu memang hobinya sejak dulu. Mau dapat ikan atau pun tidak, ia mengaku tetap enjoy.

“Serunya memasang bubu itu kalau aliran Sungai Citanduy sedang pasang, dan saat itulah waktu yang membuat saya merasa seru, karena dapat melihat ikan Citanduy melompat-melompat ke permukaan air dan terperangkap bubu,” ujarnya.

Sehari dia bisa tiga kali mengangkat bubu yang dipasang. Pagi, siang dan sore. Dalam satu kali mengangkat bubu, Iwa mengaku mendapat sekitar 7 sampai 10 kilogram ikan udikan. Jika dikali tiga, maka rata-rata sehari mendapat 30 kilogram ikan udikan.

Jika sedang hoki, Iwa bisa mendapatkan ikan Citanduy kurang lebih totalnya mencapai 1 kuintal. Hasil ikan tangkapannya biasa dia jual eceran kepada tetangganya yang membutuhkan dengan harga Rp 25.000 per kilogram.

“Setiap pagi dijual di rumah langsung habis, warga sekitar banyak yang beli, banyak juga yang ngeborong seperti pedagang lauk pauk. Alhamdulillah, ternyata membawa keberkahan,” ungkapnya.

Hanya saja, Iwa mengaku bingung jika nanti Bendungan Leuwi Keris sudah jadi, maka lahan mata pencahariannya dari pasang bubu akan hilang. “Sekarang belum jadi bendungannya jadi masih bisa pasang bubu, kalau nanti jadi gak bisa,” kata Iwa.

Warga lainnya, Siti Nurlaela (24), mengaku menyukai ikan Citanduy atau udikan dengan berbagai jenis atau dengan ukuran kecil-kecil. Pasalnya, rasa daging ikan Citanduy sangat gurih melebihi ikan kolam.

“Makanya saya selalu membeli ikan Citanduy dari nelayan bubu di Sungai Citanduy jika sedang musim bubu. Walaupun ikannya kecil-kecil, tapi ikan Citanduy enak sekali dimasak dengan di kukus atau digoreng sampai kering,” ungkap Siti. (Jujang/R3/HR-Online)

Pemudik arus balik

Potret Lonjakan Pemudik Saat Puncak Arus Balik di Terminal Tipe A Kota Banjar

harapanrakyat.com,- Memasuki H+6 lebaran Idul Fitri 1446 H ratusan pemudik memadati Terminal Tipe A Kota Banjar, Jawa Barat, saat puncak arus balik pemudik pada...
Pasca Banjir, Bupati Sumedang Tinjau Aliran Sungai Cimande Pastikan Jembatan Pangsor Aman

Pasca Banjir, Bupati Sumedang Tinjau Aliran Sungai Cimande Pastikan Jembatan Pangsor Aman

harapanrakyat.com,- Di tengah hujan deras yang mengguyur wilayah Sumedang, Bupati Dony Ahmad Munir turun langsung ke lapangan memantau aliran Sungai Cimande, khususnya di bawah...
Arus Balik Lebaran, Jalur Alternatif Cadas Pangeran Sumedang Jadi Pilihan Pemotor

Arus Balik Lebaran, Jalur Alternatif Cadas Pangeran Sumedang Jadi Pilihan Pemotor

harapanrakyat.com,- Jalur Cadas Pangeran Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, jadi alternatif jalur bagi pemudik motor, yang kembali ke kota asal setelah pulang kampung dari sejumlah...
Kalahkan Korsel di Piala Asia U17, Ini Komentar Pelatih Timnas Indonesia

Kalahkan Korsel di Piala Asia U17, Ini Komentar Pelatih Timnas Indonesia

Timnas Indonesia menorehkan hasil memuaskan setelah kalahkan Korea Selatan (Korsel) di Piala Asia U17 2025. Pertandingan yang berlangsung di Prince Abdullah Al-Faisal Stadium, Jeddah,...
Sejarah Tebing Breksi Jogja, Berawal dari Tambang Biasa

Sejarah Tebing Breksi Jogja, Berawal dari Tambang Biasa

Tak banyak yang tahu bahwa sejarah Tebing Breksi Jogja menyimpan kisah menarik tentang transformasi luar biasa dari sebuah tambang menjadi destinasi wisata unggulan. Tak...
Rumah Semi Permanen di Cipaku Ciamis Ludes Terbakar Rata dengan Tanah

Rumah Semi Permanen di Cipaku Ciamis Ludes Terbakar Rata dengan Tanah

harapanrakyat.com,- Sebuah rumah semi permanen di Desa Selamanik, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat ludes terbakar. Peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada Minggu (6/4/2025) sekitar...