Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),– Penemuan mayat di Ciamis menggegerkan warga. Pasalnya mayat yang ditemukan di Blok Pasir Mipis, Dusun Cihanjuang, RT 004 RW 004, Desa Purwaraja, Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, tersebut sudah hampir berbentuk kerangka dengan sebagian tubuh dikerubungi belatung, Jum’at (30/8/2019).
Dari laporan kepolisian, terungkap identitas mayat tersebut, bernama Rosid (62) asal Dusun Cihanjuang, RT 004, RW 004, Desa Purwaraja, Kecamatan Rajadesa, Kecamatan Ciamis.
Korban diketahui sempat dicari keluarganya, lantaran hilang sejak 24 Agustus 2019 lalu. Menurut keterangan keluarga korban, korban hilang menjelang acara resepsi penikahan putrinya, Nopi.
“Saat itu korban pergi tanpa pamit, keluarga juga tidak tahu, sempat dicari sama keluarganya, padahal itu H-3 sebelum resepsi pernikahan putrinya,” ujar Panit Reskrim, Polsek Rajadesa, Ipda Welly, Sabtu (31/8/2019).
Lanjut Welly, keluarga juga sempat mencari korban hingga ke rumah saudaranya di Karang Kamiri, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran. Namun, korban tidak juga ditemukan bahkan sampai resepsi pernikahan putrinya berlangsung, Selasa (27/8/2019) lalu, korban tidak pulang.
“Dicari di sekitaran Rajadesa sama keluarga dan warga setempat, nggak ketemu, sampai ke saudaranya di Pangandaran juga tidak ketemu, sampai nikahan Nopi, putrinya itu hari Selasa, korban tak kunjung pulang, bahkan tidak juga diketahui keberadaannya ada di mana,” terang Welly.
Korban Ditemukan Sudah Jadi Mayat
Korban baru ditemukan pada Jum’at (30/8/2019) sore, saat seorang remaja sedang berburu burung di tempat penemuan mayat di Ciamis tersebut.
“Baru ketemu setelah ada remaja, Wawan Kurnia (15) yang sedang berburu burung di TKP, awalnya dia mencium bau seperti bangkai, ketika dicari-cari sumber baunya, akhirnya ketahuan ada mayat yang diduga pak Rosid,” kata Welly.
Mayat yang ditemukan Wawan diketahui kondisi tubuhnya sudah berbentuk setengah tengkorak, sementara sebagian tubuh lainnya sudah dikerumuni belatung.
“Wawan ini kemudian melaporkan kejadian tersebut ke warga lainnya, sampai ada laporan kepada kami, dari hasil penyelidikan, kemungkinan korban meninggal karena serangan jantung,” tambah Welly.
Selanjutnya pihak kepolisian mengevakuasi mayat korban dan menyerahkannya kepada keluarganya. “Keluarga menolak untuk pemeriksaan medis dan juga otopsi, karena sudah menganggap sebagai takdir dari Yang Maha Kuasa,” pungkasnya. (Ndu/R7/HR-Online)