Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),– Sulitnya mendapatkan air bersih membuat ratusan warga Dusun Karanganyar, Desa Langkapsari, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat terpaksa harus rela mengonsumsi air selokan yang keruh dan bau.
Hal itu terjadi lantaran sumur warga mengalami kekeringan. Warga di dusun tersebut terpaksa harus membuat sumur buatan di dasar selokan.
Meski warna air keruh dan hitam serta berbau, namun warga mengaku terpaksa memanfaatkan air tersebut demi kebutuhan mereka.
Pantauan HR Online di lapangan, puluhan ibu-ibu selalu bergantian memanfaatkan air sumur yang keruh untuk sekedar mandi serta cuci pakaian.
Bahkan, tak jarang mereka juga mengaku terpaksa harus mengonsumsi air keruh tersebut lantaran semua sumber mata air di daerah mereka mengering.
Seperti dikatakan Tuti, dirinya mengaku setiap hari selalu menggunakan air sumur dari selokan untuk kebutuhan mandi cuci pakaian hingga minum.
“Mau bagaimana lagi, sumur-sumur semuanya kering, jadi kami di sini terpaksa mau tidak mau, ya harus mau untuk memanfaatkan air ini. Bau sih tapi mau gimana lagi? Air lainnya kan nggak ada,” katanya, Selasa (27/08/2019).
Masih dikatakan Tuti, dirinya juga mengaku tak takut lagi untuk menggunakan air sumur buatan tersebut meski berwarna kehitaman-hitaman serta sedikit beraorma bau busuk.
“Daripada saya nggak bisa mandi dan cuci-cuci. Ya kepaksa lah menggunakan air ini. Untuk minum juga saya ngambilnya dari sini. Namun sebelum kita masak, airnya terlebih dulu saya kedapkan selama sehari semalam. Ya agar airnya jernih dan berkurang aroma baunya,” katanya.
Hal senada dikatakan Surpi, seroang ibu berusia 65 tahun ini mengaku sedih lantaran sulitnya mendapatkan air bersih.
“Sedih juga sih, apalagi nenek kan udah tua. Cape jika pergi mandi ke sini, jaraknya lumayan jauh dan harus turun naik,” katanya.
Sementara Deni, pemuda setempat mengatakan, setiap memasuki musim kemarau panjang dan terjadi kekeringan di Ciamis, warga di daerahnya selalu dilanda krisis air bersih.
“Ini pemandangan yang tidak aneh bagi kami di sini, hampir setiap tahunnya pasti saja disini seperti ini, ada juga sumur artesis bantuan dari pemerintah itu tidak berfungsi,” katanya.
Deni menambahkan, sejak dibuatnya sumur artesis, warg tidak pernah merasakan manfaatnya. Padahal, kata dia, sumur itu menghabiskan anggaran yang cukup besar. Namun tidak ada manfaatnya sama sekali untuk warga.
“Saya sangat berharap agar pemerintah melihat dan mendengar keluhan kami di sini. Di sini kami butuh air bersih,” tegasnya. (Suherman/R7/HR-Online)