Spesies hewan baru yang ditemukan sepanjang tahun 2019 menambah keanekaragaman hayati di Indonesia. Penemuan spesies baru ini tentu saja menjadi aset bangsa yang harus dijaga sebaik mungkin.
Lokasi penemuan spesies hewan ini pun tak hanya di satu tempat saja, akan tetapi di seluruh penjuru dunia. Temuannya juga sudah dipublikasikan di berbagai jurnal ilmiah.
Spesies Hewan Baru Menurut Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Melalui akun Instagram Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, anda bisa tahu sejumlah spesies hewan yang baru berhasil diidentifikasi di tahun ini. Berikut beberapa spesies hewan tersebut.
Chemaspis Muria
Spesies hewan yang satu ini telah resmi tercatat pada 17 Mei 2019 dalam jurnal Zootaxa edisi 4608. Nama yang dibawanya dipengaruhi oleh lokasi temuan.
Untuk diketahui, spesies hewan ini ditemukan di Gunung Muria, Jawa Tengah. Dengan alasan tersebut, spesies hewan baru ini disebut dengan Chemaspis muria.
Keunikan tak hanya bisa dilihat dari asal mula penamaannya saja, akan tetapi juga karakteristiknya. Chemaspis muria ini memiliki pupil yang bulat.
Selain itu, Chemaspis muria juga mempunyai sepasang struktur tuberkular yang berbentuk seperti kerucut. Ciri ini bisa anda temukan di bagian belakang kepalanya.
Semakin menarik lagi karena Chemaspis muria dibekali dengan pori-pori prakloakal maupun femoral. Dengan keunikan yang dimilikinya, siapa saja pasti penasaran ingin melihatnya.
Mengenai habitatnya, spesies baru cecak batu ini bisa dengan mudah ditemukan di bebatuan yang ada di sepanjang sungai dan perkebunan kopi.
Tak hanya itu, spesies hewan baru ini juga diperkirakan bisa ditemukan di dalam hutan yang ketinggiannya 600-650 meter di atas permukaan laut.
Jika mencermati habitatnya, peneliti beranggapan bahwa cecak berperan penting sebagai pengendali populasi serangga dalam ekosistem perkebunan kopi.
Dengan alasan tersebut, ilmuwan menyarankan untuk membatasi penggunaan herbisida dan insektisida. Hal ini tak lain untuk melindungi keberadaan Chemaspis muria.
Anda bisa menggunakan pestisida di perkebunan kopi apabila hama sudah tak bisa diatasi lagi atau dapat dikatakan saat kondisinya darurat.
Tarsius Niemitzi
Selain Chemaspis muria, tahun ini peneliti juga berhasil mengidentifikasi Tarsius niemitzi. Jika penamaan Chemaspis muria berdasarkan lokasi penemuan, lain halnya dengan nama Tarsius niemitzi yang didasarkan pada penemunya.
Hewan ini ditemukan oleh ilmuwan yang bernama Alexandra Nietsch dan Carten Niemitz. Carten Niemitz sendiri adalah tokoh biologi yang dijuluki dengan Bapak Tarsius.
Dari nama penemunya, akhirnya spesies hewan baru ini diberi nama Tarsius niemitzi. Sebenarnya, Tarsius niemitzi sudah ditemukan sejak tahun 1993 di Pulau Sulawesi.
Hanya saja, ilmuwan baru bisa mengidentifikasinya di tahun ini. Pada 11 November 2019, spesies hewan ini telah resmi dipublikasikan di akun Instagram LIPI.
Myzomela Prawiradilagae
Tahun ini, ilmuwan juga berhasil mengidentifikasi Myzomela prawiradilagae. Spesies hewan ini ditemukan di Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur.
Untuk diketahui, Myzomela prawiradilagae masuk ke dalam genus Myzomela. Selain itu, Myzomela prawiradilagae juga termasuk spesies Myzomela ke-20.
Temuan spesies baru ini sudah dipublikasikan di Journal of Ornithology pada 5 Oktober 2019. Kemudian pada 5 November 2019, LIPI juga mempublikasikannya.
Spesies Hewan Baru Sepanjang 2019
Selain beberapa penemuan spesies baru di atas, sebenarnya masih banyak hewan baru yang ditemukan di alam Indonesia. Berikut ulasannya.
Landouria
Landouria adalah spesies baru keong darat yang diidentifikasi oleh peneliti Pusat Penelitian Biologi LIPI yang bernama Ayu Savitri Nurinsiyah.
Dalam melakukan identifikasi, Ayu bekerja sama dengan Marco Neiber dan Bernhard Hausdorf yang berasal dari Centrum fur Naturkunde, Universitat Hamburg di Jerman.
Penemuan spesies hewan baru ini telah diterbitkan di European Journal of Taxonomy pada Mei 2019. Mengenai lokasi temuan, Landouria ditemukan di Pulau Jawa.
Carcharhinus Obsolerus
Spesies hiu baru yang bernama Carcharhinus obsolerus ini juga berhasil dideskripsikan pada tahun 2019. Spesies hewan ini memiliki ciri-ciri unik yang menarik untuk diketahui.
Adapun karakteristik Carcharhinus obsolerus yaitu bentuk matanya bulat, moncong maju, dan memiliki badan yang kecil. Bahkan hiu kecil ini juga dianggap sebagai hewan yang ramping.
Hadirnya spesies hewan Carcharhinus obsolerus ini menambah jajaran mamalia laut yang berasal dari keluarga hiu pemburu.
Penemuan sejumlah spesies hewan baru sepanjang tahun 2019 seakan menjadi angin segar mengingat kondisi keanekaragaman hayati bisa dibilang sudah krisis. (R10/HR-Online)