Banjarsari, (harapanrakyat.com),- Nyi Raspi (60), Pimpinan Sanggar Seni Kesenian Ronggeng Gunung asal Kampung Cikakung RT 12/ 03 Desa Ciulu Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, berusaha mewariskan kesenian yang hampir punah tersebut kepada putri satu-satunya, Nina (31).
Alasan Nyi Raspi mewariskan keahlian yang dimilikinya, lantaran dia khawatir kesenian ronggeng gunung dilupakan bahkan hilang dari daftar budaya lokal yang ada di Kabupaten Ciamis.
“Kesenian Ronggeng Gunung harus teras maju, jangan sampai bubar atau punah. Dan saya juga berharap, putri saya bisa mewarisinya,” ungkap Nyi Raspi kepada HR beberapa waktu yang lalu.
Nyi Raspi mengatakan, Ronggeng Gunung termasuk kesenian daerah yang harus dilestarikan oleh generasi muda masa kini. Karena kalau bukan generasi muda, mau siapa lagi yang menjaga dan melestarikannya.
Dia mengaku tidak ingin Kesenian Ronggeng Gunung yang berasal dari Desa Ciulu Kec. Banjarsari kab. Ciamis punah dan hilang, seperti halnya yang dialami Kesenian Beluk dan Pantun Ki Bontot.
Pada kesempatan yang sama, Nyi Raspi juga berpesan kepada generasi muda Kab. Ciamis untuk terus mempertahankan kesenian daerah, termasuk di dalamnya Kesenian Ronggeng Gunung.
“Kesenian seperti ini merupakan khasanah budaya lokal yang harus dilestarikan. Selain itu, ini juga merupakan aset besar budaya Kab. Ciamis,” ungkapnya.
Dengan begitu, Pemerintah kab. Ciamis juga dituntut untuk mau peduli terhadap pelestarian budaya daerah seperti Kesenian Ronggeng Gunung. Karena tanpa dukungan pemerintah, kesenian/ budaya daerah tidak akan bertahan.
Kades Ciulu, H. Ramli Mahmud, mengiyakan, bahwa Kesenian Ronggeng Gunung dari daerahnya perlu dipertahankan keberadaannya. Apalagi, Kesenian Ronggeng Gunung memiliki historis (nilai sejarah) yang berkaitan dengan sejarah Kab. Ciamis.
Ramli berharap, Pemkab. Ciamis mulai memperkenalkan kesenian daerah seperti Ronggeng Gunung melalui sektor pendidikan. “Jangan sampai, anak-cucu kita tidak mengenal budaya dari daerahnya sendiri,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Edi Gusnadi S.Pd. MM, Tokoh Masyarakat Ciulu, menuturkan, bahwa sudah saatnya pemerintah terlibat untuk mensosialisasikan kesenian Ronggeng Gunung kepada generasi muda.
“Tujuannya agar generasi muda kita, tidak melulu dijejali budaya modern dari luar, dan melupakan jati dirinya sendiri,” pungkasnya. (Andri/Koran-HR)